BATAM – Malaysia terus menjadi favorit wisatawan Indonesia. Bukan hanya karena jaraknya dekat dan mudah dijangkau, tetapi juga karena menawarkan pengalaman wisata yang nyaman dan penuh keakraban—mulai dari surga belanja di pusat kota hingga kuliner lezat yang cocok di lidah masyarakat Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), wisatawan nasional (wisnas) tercatat paling sering berkunjung ke Malaysia pada Oktober 2025, yakni mencapai 28,40 persen dari total perjalanan ke luar negeri. Meski sedikit menurun 0,52 persen poin dibandingkan bulan sebelumnya, posisi Malaysia tetap kokoh di puncak destinasi favorit.

Selain liburan, orang Indonesia ke Malaysia banyak juga untuk berobat, atau wisata medis (ilustrasi)

Negara-negara ASEAN masih mendominasi daftar tujuan wisata luar negeri masyarakat Indonesia. Selain Malaysia, Arab Saudi, Singapura, Tiongkok, Jepang, dan Thailand menjadi destinasi yang ramai dikunjungi.

“Malaysia menjadi negara tujuan utama wisnas dalam melakukan perjalanan ke luar negeri yaitu sebesar 28,40 persen,” tulis BPS dalam laporan resmi bertajuk Perkembangan Pariwisata Oktober 2025, Rabu (3/12/2025).

10 Negara Paling Banyak Dikunjungi Wisatawan Indonesia – Oktober 2025

  1. Malaysia – 28,40 persen
  2. Arab Saudi – 17,85 persen
  3. Singapura – 12,79 persen
  4. Tiongkok – 7,8 persen
  5. Jepang – 4,18 persen
  6. Thailand – 3,66 persen
  7. Timor Leste – 3,63 persen
  8. Kamboja – 2,36 persen
  9. Korea Selatan – 1,93 persen
    10.Australia – 1,79 persen

Kenapa Turis Indonesia Cinta Malaysia?

Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, mengungkapkan bahwa mayoritas wisatawan Indonesia datang untuk belanja dan wisata kuliner.

“Sebagian besar wisatawan Indonesia datang ke Kuala Lumpur untuk berbelanja dan kulineran,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Senin (17/11/2025).

Selain itu, medical tourism dan keindahan alam Malaysia juga menjadi daya tarik yang terus berkembang.

Tak hanya itu, konektivitas penerbangan yang kuat ikut mendorong tingginya angka kunjungan wisatawan. Saat ini tersedia sekitar 680 penerbangan yang menghubungkan Indonesia dengan Malaysia, termasuk rute baru seperti dari Palembang dan Pontianak.

“Konektivitas ini sangat penting untuk menarik minat kedua wisatawan, baik dari Indonesia maupun Malaysia, untuk saling berkunjung,” jelas Dato’ Syed. (dr)