BATAM – Harga tiket pesawat domestik yang lebih tinggi dibandingkan tiket internasional terus menjadi perbincangan di kalangan masyarakat.
Banyak wisatawan Indonesia memilih berlibur ke luar negeri karena harga tiket yang dinilai lebih murah.
Nereka juga ada yang rela transit di negara tetangga sebelum kembali ke kampung halaman demi mendapatkan harga tiket yang lebih murah.
Namun, baru-baru ini, muncul perdebatan di platform media sosial X yang mengungkapkan bahwa harga tiket pesawat internasional tidak selalu lebih murah dibandingkan tiket domestik.
Salah satu warganet di X mengungkapkan bahwa harga tiket pesawat dari Padang ke Kuala Lumpur bisa mencapai Rp3 juta pada periode Lebaran.
“Yang teriak-teriak di luar selalu lebih murah mana? Di domestik naik karena biayanya naik dan TBA-nya rendah sekali,” tulis akun @GerryS.
Menanggapi hal ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama, Nia Niscaya, memberikan klarifikasi.
Menurutnya, mahal atau murahnya tiket pesawat tidak hanya dipengaruhi oleh jenis perjalanan, baik domestik maupun internasional, tetapi juga oleh berbagai faktor lainnya.
Nia menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti harga avtur, waktu pembelian tiket, ketersediaan jadwal penerbangan, jumlah pesawat, dan jumlah kursi penumpang memainkan peran penting dalam menentukan harga tiket.
“Waktu beli, waktu berlibur, dan kelas yang dibeli, semua itu ikut menentukan harga tiket,” kata Nia.
Ia juga menekankan pentingnya konsumen memahami variasi harga tiket yang dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut, sehingga tidak ada kesalahpahaman mengenai perbedaan harga antara tiket domestik dan internasional.

Comments