BATAM – Masjid Tanwirun Naja atau yang lebih populer dengan sebutan Masjid Tanjak Batam kini menjadi salah satu destinasi wisata religi yang menarik perhatian wisatawan.

Lokasinya yang berada di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam membuat masjid ini mudah terlihat oleh siapa saja yang datang ke Kota Batam. Tak hanya populer di kalangan wisatawan lokal dan nusantara, Masjid Tanjak juga mulai dikenal oleh wisatawan mancanegara, terutama dari Malaysia.

Baca juga: Mau Liburan ke Luar Negeri? Ini 5 Negara dengan Proses Visa yang Relatif Mudah untuk Paspor Indonesia

Bentuk bangunannya yang unik menjadi daya tarik utama. Berbeda dengan kebanyakan masjid yang menggunakan kubah bulat, Masjid Tanwirun Naja tampil dengan desain atap menyerupai tanjak, penutup kepala tradisional pria Melayu.

Namun, tahukah kamu bagaimana asal-usul Masjid Tanjak Batam dan apa makna di balik namanya?

Diresmikan Tahun 2022, Jadi Ikon Baru di Kawasan Bandara Hang Nadim

Masjid Tanwirun Naja merupakan salah satu bangunan ikonik yang dibangun di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Pembangunan masjid ini merupakan inisiatif Badan Pengusahaan atau BP Batam sebagai bagian dari pengembangan kawasan sekaligus upaya memperkuat identitas budaya Melayu di Batam.

Baca juga: Dari Barang Branded hingga Cokelat, Ini 7 Tempat Belanja Murah di Johor Bahru

Proses pembangunan dimulai pada tahun 2021 dengan peletakan batu pertama dan pembangunan fisik masjid di kawasan strategis dekat bandara.

Setelah melalui proses pembangunan sekitar satu tahun, masjid tersebut mulai rampung pada pertengahan 2022.

Masjid Tanwirun Naja kemudian pertama kali dibuka untuk masyarakat saat pelaksanaan Shalat Jumat perdana pada 17 Juni 2022.

Tak lama setelah itu, tepat pada 24 Juni 2022, Masjid Tanwirun Naja diresmikan secara resmi dan mulai menjadi salah satu fasilitas publik sekaligus destinasi wisata religi baru di Batam.

Arti Nama Tanwirun Naja, Bukan Sekadar Nama Biasa

Nama Tanwirun Naja ternyata memiliki makna yang cukup mendalam.

Nama tersebut diusulkan oleh Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia atau MUI Kota Batam.

Secara makna, Tanwirun Naja berarti “Penerang Keselamatan”.

Nama ini menjadi simbol harapan agar masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi sumber penerang dan membawa kebaikan bagi masyarakat serta para pendatang yang tiba di Kota Batam.

Lokasinya yang berada di kawasan Bandara Hang Nadim juga memiliki makna tersendiri.

Masjid ini seakan menjadi salah satu bangunan yang menyambut wisatawan dan pengunjung saat tiba di Batam.

Kenapa Disebut Masjid Tanjak?

Meski memiliki nama resmi Masjid Tanwirun Naja, masyarakat lebih mengenalnya sebagai Masjid Tanjak Batam.

Sebutan tersebut muncul karena desain arsitektur bangunannya yang sangat khas.

Bagian atap masjid dibuat menyerupai bentuk tanjak, yaitu penutup kepala tradisional yang biasa digunakan oleh kaum pria dalam budaya Melayu.

Tanjak bukan sekadar aksesori tradisional.

Dalam kebudayaan Melayu, tanjak memiliki filosofi yang berkaitan dengan kewibawaan, kehormatan, kebijaksanaan dan identitas.

Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam desain arsitektur Masjid Tanwirun Naja.

Hasilnya, masjid ini memiliki karakter visual yang berbeda dibandingkan bangunan masjid pada umumnya.

Tanpa Kubah Bulat, Bentuknya Justru Jadi Daya Tarik Wisatawan

Salah satu hal yang paling mencuri perhatian dari Masjid Tanjak adalah bentuk atapnya.

Jika kebanyakan masjid identik dengan kubah besar berbentuk setengah lingkaran, Masjid Tanwirun Naja justru tampil dengan atap melengkung dan runcing yang menyerupai lipatan tanjak Melayu.

Desain tersebut membuat bangunan ini terlihat unik dan modern, tetapi tetap kuat menampilkan identitas budaya lokal Kepulauan Riau.

Karakter visual masjid semakin menonjol dengan kombinasi warna kuning kunyit dan biru dongker.

Di bagian puncak bangunan juga terdapat lambang bulan dan bintang yang semakin memperkuat identitasnya sebagai rumah ibadah umat Islam.

Tak heran jika Masjid Tanjak kini sering menjadi lokasi berfoto bagi wisatawan yang datang ke Batam.

Populer sebagai Destinasi Wisata Religi Batam

Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Masjid Tanwirun Naja kini juga menjadi salah satu destinasi wisata religi yang menarik untuk dikunjungi.

Lokasinya yang strategis membuat wisatawan dapat dengan mudah mampir sebelum atau setelah melakukan perjalanan melalui kawasan Bandara Hang Nadim.

Keunikan arsitekturnya juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari Malaysia yang memiliki kedekatan budaya dengan masyarakat Melayu di Kepulauan Riau.

Bagi wisatawan, berkunjung ke Masjid Tanjak bukan hanya soal menikmati keindahan bangunan.

Tempat ini juga menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana unsur budaya Melayu diterapkan dalam sebuah bangunan modern.

Masjid Tanjak, Simbol Budaya Melayu di Pintu Masuk Batam

Kehadiran Masjid Tanwirun Naja memperlihatkan bahwa sebuah bangunan ibadah juga dapat menjadi bagian dari pengembangan pariwisata daerah.

Dengan bentuk arsitektur yang terinspirasi dari tanjak Melayu, masjid ini berhasil menjadi salah satu landmark baru di kawasan Bandara Hang Nadim Batam.

Kini, ketika berbicara tentang wisata religi di Batam, nama Masjid Tanjak menjadi salah satu destinasi yang semakin sering masuk dalam daftar kunjungan wisatawan.

Jadi, jika kamu sedang berlibur ke Batam atau memiliki waktu sebelum penerbangan dari Bandara Hang Nadim, tak ada salahnya mampir ke Masjid Tanwirun Naja.

Selain beribadah, kamu juga bisa menikmati salah satu karya arsitektur unik yang memadukan nilai religius, budaya Melayu dan wajah modern Kota Batam.

Dari kejauhan mungkin terlihat seperti bangunan biasa. Namun ketika melihat bentuk atapnya, kamu akan langsung tahu kenapa masjid ini dijuluki Masjid Tanjak—ikon wisata religi Batam yang menyimpan filosofi Melayu di setiap desainnya. (dr)