Batam – Merencanakan liburan ke luar negeri memerlukan persiapan yang matang, tidak hanya dalam hal itinerary tetapi juga dari segi keuangan. Banyak negara yang mewajibkan wisatawan menunjukkan bukti saldo tabungan sebagai bagian dari persyaratan masuk.
Berikut adalah lima negara yang menerapkan kebijakan ini:
Thailand
Meskipun Thailand merupakan negara bebas visa untuk wisatawan Indonesia, pengunjung tetap harus menunjukkan bukti finansial saat memasuki negara tersebut.
Meskipun tidak ada angka resmi dari imigrasi Thailand, sumber menyarankan membawa minimal THB 15.000 (sekitar Rp 6,5 juta). Selain itu, wisatawan harus menunjukkan paspor yang masih berlaku minimal enam bulan, tiket pulang, dan pemesanan hotel.
Jepang (Rp 1 Juta per Hari)
Jepang tidak menetapkan jumlah minimal tabungan secara spesifik, namun disarankan untuk menyiapkan minimal satu juta rupiah per hari selama berada di negara tersebut. Petugas kedutaan akan meminta fotokopi buku tabungan tiga bulan terakhir sebagai bukti kecukupan dana.
Korea Selatan (Rp 6 Juta)
Di Korea Selatan, pengunjung harus menyertakan buku tabungan tiga bulan terakhir. Meskipun tidak ada patokan jumlah pasti, disarankan agar saldo tabungan setara dengan dua kali perkiraan pengeluaran per hari. Sebagai contoh, jika rencana pengeluaran sehari adalah satu juta rupiah, maka siapkan tabungan sekitar enam juta rupiah.
Inggris (Rp 236 Juta)
Bagi turis atau pelajar yang ingin mengunjungi Inggris, diperlukan bukti saldo tabungan yang cukup. Turis asing disarankan untuk memiliki saldo tabungan minimal GBP 12.000 (sekitar Rp 236 juta) untuk menutupi biaya hidup selama berada di Inggris.
Australia (Rp 5 Juta)
Untuk berkunjung ke Australia, wisatawan disarankan memiliki dana minimal satu juta rupiah per hari. Jika berencana tinggal selama lima hari, siapkan sekitar lima juta rupiah di tabungan, dengan rekomendasi menyiapkan lebih untuk memastikan kecukupan dana.
Bagi Anda yang berencana mengunjungi negara-negara tersebut, pastikan untuk memeriksa persyaratan visa dan keuangan yang diperlukan sebelum berangkat.
Kebijakan dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga penting untuk selalu memperbarui informasi terbaru dari kedutaan masing-masing negara. (*/dr)
Sumber: tempo

Comments