BATAM – Baterai portabel atau power bank selama ini jadi penyelamat utama para traveler, terutama saat bepergian jauh. Namun, kebiasaan mengisi daya gadget di pesawat kini harus diperhatikan lebih serius. Sejumlah maskapai penerbangan Korea resmi melarang penggunaan power bank selama penerbangan.

Mengutip Korea Joongang Daily, kebijakan tegas ini diberlakukan oleh Grup Hanjin, yang menaungi beberapa maskapai besar. Artinya, penumpang dilarang keras menggunakan power bank untuk mengisi daya perangkat elektronik selama berada di dalam pesawat.

Adapun lima maskapai penerbangan di bawah Grup Hanjin yang menerapkan aturan ini adalah Korean Air, Asiana Airlines, Jin Air, Air Busan, dan Air Seoul.

Dipicu Insiden Kebakaran di Pesawat

Larangan ini bukan tanpa alasan. Keputusan tersebut diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran keselamatan penerbangan, terutama setelah insiden kebakaran di pesawat Air Busan pada Januari tahun lalu. Kebakaran tersebut diketahui berasal dari korsleting baterai portabel milik penumpang.

“Larangan total penggunaan baterai portabel selama penerbangan merupakan langkah yang tidak dapat dihindari demi memastikan keselamatan operasional penerbangan. Kami meminta kerja sama penuh dari para penumpang,” ujar seorang pejabat Korean Air, dikutip Sabtu (24/1/2026).

Langkah Grup Hanjin ini membuat hampir seluruh maskapai Korea Selatan kini menerapkan kebijakan serupa.

Maskapai Lain Ikut Menyusul

Sebelumnya, Eastar Jet telah lebih dulu memberlakukan larangan penggunaan power bank pada Oktober tahun lalu. Jeju Air juga menerapkan aturan yang sama mulai Kamis lalu. Sementara itu, maskapai lain seperti T’way Air, Parata Air, dan Aero K diperkirakan akan segera mengikuti kebijakan tersebut.

Mulai pekan depan, maskapai-maskapai ini akan melarang penggunaan power bank untuk mengisi daya semua perangkat elektronik, termasuk ponsel, tablet, laptop, hingga kamera selama penerbangan.

Power Bank Masih Boleh Dibawa, Ini Syaratnya

Meski penggunaannya dilarang, penumpang masih diperbolehkan membawa power bank ke dalam kabin pesawat, asalkan mematuhi batas jumlah dan kapasitas sesuai aturan bagasi kabin serta mengikuti prosedur keselamatan untuk mencegah korsleting.

Berikut cara penyimpanan power bank di pesawat yang wajib diperhatikan traveler:

  1. Sebelum naik pesawat, terminal baterai harus ditutup menggunakan isolasi listrik atau disimpan terpisah dalam kantong plastik atau kantong pelindung. Korean Air bahkan menyediakan selotip khusus di konter check-in, gerbang keberangkatan, hingga di dalam kabin.
  2. Saat berada di dalam pesawat, power bank wajib disimpan di tangan penumpang, di saku kursi, atau di bawah kursi depan. Dilarang menyimpan power bank di kompartemen bagasi atas, karena dapat memperlambat respons jika terjadi kondisi abnormal.
  3. Setiap pesawat juga diwajibkan membawa minimal dua tas penyimpanan tahan api khusus untuk baterai portabel.
  4. Selain itu, stiker sensitif suhu ditempel di bagian luar kompartemen atas. Stiker ini akan berubah warna menjadi merah jika suhu melebihi 40 derajat Celcius, sehingga potensi bahaya bisa terdeteksi lebih cepat.

Catatan Penting untuk Traveler

Bagi traveler yang sering terbang ke atau transit di Korea Selatan, aturan ini wajib diperhatikan agar perjalanan tetap aman dan lancar. Pastikan gadget sudah terisi penuh sebelum boarding dan hindari menggunakan power bank selama penerbangan.

Informasi paket liburan ke Korea Selatan, bisa hubungi Travel Batam. (dr)

Sumber: cnbcindonesia