TANJUNGPINANG – Jika berkunjung ke Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, nama Pulau Penyengat hampir pasti masuk dalam daftar destinasi yang wajib dikunjungi. Pulau kecil yang berada sekitar dua kilometer dari pusat Kota Tanjungpinang ini bukan hanya terkenal karena keindahan dan kemegahan Masjid Raya Sultan Riau, tetapi juga menyimpan sejarah besar yang turut membentuk identitas bangsa Indonesia.

Tak banyak yang tahu, Pulau Penyengat pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga sekaligus tempat lahirnya karya sastra Melayu yang menjadi cikal bakal Bahasa Indonesia.

Baca juga: Tren Wisata 2026: AI Kini Jadi Travel Agent Pribadi, Destinasi Hidden Gems Makin Diburu

Asal Usul Nama Pulau Penyengat

Di balik namanya yang unik, tersimpan sebuah legenda yang masih diceritakan turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Pada masa lampau, pulau ini dikenal sebagai tempat persinggahan para pelaut yang mencari persediaan air tawar sebelum melanjutkan pelayaran. Namun suatu ketika, sekelompok pelaut dikisahkan diserang oleh ratusan serangga berbisa saat mengambil air di pulau tersebut karena melanggar pantangan yang berlaku.

Sejak saat itulah pulau ini dikenal dengan nama Pulau Penyengat.

Baca juga: Liburan Ala Maldives Tanpa Terbang Jauh, Rawa Island Johor Jadi Destinasi Favorit Baru Wisatawan Kepri

Pulau yang Pernah Menjadi Mahar Kerajaan

Mengungkap Sejarah Pulau Penyengat, Destinasi Wisata Religi dan Budaya Terpopuler di Kepri

Di pulau ini tersimpan sejarah Melayu (ilustrasi pulau penyengat)

Sejarah Pulau Penyengat semakin menarik ketika dikaitkan dengan kisah cinta dan politik kerajaan Melayu.

Pada tahun 1803, Sultan Mahmud Syah dari Kesultanan Johor-Riau memindahkan pusat pertahanan ke pulau ini. Tak lama kemudian, Pulau Penyengat diberikan sebagai mas kawin atau mahar kepada Engku Putri Raja Hamidah.

Sejak saat itu, pulau ini berkembang pesat menjadi kawasan permukiman, pusat pemerintahan, serta benteng pertahanan penting bagi Kesultanan Riau-Lingga.

Pusat Peradaban Melayu dan Cikal Bakal Bahasa Indonesia

Pulau Penyengat bukan hanya memiliki peran strategis dalam pemerintahan, tetapi juga menjadi pusat perkembangan intelektual dan kebudayaan Melayu.

Di pulau inilah para pujangga Melayu menghasilkan berbagai karya sastra yang berpengaruh hingga saat ini. Salah satu tokoh paling terkenal adalah Raja Ali Haji, pahlawan nasional yang menulis Gurindam Dua Belas dan menyusun kitab tata bahasa Melayu.

Karya-karya Raja Ali Haji kemudian menjadi fondasi penting dalam perkembangan Bahasa Melayu yang kelak diangkat menjadi Bahasa Indonesia.

Karena peran besarnya dalam perkembangan bahasa dan sastra Melayu, Pulau Penyengat sering disebut sebagai salah satu tempat lahirnya Bahasa Indonesia.

Masjid Sultan Riau yang Dibangun dengan Putih Telur

Salah satu ikon utama Pulau Penyengat adalah Masjid Raya Sultan Riau yang berdiri megah dengan warna kuning dan hijau khas Melayu.

Masjid yang dibangun pada tahun 1832 ini memiliki keunikan tersendiri. Konon, bahan perekat dindingnya menggunakan campuran putih telur, kapur, dan tanah liat sehingga tetap kokoh hingga sekarang.

Arsitektur masjid yang indah menjadikannya salah satu destinasi wisata religi paling populer di Kepulauan Riau.

Jejak Kejayaan Kesultanan yang Masih Terawat

Hingga kini, Pulau Penyengat masih menyimpan berbagai peninggalan sejarah yang menjadi bagian dari Kawasan Cagar Budaya Nasional.

Beberapa situs bersejarah yang dapat dikunjungi antara lain:

Makam Raja Ali Haji dan Tokoh Kesultanan

Mengungkap Sejarah Pulau Penyengat, Destinasi Wisata Religi dan Budaya Terpopuler di Kepri

Makam Raja Ali Haji (foto dennirisman)

Kompleks makam ini menjadi tempat peristirahatan terakhir sejumlah tokoh penting Melayu seperti Raja Ali Haji, Engku Putri Raja Hamidah, dan Raja Haji Fisabilillah.

Benteng Bukit Kursi

Benteng pertahanan ini masih menyimpan meriam-meriam kuno yang dahulu digunakan untuk menjaga wilayah perairan dari serangan musuh.

Istana Kantor

Bangunan bersejarah ini merupakan bekas pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga yang menjadi saksi perjalanan panjang kerajaan Melayu di kawasan ini.

Destinasi Wisata Sejarah yang Wajib Dikunjungi

Bagi wisatawan yang menyukai wisata sejarah, budaya, dan religi, Pulau Penyengat merupakan destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda. Dalam satu perjalanan, pengunjung dapat menikmati keindahan alam, mengenal sejarah kerajaan Melayu, hingga menelusuri jejak lahirnya Bahasa Indonesia.

Tak heran jika Pulau Penyengat menjadi salah satu destinasi unggulan di Kepulauan Riau yang selalu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

Jika Anda berencana berkunjung ke Tanjungpinang, jangan lewatkan kesempatan menjelajahi Pulau Penyengat dan menyaksikan langsung jejak kejayaan peradaban Melayu yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Nadif Travel Batam siap membawa anda menjelajahi Pulau Penyengat. (dr)