NIAGARA FALLS – Pemandangan menakjubkan sekaligus dramatis terjadi di Air Terjun Niagara, ikon alam dunia yang terletak di perbatasan New York, Amerika Serikat, dan Ontario, Kanada. Terjangan udara Arktik akibat pusaran kutub membuat air terjun raksasa ini tampak membeku, diselimuti salju dan lapisan es tebal yang mencuri perhatian dunia.
Foto dan video Air Terjun Niagara bersalju langsung viral di berbagai platform media sosial. Sekilas, Niagara terlihat seperti berhenti mengalir dan berubah menjadi dinding es raksasa. Namun faktanya, air tetap mengalir deras di bawah lapisan es yang terbentuk di permukaan.
Kabut air yang biasanya naik dari jatuhan air kini mengkristal menjadi serpihan es halus. Serpihan tersebut mengapung di permukaan sungai, menciptakan ilusi visual seolah-olah salah satu air terjun terbesar di dunia itu membeku total.
Juru bicara Taman Negara Bagian Air Terjun Niagara di New York bagian barat, Angela Berti, menegaskan bahwa fenomena ini bersifat optik.
“Kami masih belum sepenuhnya membeku, tetapi sungguh, di luar sana sangat dingin,” ujar Berti, dikutip dari USA Today, Jumat (30/1/2026).
Suhu Bisa Tembus -20 Derajat Celsius

Menurut laporan WIVB-TV Buffalo, lapisan es mulai menutupi Air Terjun Niagara setelah suhu anjlok di bawah nol derajat dan badai musim dingin menghantam Amerika Serikat pada akhir pekan lalu. Saat pusaran kutub mencapai puncaknya, suhu di kawasan ini bahkan bisa turun hingga -20 derajat Celsius.
Salju tebal menyelimuti hampir seluruh permukaan, sementara pepohonan, bebatuan, dan bangunan di sekitar air terjun berubah menjadi formasi es alami yang spektakuler. Media Travel and Leisure menyebut kondisi ini sebagai salah satu pemandangan musim dingin paling dramatis di Amerika Utara.
Mengapa Niagara Tak Pernah Benar-Benar Membeku?
Meski suhu ekstrem melanda, volume air Niagara yang sangat besar dan kekuatan alirannya membuat air terjun ini hampir mustahil membeku sepenuhnya. Infrastruktur modern juga berperan penting dalam mencegah kejadian langka tersebut.
Dalam sejarah, Air Terjun Niagara hanya pernah membeku total pada 1848, ketika bongkahan es dari Danau Erie menyumbat aliran Sungai Niagara. Sejak itu, Otoritas Tenaga Listrik Niagara memasang penghalang es di titik pertemuan Danau Erie dan Sungai Niagara untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Es yang terlihat itu sebenarnya menumpuk dari sungai dan menciptakan efek visual seolah air terjun membeku, padahal air tetap mengalir,” jelas Berti.
Magnet Wisata Musim Dingin
Meski bukan pembekuan total, Air Terjun Niagara yang tampak membeku tetap menjadi keajaiban alam musim dingin yang memukau. Ribuan wisatawan datang untuk mengabadikan momen langka ini.
Dari sisi Amerika Serikat, panorama terbaik bisa dinikmati dari Prospect Point dan Menara Observasi Niagara. Sementara dari sisi Kanada, Table Rock dan Queen Victoria Park menjadi spot favorit untuk menyaksikan Niagara berselimut es dalam balutan dingin ekstrem.
Fenomena ini kembali membuktikan, Niagara bukan hanya megah di musim panas, tapi juga memesona saat musim dingin ekstrem melanda. (dr)
Sumber: cnnindonesia

Comments