BATAM – Malaysia memasang target ambisius di sektor pariwisata pada 2026 dengan membidik 43 juta kunjungan wisatawan internasional. Dari jumlah tersebut, wisatawan asal Indonesia menjadi salah satu pasar utama dengan target mencapai 4,7 juta kunjungan.
Namun, target tersebut masih berpeluang mengalami penyesuaian. Director of Tourism Malaysia, Hairi Mohd Yakzan, menyebutkan bahwa sejumlah faktor eksternal, termasuk bencana alam yang terjadi di Indonesia, menjadi pertimbangan evaluasi.
“Kita akan revisi sedikit jumlah target turis untuk Indonesia, dan akan dirilis kembali,” ujar Hairi, dikutip tempo.com, Rabu (21/1/2026).
Wisata Keluarga hingga Medis Jadi Andalan
Hairi mengungkapkan, terdapat beberapa segmen utama wisatawan Indonesia yang menjadi fokus Malaysia, mulai dari wisata keluarga, wisata medis dan wellness, kuliner, hingga belanja.
Untuk mencapai target tersebut, Tourism Malaysia menyiapkan sejumlah strategi, salah satunya dengan memperkuat kerja sama bersama online travel agency (OTA) seperti Traveloka dan tiket.com, serta menjajaki kolaborasi dengan maskapai penerbangan.
“Kita baru menjajaki kerja sama dengan Garuda Indonesia sebagai upaya meningkatkan kedatangan pelancong ke Malaysia,” katanya.
320 Event dan Destinasi di Luar Kuala Lumpur
Sepanjang 2026, Malaysia juga akan menggelar 320 event pariwisata, meski detailnya belum diumumkan secara rinci. Selain itu, pemerintah Malaysia berupaya mendistribusikan kunjungan wisatawan ke luar Kuala Lumpur.
Beberapa destinasi yang akan lebih dipromosikan antara lain Pahang, Malaka, dan Johor, yang selama ini kerap kalah pamor dari Kuala Lumpur. Bahkan, kawasan Genting Highlands di Pahang masih sering dianggap bagian dari Kuala Lumpur oleh wisatawan.
“Masih banyak destinasi lain yang tidak kalah menarik untuk dijelajahi,” ujar Hairi.
Ia juga menambahkan bahwa pada 2025, Malaysia memperkenalkan destinasi baru di wilayah utara, seperti Perak, Kedah, Perlis, dan Langkawi.
Fokus Kenyamanan dan Keramahan Wisatawan
Dalam rangka menyukseskan program Visit Malaysia 2026, pemerintah setempat turut meningkatkan kualitas pelayanan melalui modul pelatihan industri pariwisata, terutama terkait keramahan dan kenyamanan wisatawan.
“Ini bukan hanya tanggung jawab Tourism Malaysia, tapi seluruh masyarakat untuk melayani tamu dengan sebaik-baiknya,” tegas Hairi.
Resorts World Genting Gandeng Traveloka dan tiket.com
Upaya meningkatkan pengalaman wisata juga dilakukan oleh pelaku industri. Resorts World Genting di Pahang, misalnya, menggandeng Traveloka dan tiket.com untuk memudahkan wisatawan Indonesia mengakses hotel dan taman hiburan.
Executive Vice President of Sales, Marketing & Public Relations Resorts World Genting, Spencer Lees, mengatakan kerja sama ini bertujuan memberikan kemudahan dan penawaran terbaru secara digital.
“Wisatawan akan mendapatkan penawaran terkini secara online, termasuk rekomendasi perjalanan yang lebih baik,” ujarnya.
Selain theme park dan aktivitas luar ruang, kawasan tersebut juga memperkenalkan glass house terbesar di Malaysia, yang diharapkan menjadi daya tarik baru sekaligus hub untuk menjelajahi destinasi lain di Pahang.
“Sebagai industri perjalanan, semuanya tentang kerja sama. Kita akan menghadirkan lebih banyak promosi,” tutup Spencer. (dr)

Comments