BATAM – Jika ada satu landmark yang langsung mengingatkan wisatawan bahwa mereka telah tiba di Batam, Monumen Welcome to Batam (WTB) adalah salah satunya. Tulisan raksasa yang berdiri di atas Bukit Clara, Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota, ini bukan sekadar spot foto, tetapi juga menjadi simbol sambutan bagi wisatawan yang datang ke Kota Batam.
Sekilas, bentuknya mengingatkan pada Hollywood Sign di Los Angeles, Amerika Serikat. Namun, “Welcome to Batam” memiliki fungsi yang jauh lebih dekat dengan kehidupan wisatawan.
Baca juga: Liburan 2 Hari Gak Akan Membosankan! Ini 5 Trik Biar Waktu Singkat Tetap Maksimal
Posisinya yang menghadap ke Pelabuhan Feri Internasional Batam Center membuat tulisan raksasa ini seolah menjadi ucapan selamat datang bagi penumpang yang baru tiba di Pulau Batam, termasuk wisatawan dari Singapura dan Malaysia.
Dibangun di Atas Bukit Clara, Jadi Ikon Batam Sejak 2010
Monumen Welcome to Batam dibangun pada 2010 dan ditempatkan di atas Bukit Clara. Lokasinya yang berada di kawasan strategis membuat landmark ini mudah dikenali dari berbagai sudut, khususnya dari arah Batam Center.
Baca juga: Raja Ali Haji dan Pulau Penyengat: Kisah Pujangga yang Mengubah Sejarah Bahasa Indonesia
Dengan ukuran yang sangat besar, tulisan tersebut dirancang agar terlihat jelas sekaligus menjadi identitas visual Kota Batam.
Panjangnya mencapai sekitar 120 meter, dengan posisi berada pada ketinggian sekitar 52 meter di atas permukaan laut. Setiap huruf memiliki tinggi sekitar 10 meter dan lebar 5 meter.
Tidak tanggung-tanggung, bobot setiap huruf diperkirakan mencapai 3 hingga 4,5 ton. Ukuran inilah yang membuat Welcome to Batam bukan sekadar tulisan nama kota, tetapi menjadi landmark yang langsung menarik perhatian.
Makin Cantik Saat Malam Hari
Daya tarik Welcome to Batam tidak berhenti ketika matahari terbenam. Saat malam tiba, kawasan ini justru semakin ramai.
Tulisan WTB dilengkapi lampu hias warna-warni yang membuat landmark terlihat lebih mencolok dari kejauhan. Penerangan tersebut menyala mulai sekitar pukul 18.00 hingga 06.00 WIB.
Bagi wisatawan yang ingin berburu foto dengan suasana berbeda, malam hari bisa menjadi salah satu waktu yang menarik untuk mengunjungi kawasan ini.
Bukan Cuma Tempat Foto, Ada Kuliner dan Hiburan Keluarga
Salah satu hal menarik dari kawasan Welcome to Batam adalah suasana di sekitar area bawah monumen.
Menjelang sore hingga malam, kawasan ini dapat berubah menjadi salah satu titik keramaian warga. Pedagang kaki lima menawarkan berbagai pilihan makanan, mulai dari jajanan hingga kuliner Nusantara dengan harga yang relatif ramah di kantong.
Suasana semakin hidup dengan hadirnya berbagai permainan untuk anak-anak. Wisatawan maupun keluarga dapat menemukan penyewaan sepeda hias, odong-odong lampu, serta sejumlah mainan anak.
Karena itu, kawasan Welcome to Batam tidak hanya cocok untuk wisatawan yang ingin mengambil foto, tetapi juga dapat menjadi pilihan rekreasi santai bersama keluarga.
Spot Foto Wajib Saat Liburan ke Batam
Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang ke Batam, berfoto dengan latar tulisan “Welcome to Batam” seolah menjadi salah satu cara untuk mengabadikan momen kedatangan.
Landmark ini memiliki nilai simbolis yang kuat. Tulisan raksasa tersebut menjadi penanda bahwa wisatawan telah menginjakkan kaki di Batam sekaligus memberikan kesan pertama tentang kota yang dikenal sebagai salah satu pusat industri, perdagangan, dan pariwisata di Kepulauan Riau.
Tidak heran jika Welcome to Batam kerap masuk dalam daftar lokasi yang ingin dikunjungi wisatawan ketika menjelajahi kawasan Batam Center.
Ikon Lama, Wajah Kawasan Mulai Berubah
Namun, keberadaan Welcome to Batam kini menghadapi tantangan tersendiri.
Pemandangan menuju landmark di Bukit Clara mulai mengalami perubahan seiring berkembangnya pembangunan gedung dan ruko di kawasan sekitarnya. Kondisi tersebut membuat tulisan ikonik yang sebelumnya lebih mudah terlihat kini sebagian tertutup oleh bangunan.
Perubahan lanskap ini turut memunculkan wacana mengenai relokasi Welcome to Batam ke lokasi yang dianggap lebih strategis dan memiliki visibilitas lebih baik.
Sejumlah lokasi sempat menjadi pertimbangan, termasuk kawasan sekitar Bandara Internasional Hang Nadim dan Nongsa. Jika relokasi benar-benar dilakukan, posisi baru tersebut berpotensi memberikan wajah baru bagi salah satu simbol penyambutan Kota Batam.
Meski demikian, kawasan di bawah Bukit Clara hingga kini tetap memiliki daya tarik tersendiri sebagai ruang berkumpul dan pusat aktivitas masyarakat, terutama pada sore hingga malam hari.
Jangan Lewatkan Welcome to Batam Saat Berkunjung
Welcome to Batam bukan sekadar tulisan raksasa di atas bukit. Landmark ini menyimpan cerita tentang bagaimana sebuah kota menyambut orang-orang yang datang dari berbagai penjuru.
Dari wisatawan yang turun dari kapal feri hingga keluarga yang menikmati kuliner malam, kawasan ini menjadi bagian dari pengalaman wisata di Batam.
Jika Anda sedang merencanakan liburan ke Batam, sempatkan untuk mengunjungi kawasan Welcome to Batam di Bukit Clara. Siapkan kamera, datang menjelang sore atau malam, dan abadikan momen dengan salah satu landmark paling terkenal di Kota Batam.
Siapa tahu, sebelum landmark ini benar-benar berpindah lokasi, Anda masih berkesempatan mendapatkan foto dengan Welcome to Batam di tempat ikoniknya saat ini. (dr)

Comments