BATAM – Jembatan Barelang sudah lama menjadi salah satu ikon wisata paling terkenal di Kota Batam, Kepulauan Riau. Hampir setiap wisatawan yang datang ke Batam rasanya belum lengkap jika belum berfoto dengan latar Jembatan Barelang yang megah.

Namun, tahukah kamu? Selama ini banyak orang hanya mengenal Jembatan Barelang 1, Jembatan Barelang 2, hingga Jembatan Barelang 6. Padahal, masing-masing jembatan dalam rangkaian megah tersebut ternyata sudah memiliki nama resmi yang diambil dari tokoh dan raja Melayu.

Baca juga: Bukan Sekadar Jalan Tua, Song Wat Road Jadi Kawasan Paling Estetik di Bangkok

Bukan hanya itu, sejarah pembangunan Jembatan Barelang juga menyimpan cerita besar tentang ambisi pengembangan Batam dan kemampuan para insinyur Indonesia.

Jembatan Barelang, Ikon Wisata Batam yang Jadi Simbol Kemajuan

Jembatan Barelang sebenarnya bukan hanya satu jembatan. Nama Barelang merujuk pada rangkaian enam jembatan yang menghubungkan sejumlah pulau di wilayah selatan Batam.

Istilah Barelang sendiri merupakan singkatan dari tiga pulau utama, yaitu Batam, Rempang, dan Galang.

Rangkaian jembatan ini menghubungkan Pulau Batam, Tonton, Nipah, Setokok, Rempang, Galang hingga Galang Baru. Kehadirannya membuka akses darat menuju pulau-pulau yang sebelumnya lebih sulit dijangkau.

Baca juga: Mau ke Penang Hill? Hindari Tanggal Ini, Kereta Bukit Bendera Akan Ditutup

Kini, kawasan Barelang berkembang menjadi salah satu jalur wisata favorit. Pengunjung bisa menikmati perjalanan dengan panorama laut, pulau-pulau kecil, kawasan pesisir, hingga berbagai tempat kuliner dan destinasi wisata di sepanjang jalur Batam-Rempang-Galang.

Diprakarsai B.J. Habibie Sejak Tahun 1992

Pembangunan Jembatan Barelang dimulai pada Juli 1992 dan berlangsung hingga Januari 1998.

Megaproyek tersebut diprakarsai oleh Bacharuddin Jusuf Habibie atau B.J. Habibie, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Ketua Otorita Batam.

Pembangunan jembatan ini bukan sekadar untuk mempermudah perjalanan antarpulau.

Ada sejumlah tujuan besar di balik proyek tersebut, di antaranya memperluas kawasan pengembangan Otorita Batam, membuka koridor ekonomi baru di wilayah selatan Batam, serta mendorong pengembangan kawasan industri terpadu.

Jembatan Barelang juga menjadi semacam laboratorium lapangan bagi para ahli dan insinyur Indonesia untuk mengembangkan serta menguji berbagai teknologi konstruksi.

Dibangun Enam Tahun dengan Anggaran Rp400 Miliar

Pembangunan seluruh rangkaian Jembatan Barelang memakan waktu sekitar enam tahun.

Total anggaran proyek disebut mencapai sekitar Rp400 miliar dan didanai melalui anggaran Otorita Batam.

Salah satu hal yang membuat proyek ini begitu membanggakan adalah keterlibatan ratusan insinyur Indonesia dalam proses perancangan dan pembangunannya.

Rangkaian jembatan tersebut menggunakan berbagai tipe konstruksi. Dengan demikian, proyek Barelang menjadi bukti kemampuan tenaga ahli Indonesia dalam membangun infrastruktur dengan teknologi yang beragam.

Ini Nama Asli 6 Jembatan Barelang yang Jarang Diketahui

Nah, ini dia fakta yang mungkin belum diketahui banyak wisatawan.

Setiap jembatan dalam rangkaian Barelang ternyata memiliki nama sendiri. Nama-nama tersebut diambil dari tokoh, raja dan pahlawan yang memiliki hubungan dengan sejarah Melayu.

1. Jembatan Tengku Fisabilillah, Jembatan Barelang 1

Inilah jembatan yang paling terkenal dan paling sering muncul dalam foto wisatawan.

Jembatan Tengku Fisabilillah menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Tonton. Jembatan ini memiliki panjang sekitar 642 meter dan menggunakan konstruksi cable-stayed.

Karena bentuknya yang megah dengan dua menara tinggi, Jembatan Tengku Fisabilillah menjadi landmark utama Batam.

Banyak orang menyebutnya sebagai Jembatan Barelang 1.

2. Jembatan Nara Singa, Jembatan Barelang 2

Setelah melewati Jembatan Tengku Fisabilillah, perjalanan berlanjut menuju Jembatan Nara Singa.

Jembatan ini menghubungkan Pulau Tonton dengan Pulau Nipah dengan panjang sekitar 420 meter.

Struktur yang digunakan adalah tipe balanced cantilever, salah satu teknologi konstruksi yang menjadi bagian dari pengembangan kemampuan insinyur Indonesia saat proyek Barelang dibangun.

3. Jembatan Raja Ali Haji, Jembatan Barelang 3

Jembatan berikutnya adalah Jembatan Raja Ali Haji yang menghubungkan Pulau Nipah dengan Pulau Setokok.

Jembatan sepanjang sekitar 270 meter ini menggunakan struktur segmental box girder.

Namanya diambil dari Raja Ali Haji, tokoh Melayu yang dikenal sebagai sastrawan dan pencipta karya besar Gurindam Dua Belas.

4. Jembatan Sultan Zainal Abidin, Jembatan Barelang 4

Jembatan Barelang keempat bernama Jembatan Sultan Zainal Abidin.

Jembatan ini menghubungkan Pulau Setokok dengan Pulau Rempang dan memiliki panjang sekitar 365 meter.

Sama seperti Jembatan Nara Singa, struktur yang digunakan adalah tipe balanced cantilever.

5. Jembatan Tuanku Tambusai, Jembatan Barelang 5

Jembatan kelima menghubungkan Pulau Rempang dengan Pulau Galang.

Namanya adalah Jembatan Tuanku Tambusai, dengan panjang sekitar 385 meter.

Jembatan ini memiliki desain berbeda karena menggunakan konstruksi arch bridge atau jembatan busur beton.

Bentuknya menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam perjalanan menuju kawasan Galang.

6. Jembatan Raja Kecik, Jembatan Barelang 6

Jembatan terakhir dalam rangkaian Barelang adalah Jembatan Raja Kecik.

Jembatan ini menghubungkan Pulau Galang dengan Pulau Galang Baru dan memiliki panjang sekitar 180 meter.

Meski ukurannya lebih pendek dibandingkan jembatan lainnya, Jembatan Raja Kecik tetap menjadi bagian penting dari jalur penghubung Batam, Rempang dan Galang.

Lebih dari Sekadar Tempat Foto

Bagi wisatawan, Jembatan Barelang mungkin identik dengan lokasi berfoto dan menikmati panorama laut.

Namun di balik kemegahannya, rangkaian enam jembatan tersebut menyimpan sejarah besar tentang pembangunan Batam, pengembangan pulau-pulau di sekitarnya, serta kemampuan teknologi konstruksi Indonesia.

Jadi, kalau selama ini kamu hanya mengenalnya sebagai Jembatan Barelang 1 atau Jembatan Barelang 2, kini saatnya mengenal nama aslinya.

Mulai dari Tengku Fisabilillah, Nara Singa, Raja Ali Haji, Sultan Zainal Abidin, Tuanku Tambusai hingga Raja Kecik, enam jembatan ini bukan hanya penghubung antarpulau.

Jembatan Barelang adalah jejak sejarah, simbol kemajuan Batam, sekaligus salah satu landmark paling ikonik di Kepulauan Riau. (dr)