JAKARTA – Mulai peringatan HUT Jakarta ke-498 pada 22 Juni 2025, warga dan wisatawan ibu kota akan menikmati suasana baru: sepuluh taman ikonik di Jakarta akan dibuka hingga malam hari, bahkan enam di antaranya akan beroperasi selama 24 jam penuh.

Kebijakan ini digagas sebagai bagian dari upaya menjadikan taman kota sebagai ruang publik yang inklusif, aman, dan hidup hingga malam hari.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan bahwa aktivasi taman ini akan membuka peluang baru bagi pelaku UMKM, seniman, budayawan, hingga generasi muda untuk berekspresi.

“Ada 6 taman yang akan kita buka selama 24 jam untuk UMKM, untuk para seniman budayawan tampil, kemudian untuk para Gen Z bisa mengekspresikan diri. Lalu 4 taman lainnya kita buka sampai jam 10 malam,” ujar Rano Karno di Monas, Sabtu (5/4).

Baca juga: Baloga Batu: Surga Bunga, Edukasi Alam, dan Atraksi Seru di Kota Batu

Enam Taman yang Akan Dibuka 24 Jam:

Jakarta Hidup Sampai Malam: 10 Taman Dibuka Lebih Lama, 6 di Antaranya 24 Jam!

Tebet Eco Park akan buka lebih lama hingga 24 jam (dok kompas)

1. Taman Lapangan Banteng
2. Taman Ayodya
3. Tebet Eco Park
4. Taman Langsat
5. Taman Menteng
6. Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

Sementara itu, empat taman lain akan dibuka hingga pukul 22.00 WIB, menghadirkan suasana malam yang nyaman dan aman bagi pengunjung.

Baca juga: 8 Destinasi Wisata Terbaik di Padang Panjang, Kota Serambi Mekah yang Memikat

Ide dari Gubernur Pramono Anung

Program ini merupakan bagian dari visi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang sejak sebelum dilantik telah menyatakan niatnya menjadikan taman kota sebagai ruang rekreasi, ekspresi, dan silaturahmi bagi warga ibu kota.

“Saya akan membuka beberapa taman di Jakarta menjadi tempat untuk rekreasi baru, tempat pertemuan baru, silaturahmi baru, berekspresi baru,” kata Pramono melalui akun Instagram @pramonoanung (24/1).

Guna memastikan kenyamanan dan keamanan, taman-taman tersebut akan dilengkapi dengan CCTV dan pencahayaan yang memadai. Ini dilakukan untuk menghilangkan kekhawatiran masyarakat soal keamanan di malam hari, serta memastikan taman bisa tetap menjadi ruang yang ramah untuk semua kalangan.

Dengan kebijakan ini, Jakarta memberi napas baru pada ruang terbuka hijau. Tidak hanya sebagai tempat rekreasi siang hari, taman-taman ibu kota kini siap menyambut masyarakat dari pagi hingga malam, bahkan sepanjang hari.
Hal ini adalah angin segar bagi warga, pelaku seni, pelaku usaha, hingga wisatawan yang ingin menjelajahi Jakarta dari sisi yang lebih hidup dan humanis. (dr)

Sumber: kumparan