BATAM – Kabar menggembirakan datang dari sektor pariwisata Batam di awal tahun 2026. Tingkat hunian hotel (okupansi) mengalami lonjakan signifikan hingga 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepulauan Riau, Teddy, mengungkapkan bahwa tren positif ini terjadi sepanjang Januari hingga Maret 2026.

“Dalam tiga bulan terakhir, okupansi hotel mengalami kenaikan sekitar 15 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya, Minggu (5/4).

Lonjakan ini tak lepas dari meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia dan Singapura. Namun menariknya, alasan utama kedatangan mereka bukan sekadar liburan, melainkan untuk berburu kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih murah.

Tekanan ekonomi di negara asal, seperti kenaikan harga bahan pokok dan energi, membuat Batam menjadi alternatif yang lebih hemat. Dengan nilai tukar rupiah yang kompetitif, wisatawan bisa mendapatkan barang dengan harga jauh lebih terjangkau.

“Batam kini bukan hanya destinasi wisata, tapi juga tujuan belanja kebutuhan sehari-hari,” jelas Teddy.

Fenomena ini dikenal sebagai shopping tourism atau wisata belanja, yang kini semakin populer di kawasan regional. Wisatawan memanfaatkan selisih harga untuk berhemat, bahkan setelah memperhitungkan biaya transportasi.

Tak heran, Singapura masih menjadi penyumbang terbesar wisatawan ke Batam, dengan kontribusi lebih dari setengah total kunjungan. Sementara Malaysia menyusul dengan tren kunjungan individu yang terus meningkat.

Perubahan pola ini juga membuat Batam perlahan bertransformasi. Jika sebelumnya dikenal sebagai destinasi liburan akhir pekan, kini Batam berkembang menjadi pusat belanja kebutuhan rumah tangga bagi wisatawan internasional.

Meski demikian, pelaku industri perhotelan tetap harus menjaga momentum. Berbagai strategi seperti promo kamar, paket menginap, hingga kolaborasi dengan pelaku wisata terus digencarkan demi mempertahankan tingkat okupansi.

PHRI Kepulauan Riau pun optimistis tren positif ini akan terus berlanjut, seiring stabilnya arus kunjungan wisatawan asing ke Batam sepanjang 2026. (dr)

Sumber: batampos