BATAM – Batam kembali menyiapkan sebuah atraksi budaya yang menarik untuk masuk dalam agenda wisatawan pada September 2026. Pawai Khitong dan Budaya Nusantara Batam-Kepri 2026 akan menghadirkan perpaduan tradisi Tionghoa dengan beragam seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
Bukan sekadar pawai jalanan, gelaran yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 27 September 2026, ini akan menjadi panggung terbuka yang mempertemukan masyarakat, pelaku seni, komunitas budaya, hingga wisatawan dalam satu perayaan penuh warna.
Baca juga: Welcome to Batam: Landmark Ikonik di Bukit Clara yang Jadi Sambutan Pertama Wisatawan
Bagi wisatawan yang sedang mencari event budaya di Batam, agenda ini menawarkan pengalaman berbeda. Pengunjung dapat menyaksikan atraksi Khitong sekaligus menikmati pertunjukan budaya Melayu, Minang, Dayak, Reog Ponorogo, pencak silat, hingga kesenian dari kawasan Nusa Tenggara dan Indonesia timur.
Baca juga: Mau ke Singapura dari Batam? Ini Jadwal Ferry September 2026 dan Harga Terbarunya
60 Peserta Khitong Siap Ramaikan Batam
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan keberagaman budaya merupakan salah satu kekuatan yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik pariwisata.
“Batam memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, berbilang bangsa. Ketika berbagai komunitas tampil bersama dalam satu kegiatan, ini menjadi daya tarik luar biasa tidak hanya bagi warga lokal, tetapi juga wisatawan,” ujar Ardiwinata dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, pariwisata modern tidak hanya mengandalkan destinasi fisik. Pertunjukan seni, festival, serta interaksi langsung dengan budaya masyarakat semakin penting untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang berkesan.
Pada Pawai Khitong Batam 2026, sebanyak 60 peserta Khitong dari dalam dan luar negeri dijadwalkan ambil bagian.
Mereka akan tampil berdampingan dengan sekitar 10 kelompok seni Nusantara, sehingga wisatawan bisa menyaksikan beragam karakter budaya Indonesia dalam satu rangkaian acara.
Catat Waktunya! Pawai Dimulai Sore hingga Malam
Buat wisatawan yang ingin menyaksikan langsung kemeriahan acara, pawai dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.30 hingga 22.30 WIB.
Rute pawai akan dimulai dari kawasan depan Cardinal Lucky Star Hotel, kemudian bergerak melewati koridor ekonomi kota menuju kawasan Martabak Har atau sekitar Sarijaya Hotel.
Dengan waktu pelaksanaan hingga malam, pengunjung tidak hanya bisa menikmati pawai pada sore hari, tetapi juga melanjutkan aktivitas hingga rangkaian hiburan malam.
Khitong, Identitas Budaya yang Ingin Dikenalkan dari Batam
Salah satu hal menarik dalam penyelenggaraan tahun ini adalah penggunaan istilah Khitong.
Istilah tersebut menggantikan penyebutan Tatung yang digunakan pada penyelenggaraan sebelumnya.
Ketua Pelaksana Pawai Khitong dan Budaya Nusantara Batam-Kepri 2026, Susanto Theodolite, mengatakan perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun identitas budaya yang lebih lekat dengan Batam dan Kepulauan Riau.
Menurut Susanto, istilah Tatung selama ini lebih kuat diasosiasikan dengan Singkawang, Kalimantan Barat.
“Kalau kita bicara Tatung, ingatan publik langsung tertuju pada Singkawang, Kalimantan Barat. Lebih bijak jika kita membentuk identitas sendiri. Begitu orang mendengar kata Khitong, mereka akan langsung teringat Batam,” tegasnya.
Bagi wisatawan, perubahan nama tersebut membuat gelaran ini memiliki cerita tersendiri. Festival bukan hanya menghadirkan pertunjukan, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun identitas budaya lokal.
Dari Melayu hingga Reog Ponorogo, Budaya Nusantara Bertemu
Daya tarik utama Pawai Khitong 2026 terletak pada konsep kolaborasinya.
Selain tradisi Tionghoa, pengunjung akan disuguhi berbagai kesenian Nusantara. Budaya Melayu, Minang, Dayak, Reog Ponorogo, pencak silat, serta tarian dari Nusa Tenggara dan kawasan Indonesia timur akan hadir dalam satu rangkaian perayaan.
Konsep tersebut membuat acara ini menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal keberagaman budaya Indonesia di Batam tanpa harus mengunjungi banyak daerah.
Suasana pawai juga diproyeksikan menjadi pengalaman visual yang kuat, dengan peserta budaya dan komunitas bergerak menyusuri salah satu koridor kota.
Malam Hari Berlanjut ke Mooncake Festival
Kemeriahan tidak berhenti setelah rombongan pawai tiba di titik akhir.
Pada malam harinya, acara akan dilanjutkan dengan Mooncake Festival atau Festival Kue Bulan yang dikemas dengan konsep Nusantara.
Wisatawan dapat menikmati bazar kuliner, hiburan musik dan artis, pertunjukan budaya, hingga kembang api.
Perpaduan pawai budaya dan festival malam tersebut membuat satu hari kunjungan bisa diisi dengan berbagai aktivitas, mulai dari menyaksikan atraksi budaya hingga berburu kuliner.
Pawai Khitong Batam Sudah Digelar Sejak 2022
Pawai Khitong bukanlah agenda baru di Kota Batam.
Sekretaris Pelaksana, Edy, menyebut gelaran 2026 menjadi penyelenggaraan ketiga setelah sebelumnya berlangsung pada 2022 dan 2024.
Untuk menjaga nilai historis, prosesi pelepasan peserta akan dimulai dari dua rumah ibadah bersejarah, yakni Vihara Cipta Dharma di Sungai Panas dan Vihara Pekong.
Para peserta kemudian akan menyatu di titik kumpul utama sebelum mengikuti rangkaian pawai.
Bidik Wisatawan Singapura dan Malaysia
Letak Batam yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia membuat festival budaya seperti ini memiliki peluang untuk menarik wisatawan mancanegara.
Panitia bersama Disbudpar Kota Batam menargetkan Pawai Khitong 2026 dapat kembali mendapatkan perhatian wisatawan asing, khususnya dari Singapura dan Malaysia.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, wisatawan serta kreator konten dari negara tetangga turut hadir dan mempublikasikan kemeriahan acara.
Jika dikemas secara konsisten, festival seperti ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat Batam, tetapi juga dapat menjadi salah satu pilihan wisata budaya Batam bagi pelancong yang mencari pengalaman berbeda.
Catatan Wisatawan
Bagi Anda yang berencana liburan ke Batam pada akhir September 2026, Pawai Khitong dan Budaya Nusantara Batam-Kepri dapat menjadi salah satu agenda yang menarik untuk dicatat.
Datang pada sore hari untuk menyaksikan pawai, kemudian lanjutkan malam dengan menikmati Mooncake Festival, kuliner, pertunjukan hiburan, dan suasana perayaan budaya di Batam.
Jadi, jangan hanya datang ke Batam untuk belanja dan kuliner. Pada 27 September 2026, wisatawan juga bisa melihat bagaimana beragam budaya bertemu dalam satu panggung di Kota Batam. (dr)

Comments