BATAM – Mulai 1 Mei 2025, pelaku perjalanan asing yang hendak masuk ke Thailand diwajibkan untuk mengisi dokumen digital TM6 atau Digital Arrival Card. Hal ini berlaku bagi wisatawan yang tiba melalui jalur udara, darat, dan pelabuhan laut, dengan tujuan untuk meningkatkan sistem pelacakan perjalanan wisatawan selama mereka berada di Thailand.

Dokumen TM6 digital ini tidak memerlukan biaya tambahan dan pelaku perjalanan asing wajib mencantumkan informasi pribadi serta detail perjalanan mereka, termasuk paspor dan alamat selama berada di Thailand.

Sebelumnya, pengisian dokumen TM6 ditangguhkan sementara dari pertengahan April 2024 hingga April 2025, namun mulai Mei 2025, versi digital akan diberlakukan.

Sekretaris Permanen Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand, Natthriya Thaweevong, mengonfirmasi bahwa langkah ini akan melibatkan pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan terkait, seperti Kementerian Luar Negeri Thailand, Otoritas Pariwisata Thailand, maskapai penerbangan, hotel, dan agen perjalanan wisata untuk mensosialisasikan pengisian dokumen ini kepada wisatawan asing.

Dilansir dari Bangkok Post, tujuan utama penerapan dokumen TM6 digital ini adalah untuk melacak wisatawan yang berada di Thailand, serta meningkatkan rasa percaya wisatawan asing terkait keamanan selama perjalanan mereka.

Langkah ini dianggap penting mengingat beberapa kejadian yang telah mengganggu persepsi keamanan, seperti kasus hilangnya aktor China Wang Xing yang ditemukan di perbatasan Thailand-Myanmar setelah dilaporkan hilang setibanya di Bangkok.

Selain itu, Thailand saat ini berupaya memperbaiki citra negara di mata wisatawan asing, terutama setelah sejumlah penerbangan charter dari China ke Thailand dibatalkan, yang mengindikasikan adanya penurunan minat wisatawan China.

Pemerintah Thailand berharap dengan penerapan sistem dokumen digital ini, bisa menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pelaku perjalanan asing yang berkunjung ke Negeri Gajah Putih. (dr)

Sumber: kompas