Batam – Dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan traveling dalam negeri semakin meningkat popularitasnya. Salah satu fenomena yang turut meramaikan tren ini adalah menjamurnya open trip.

Secara sederhana, open trip memungkinkan Anda untuk berbagi tempat wisata dengan orang lain. Beberapa agen tur menetapkan kuota minimal untuk satu kali open trip, sementara yang lain lebih fleksibel dan tetap berjalan meski dengan jumlah peserta sedikit.

Dalam open trip, Anda akan digabung dengan pelancong lain untuk menjelajahi suatu tempat. Itinerary sudah ditentukan dengan jelas, termasuk jadwal keberangkatan, kepulangan, dan agenda selama berada di destinasi.

Kebijakan open trip bisa berbeda antara satu agen tur dengan yang lain. Namun, apa saja kelebihan dan kekurangan dari mengikuti open trip? Simak ulasan berikut untuk pertimbangan Anda.

Kelebihan Ikut Open Trip

Menghemat biaya menjadi salah satu godaan utama untuk ikut open trip.

“Jika trip ke pantai dan orangnya sedikit, jadi nggak perlu pusing-pusing mikir sewa kapal karena pasti mahal,” tutur Yuli, seorang peserta yang sudah mengikuti beberapa open trip.

Senada dengan Yuli, Ishak, founder Nadif Tour Travel Batam, salah satu agen tur yang menyediakan jasa open trip di Batam, menyebut open trip sebagai alternatif untuk menekan budget perjalanan.

Selain itu, open trip bisa menjadi alternatif bagi Anda yang tidak punya teman traveling. Mengingat Anda akan bertemu pelancong lain selama perjalanan.

“Nggak ribet juga karena semua sudah diurus,” tambah Yuli.

Ishak menambahkan, tujuan perjalanan sudah dipelajari lebih dulu. Sehingga selain aman, ketepatan waktu untuk melihat semua tempat yang ada di jadwal hampir bisa dijamin.

Praktis dan cukup murah bagi Anda yang tidak bepergian dalam grup besar menjadi alasan open trip diminati oleh banyak pelancong.

“Tapi, semua balik lagi pada keinginan masing-masing. Mau yang mana,” kata Ishak

Kekurangan Ikut Open Trip

Walau kelebihannya menggiurkan, ada beberapa kekurangan yang harus Anda pertimbangkan sebelum ikut open trip. Karena bergabung dengan orang lain yang tidak Anda kenal, mood perjalanan bisa sangat tentatif.

“Kalau partner traveling nggak asyik, itu ngaruh ke sekitar,” kata Yuli.

Waktu untuk jelajah sendiri juga berkurang karena ada jadwal yang harus ditepati. “Nggak bisa leyeh-leyeh lama karena semuanya harus sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” tambahnya.

Ishak juga mengingatkan bahwa dengan menjamurnya open trip, banyak oknum agen tur nakal yang menipu para pelancong.

“Liburan tidak dapat, duit hilang. Ada yang murah, tapi fasilitas seadanya. Akhirnya tidak sesuai ekspektasi,” ujarnya.

Apalagi, siapa saja sekarang bisa membuka jasa open trip. “Hanya modal tahu lokasi, fasilitas, dan kontak infrastruktur di lokasi. Biasa yang baru-baru (agen tur) buka harga murah dibanding harga standar yang lain,” sambungnya.

Ishak menyarankan agar Anda yang akan ikut open trip harus selektif dan cerdas memilih agen tur.
“Cari yang punya rekam jejak, rekomendasi dari kerabat, kantor, dan lain-lain. Selalu baca detail, including, excluding, dan itinerary yang ditawarkan, atau booking dari market place trip yang terpercaya,” tuturnya. (*/dr)