BATAM — Di balik keindahan wisata bahari Kepulauan Riau, Pulau Galang, Batam, menyimpan sebuah kawasan bersejarah yang mengingatkan dunia pada tragedi kemanusiaan akibat perang. Tempat tersebut adalah Camp Vietnam, bekas kamp pengungsian yang pernah menjadi rumah bagi sekitar 250.000 pengungsi perang Vietnam.

Kini, kawasan yang dahulu dipenuhi barak pengungsian itu menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Batam. Pengunjung dapat melihat peninggalan masa lalu sekaligus mengenang perjalanan panjang para pengungsi yang dikenal sebagai boat people atau manusia perahu.

Baca juga: 7 Destinasi Slow Travel di Indonesia untuk Healing, Liburan Santai Tanpa Buru-buru

Kisah Manusia Perahu yang Menyeberangi Laut China Selatan

Camp Vietnam Pulau Galang: Kisah 250 Ribu Pengungsi yang Kini Jadi Wisata Sejarah Batam

Replika perahu pengungsi Vietnam (ist)

Sejarah Camp Vietnam tidak dapat dipisahkan dari jatuhnya Saigon pada April 1975. Setelah kemenangan rezim komunis Vietnam, ratusan ribu warga memilih meninggalkan negara mereka melalui jalur laut.

Baca juga: 563 Ribu Orang Melintas Batam pada Agustus 2026, Wisatawan Asing Mendominasi

Dengan menggunakan kapal-kapal kayu sederhana, para pengungsi menyeberangi Laut China Selatan untuk mencari keselamatan. Mereka menghadapi perjalanan berbahaya, kekurangan makanan dan air, serta ancaman badai di tengah laut.

Rombongan pengungsi pertama tiba di wilayah Indonesia, tepatnya di Kepulauan Natuna, pada 21 Mei 1975. Gelombang kedatangan kemudian terus bertambah hingga mencapai pulau-pulau di sekitarnya, termasuk Anambas dan Bintan.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah Indonesia bersama UNHCR (Komisi Tinggi Urusan Pengungsi PBB) mencari lokasi penampungan yang lebih terpusat.

Pulau Galang Dipilih Menjadi Kamp Pengungsian

Pada 1979, Pulau Galang dipilih sebagai lokasi utama kamp pengungsian melalui kerja sama pemerintah Indonesia dan UNHCR. Lokasinya dinilai strategis untuk mendukung kebutuhan logistik, tetapi cukup terisolasi untuk memudahkan pengawasan keamanan.

Kawasan ini kemudian berkembang menjadi sebuah permukiman pengungsi yang dilengkapi berbagai fasilitas. Di dalamnya terdapat:

* Barak-barak hunian kayu.
* Rumah sakit dan Klinik PMI.
* Sekolah serta pusat pelatihan bahasa dan keterampilan.
* Tempat ibadah berbagai agama.
* Penjara khusus bagi pengungsi yang melakukan tindak kriminal.
* Pemakaman pengungsi bernama Nghia Trang Grave.

Salah satu peninggalan yang masih dikenal hingga kini adalah Vihara Quan Am Tu, yang menjadi bagian penting dari sejarah kehidupan para pengungsi selama berada di Camp Vietnam.

Dari Kamp Pengungsian Menjadi Destinasi Wisata Sejarah

Selama berada di kamp, para pengungsi menjalani proses penyaringan untuk mendapatkan suaka dan kesempatan membangun kehidupan baru di negara ketiga. Sebagian dari mereka kemudian dipindahkan ke negara seperti Amerika Serikat, Australia, dan Kanada.

Setelah proses pemindahan selesai dan situasi politik di Vietnam berubah, Camp Vietnam resmi ditutup pada 1996. Beberapa proses administrasi disebut berlanjut hingga 1997.

Seiring berjalannya waktu, kawasan bekas kamp tersebut tidak lagi dihuni oleh para pengungsi. Kini, eks Camp Vietnam dikelola oleh BP Batam dan dikenal sebagai kawasan wisata sejarah yang menyimpan nilai kemanusiaan serta perdamaian.

Apa Saja yang Bisa Dilihat di Camp Vietnam?

Camp Vietnam Pulau Galang: Kisah 250 Ribu Pengungsi yang Kini Jadi Wisata Sejarah Batam

Barak tua bekas pengungsi Vietnam tinggal di Galang, Batam (ist)

Bagi wisatawan yang ingin mengenal sisi lain Batam, Camp Vietnam menawarkan pengalaman berbeda dari wisata pantai dan kuliner.

Beberapa peninggalan yang dapat menjadi daya tarik kunjungan antara lain:

1. Replika perahu pengungsi Menjadi pengingat perjalanan berbahaya yang ditempuh para boat people saat meninggalkan Vietnam.

2. Barak-barak tua Sisa bangunan hunian memperlihatkan gambaran kehidupan para pengungsi selama berada di kamp.

3. Museum dan dokumentasi sejarah Foto-foto serta berbagai peninggalan masa lalu membantu pengunjung memahami kisah perjalanan pengungsi Vietnam.

4. Vihara Quan Am Tu Tempat ibadah yang menjadi bagian dari kehidupan spiritual masyarakat pengungsi selama berada di kawasan tersebut.

5. Nghia Trang Grave Pemakaman yang mengingatkan pengunjung bahwa tidak semua pengungsi berhasil melewati perjalanan dan masa pengungsian dengan selamat.

Wisata Sejarah yang Mengajarkan Nilai Perdamaian

Camp Vietnam bukan sekadar tempat untuk berfoto atau melihat bangunan lama. Kawasan ini menjadi ruang untuk mengenang penderitaan manusia, memahami sejarah pengungsian, dan menghargai pentingnya perdamaian.

Keberadaannya juga memperlihatkan bagaimana Indonesia pernah menjadi tempat persinggahan bagi manusia yang sedang mencari keselamatan. Karena itu, kunjungan ke eks Camp Vietnam dapat menjadi pengalaman wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga penuh makna.

Cara Menuju Camp Vietnam Pulau Galang

Camp Vietnam berada di kawasan Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, dan dapat diakses melalui jalur darat dari Pulau Batam menggunakan rangkaian Jembatan Barelang.

Wisatawan yang berkunjung dapat menggabungkan perjalanan ke Camp Vietnam dengan destinasi lain di kawasan Barelang, seperti Jembatan Barelang, pantai-pantai di Galang, serta berbagai tempat wisata bahari di sekitarnya.

Catatan: Jam operasional, tarif masuk, dan fasilitas yang dapat dikunjungi sebaiknya dikonfirmasi kepada pengelola sebelum berangkat karena dapat berubah.

Camp Vietnam Pulau Galang adalah salah satu destinasi wisata sejarah paling menarik di Batam. Di balik barak-barak tua dan peninggalan masa lalu, tersimpan kisah perjalanan sekitar 250.000 manusia perahu yang pernah mencari perlindungan di Indonesia.

Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Batam lebih jauh, tempat ini menawarkan pengalaman berbeda: wisata yang mengajak pengunjung mengenal sejarah, mengenang kemanusiaan, dan menghargai perdamaian. (dr)