BATAM – Menjelang libur Lebaran 2026, banyak traveler dibuat kaget dengan harga tiket pesawat yang tiba-tiba melonjak tajam. Bahkan, tak sedikit yang mengeluh karena harga terasa “tidak masuk akal”.
Tapi tunggu dulu—faktanya, mahalnya tiket ini bukan sepenuhnya kesalahan maskapai.
Kementerian Perhubungan justru mengungkap fakta menarik: lonjakan harga yang sering dilihat traveler ternyata dipengaruhi oleh rute perjalanan yang dipilih, terutama dari platform Online Travel Agent (OTA).
Bukan Harga Asli, Tapi Efek “Rute Transit”
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menjelaskan bahwa tarif tiket pesawat saat ini masih berada dalam batas aturan Tarif Batas Atas (TBA). Artinya, maskapai tidak sembarangan menaikkan harga.
Lalu kenapa terasa mahal?
Jawabannya ada pada rute transit. Saat penerbangan langsung (direct flight) sudah habis, OTA biasanya menawarkan alternatif berupa penerbangan tidak langsung (indirect flight).
Contohnya, jika kamu ingin terbang dari Manokwari ke Padang, kamu mungkin harus transit dulu di Jakarta. Nah, kombinasi beberapa penerbangan inilah yang membuat harga jadi lebih tinggi.
Kenapa Traveler Sering “Terkecoh”?
Banyak pengguna melihat harga di aplikasi tanpa menyadari bahwa itu adalah rute transit, bukan penerbangan langsung.
Alhasil, muncul persepsi bahwa harga tiket melonjak drastis—padahal secara regulasi, maskapai tetap mengikuti batas harga yang ditentukan pemerintah.
Karena itu, pemerintah kini meminta OTA lebih transparan dalam menampilkan detail penerbangan, termasuk:
- Apakah penerbangan direct atau transit
- Durasi perjalanan
- Ketersediaan kursi
Sudah Ada Diskon, Tapi Kok Masih Mahal?
Menariknya, pemerintah sebenarnya sudah menggelontorkan berbagai stimulus untuk menekan harga tiket selama musim mudik Lebaran 2026.
Beberapa di antaranya:
- Diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11%
- Penurunan fuel surcharge (biaya bahan bakar)
- Diskon hingga 50% biaya layanan bandara
- Penurunan harga avtur di 37 bandara
Program ini berlaku untuk pembelian tiket hingga 29 Maret 2026.
Namun, karena tingginya permintaan dan keterbatasan kursi penerbangan langsung, harga yang muncul di OTA tetap bisa terlihat mahal.
Tips Travel: Cara Dapat Tiket Lebih Murah Saat Lebaran
Buat kamu yang masih berburu tiket, ada beberapa strategi yang bisa dicoba:
- Pesan tiket jauh-jauh hari sebelum rute direct habis
- Filter pencarian hanya untuk “direct flight”
- Bandingkan harga di beberapa platform
- Fleksibel dengan tanggal keberangkatan
- Pertimbangkan bandara alternatif
Jangan Salah Menyalahkan
Lonjakan harga tiket pesawat saat Lebaran memang nyata, tapi tidak selalu berarti maskapai “menaikkan harga seenaknya”.
Sering kali, yang membuat harga terlihat mahal adalah pilihan rute transit yang muncul setelah penerbangan langsung habis terjual.
Jadi, sebelum panik lihat harga tiket, pastikan dulu kamu sedang melihat rute yang mana. Bisa jadi, solusi hematnya sebenarnya masih ada—asal tahu cara mencarinya. (dr)
Sumber: cnnindonesia

Comments