JOHOR BAHRU – Kereta Rapid Transit System (RTS) Link yang menghubungkan Johor Bahru, Malaysia, dengan Singapura mulai menjalani uji coba di jalur lintas negara. Namun, kemunculan kereta tersebut di tengah kabut asap tebal menjadi perhatian publik, terutama karena kualitas udara di sejumlah wilayah Johor Bahru dan Singapura dilaporkan berada pada kategori tidak sehat.
Sebuah video berdurasi 18 detik yang memperlihatkan kereta RTS Link melintasi jembatan jalurnya beredar di media sosial. Video tersebut dibagikan pengguna Threads dengan akun @naufalthedylan_ pada 8 Oktober 2026.
Dalam rekaman itu, kereta terlihat melintas di atas jalur penghubung dengan latar belakang kabut asap yang cukup tebal. Kondisi tersebut menambah perhatian terhadap situasi kualitas udara di kawasan Johor Bahru dan Singapura, yang menjadi tujuan favorit wisatawan Indonesia.
Kereta Johor Bahru–Singapura Ditargetkan Beroperasi Februari 2027
Di tengah berlangsungnya uji coba, pengoperasian RTS Link untuk penumpang ditargetkan mulai Februari 2027. Jadwal tersebut mundur sekitar dua bulan dari perkiraan awal.
Baca juga: Mau Liburan Akhir Tahun ke Luar Negeri? Ini 5 Negara dengan Opsi Pengajuan Visa Praktis
Mengutip laporan Channel News Asia pada 2 Oktober 2026, seluruh pengujian sistem dan uji coba ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026. Setelah itu, layanan masih harus memenuhi persyaratan sertifikasi keselamatan independen dan memperoleh persetujuan akhir dari regulator.
RTS Operations (RTSO), perusahaan patungan yang dibentuk Malaysia dan Singapura untuk mengoperasikan layanan tersebut, bertanggung jawab dalam proses persiapan menuju pengoperasian komersial.
Meski sebagian besar pekerjaan infrastruktur di kedua negara telah rampung, kereta belum dapat mengangkut penumpang sebelum seluruh tahapan keselamatan dan persyaratan operasional dinyatakan memenuhi ketentuan.
Perjalanan Johor Bahru–Singapura Hanya Lima Menit
RTS Link menjadi salah satu proyek transportasi lintas negara yang dinantikan masyarakat Malaysia, Singapura, dan wisatawan internasional.
Jalur sepanjang sekitar 4 kilometer ini akan menghubungkan Stasiun Bukit Chagar di Johor Bahru dengan Stasiun Woodlands North di Singapura.
Dengan waktu tempuh sekitar lima menit, layanan tersebut diharapkan dapat mempermudah perjalanan masyarakat yang bekerja, berbisnis, maupun berwisata di kedua negara.
Bagi wisatawan Indonesia yang berlibur ke Johor Bahru, RTS Link berpotensi menjadi pilihan perjalanan alternatif menuju Singapura. Sebaliknya, wisatawan yang menginap di Singapura juga akan lebih mudah menjangkau pusat perbelanjaan, kuliner, dan destinasi wisata di Johor Bahru.
Meski demikian, waktu tempuh lima menit tersebut merupakan durasi perjalanan kereta, bukan keseluruhan waktu perjalanan. Penumpang tetap perlu memperhitungkan proses imigrasi, pemeriksaan dokumen, dan waktu menuju stasiun.
Proyek RTS Link Sempat Tertunda Selama Bertahun-tahun
Pembangunan RTS Link memiliki perjalanan panjang sebelum memasuki tahap akhir persiapan operasional.
Dilansir dari Mothership pada 4 Oktober 2026, proyek ini telah dibahas sejak pertemuan para pemimpin Malaysia dan Singapura pada Mei 2010.
Perjanjian bilateral untuk pembangunan RTS Link kemudian ditandatangani pada Januari 2018. Saat itu, kedua negara menargetkan layanan penumpang mulai beroperasi pada akhir 2024.
Namun, proyek tersebut mengalami perubahan jadwal setelah pergantian pemerintahan Malaysia pada 2018. Peninjauan biaya pembangunan dan kebijakan pengeluaran pemerintah turut memengaruhi kelanjutan proyek.
Pada periode 2021–2025, pembangunan kembali berjalan relatif lancar dengan sejumlah tahapan konstruksi berhasil diselesaikan.
Kereta RTS Link diperkenalkan pada Juni 2025. Memasuki 2026, persiapan akhir terus dilakukan, termasuk kedatangan kereta RTS pertama di Stasiun Woodlands North pada Februari.
Kini, proyek tersebut memasuki tahapan penting berupa penyelesaian pengujian dan sertifikasi keselamatan sebelum layanan penumpang dapat dimulai.
RTS Link Bakal Mempermudah Liburan Lintas Negara
Kehadiran RTS Link diharapkan membuat perjalanan antara Johor Bahru dan Singapura semakin praktis. Dengan waktu tempuh kereta sekitar lima menit, layanan ini berpotensi membantu wisatawan menghemat waktu perjalanan sekaligus membuka peluang untuk menjelajahi destinasi di kedua negara dalam satu rangkaian liburan.
Namun, hingga Oktober 2026, wisatawan masih perlu menunggu kepastian pengoperasian komersial. Selain memantau jadwal resmi RTS Link, kondisi kabut asap juga perlu menjadi pertimbangan sebelum menentukan waktu perjalanan.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai target, Februari 2027 berpotensi menjadi awal babak baru transportasi lintas negara yang menghubungkan Johor Bahru dan Singapura. (dr)
Sumber: kompas

Comments