BATAM – Penggunaan koper listrik atau airwheel semakin populer di seluruh dunia. Tetapi jangan sekali-kali membawanya ketika anda liburan ke Jepang. Kenapa?
Seperti diketahui koper listrik menjadi tren karena kemudahannya saat perjalanan di bandara. Airwheel berfungsi seperti mini scooter yang dapat dinaiki.
Namun, di balik kenyamanan yang ditawarkan, terdapat sejumlah risiko dan tantangan.Terutama terkait keselamatan dan kepatuhan terhadap peraturan setempat.
Di Jepang, peraturan mengenai penggunaan airwheel cukup ketat. Pada akhir Juli, seorang turis asal China ditangkap di Osaka karena mengendarai airwheel di trotoar.
Menurut aturan yang berlaku, hanya mereka yang memiliki surat izin mengemudi (SIM) sah yang diperbolehkan menggunakan airwheel di tempat umum. Bahkan, sejak awal Agustus 2024, sejumlah bandara di Jepang telah mulai memberlakukan larangan penggunaan airwheel bagi para turis.
Selain aspek legal, airwheel juga memiliki beberapa kekurangan jika digunakan selama traveling.
Beratnya yang minimal 8 kg tanpa isi membuatnya kurang praktis, terutama karena kapasitas penyimpanannya yang terbatas.
Komponen baterai yang digunakan pada airwheel juga tidak selalu diperbolehkan oleh maskapai penerbangan. Regulasi terkait penggunaannya bervariasi di setiap bandara.
Secara keseluruhan, meskipun airwheel merupakan inovasi menarik, ada banyak pertimbangan yang perlu diperhatikan sebelum menggunakannya di Jepang. Baik dari segi legalitas, keselamatan, hingga efisiensi dalam perjalanan.
Untuk memastikan liburan Anda lebih aman dan nyaman, disarankan untuk tidak membawa atau menggunakan airwheel selama berada di Jepang. (*/dr)

Comments