BALI – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 segera tiba. Bali kembali bersolek menjadi magnet utama wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menutup tahun dengan pengalaman liburan tak terlupakan.

Di antara deretan destinasi populer Pulau Dewata, Pantai Lovina di Kabupaten Buleleng, Bali Utara, menjadi salah satu rujukan wisata yang kian diburu. Bukan sekadar pantai berpasir hitam dengan panorama menawan, Lovina menawarkan pengalaman langka: menyaksikan lumba-lumba liar muncul dan berenang bebas di laut lepas.

Sales Manager The Lovina Bali, Yetty Meoko, mengungkapkan waktu terbaik untuk bertemu mamalia laut cerdas ini adalah pagi hari.

“Wisatawan harus datang sekitar pukul 06.00 WITA hingga 08.00 WITA dan menggunakan perahu tradisional nelayan untuk melihat lumba-lumba,” ujarnya.

Untuk mengikuti tur, pengunjung dikenakan biaya Rp150 ribu untuk dewasa dan Rp75 ribu untuk anak-anak, belum termasuk pajak. Tarif tersebut sudah mencakup perahu, pelampung keselamatan, serta pengalaman melihat lumba-lumba selama kurang lebih 1,5 jam di tengah laut.

Tak hanya menyaksikan dari kejauhan, wisatawan juga bisa merasakan sensasi berenang di laut dengan cara bergelantungan di sisi perahu saat berjumpa kawanan lumba-lumba. Karena itu, wisatawan disarankan mengenakan pakaian yang nyaman seperti kaus, baju renang, serta sandal anti-air.

Perlu diperhatikan, proses naik perahu dilakukan dari tepi pantai yang licin. Bagi wisatawan yang membawa anak-anak, pastikan kondisi tubuh prima. Pasalnya, kawasan Bali Utara dikenal memiliki udara yang lebih dingin dan sejuk, terutama di pagi hari.

Penggunaan tabir surya (sunscreen) juga sangat dianjurkan demi melindungi kulit dari paparan sinar matahari selama berada di tengah laut.

Keberangkatan lebih pagi memberi bonus tersendiri. Wisatawan bisa menikmati matahari terbit yang berpadu dengan siluet perbukitan hijau dan langit cerah, menciptakan panorama bak lukisan saat lumba-lumba muncul ke permukaan.

Meski demikian, wisatawan perlu bersabar. Kemunculan lumba-lumba sangat bergantung pada posisi mereka yang mendekati pantai. Jumlahnya pun tidak selalu sama. Dibutuhkan sedikit keberuntungan untuk menyaksikan atraksi kawanan besar atau lompatan indah di atas permukaan laut.

Perhatikan Etika Wisata Alam

Yetty Meoko mengingatkan agar wisatawan tetap menjaga etika wisata alam.

“Wisatawan dilarang memberi makan lumba-lumba agar kebiasaan alami mereka mencari makan tidak hilang,” tegasnya.

Selain itu, perahu yang melintas di sekitar kawanan lumba-lumba harus melaju pelan dan tidak mengeraskan suara mesin, guna mencegah stres pada satwa laut tersebut.

“Yang paling penting, jangan membuang sampah dalam bentuk apa pun. Lumba-lumba menyukai laut yang bersih sebagai tempat hidup mereka,” tutup Yetty.

Dengan perpaduan wisata alam, edukasi, dan pengalaman unik, Pantai Lovina menjadi pilihan ideal untuk mengisi libur Nataru 2026 bersama keluarga maupun orang terkasih.

Jika anda tertarik, Travel Batam siap mengantar liburan Nataru anda ke Bali. (dr)

Sumber: msn