KUALA LUMPUR – Malaysia kembali membuktikan diri sebagai destinasi wisata favorit di Asia Tenggara. Sepanjang semester pertama 2026, Negeri Jiran berhasil mempertahankan statusnya sebagai negara paling banyak dikunjungi wisatawan internasional di kawasan ASEAN setelah menerima 21,12 juta kunjungan turis asing.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia, jumlah tersebut meningkat 2,5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Bahkan, jika dibandingkan dengan semester pertama 2019 sebelum pandemi Covid-19, angka kunjungan wisatawan melonjak hingga 17,7 persen, menandakan sektor pariwisata Malaysia telah pulih dan terus bertumbuh.

Baca juga: Sering Stres karena Kerja? Short Trip Akhir Pekan Ternyata Lebih Efektif daripada Liburan Panjang

Visit Malaysia 2026 Jadi Mesin Penggerak Pariwisata

Keberhasilan Malaysia tidak lepas dari berbagai strategi yang dijalankan pemerintah melalui kampanye Visit Malaysia 2026. Program ini berhasil meningkatkan daya tarik negara tersebut di mata wisatawan dunia.

Selain promosi yang masif, pertumbuhan kunjungan juga didorong oleh semakin banyaknya penerbangan internasional, penguatan konektivitas regional, penyelenggaraan berbagai acara berskala internasional, serta pengembangan destinasi wisata baru di berbagai wilayah Malaysia.

Baca juga: Mau ke Singapura? Ini Jadwal Ferry Batam Agustus 2026 Lengkap

Kombinasi strategi tersebut membuat Malaysia semakin mudah diakses sekaligus menawarkan pengalaman wisata yang lebih beragam bagi wisatawan mancanegara.

Wisatawan ASEAN Masih Mendominasi

Negara-negara ASEAN masih menjadi pasar utama pariwisata Malaysia dengan kontribusi mencapai 72,8 persen dari total wisatawan asing.

Singapura tetap menjadi penyumbang wisatawan terbesar dengan pertumbuhan kunjungan sebesar 4,4 persen. Sementara itu, beberapa pasar berkembang mencatatkan kenaikan yang jauh lebih tinggi, di antaranya:

* Kamboja naik 52,3 persen
* Myanmar naik 45,9 persen
* Laos naik 25,4 persen

Di luar ASEAN, pertumbuhan kunjungan juga menunjukkan tren positif. Wisatawan dari Asia Tengah meningkat 23,3 persen, disusul Asia Timur sebesar 12,7 persen, Oseania naik 7,4 persen, dan Amerika tumbuh 4,9 persen.

Selain Singapura, pasar tradisional seperti Indonesia dan China masih menjadi penyumbang wisatawan terbesar. Khusus wisatawan asal China, pertumbuhan terus terdongkrak berkat kebijakan bebas visa dan promosi pariwisata yang dilakukan secara berkelanjutan.

Thailand Turun, Vietnam Terus Melesat

Sementara Malaysia mempertahankan posisi puncak, Thailand harus puas berada di posisi kedua setelah mencatat 16,7 juta wisatawan internasional sepanjang Januari hingga Juni 2026. Jumlah tersebut turun 3,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebaliknya, Vietnam terus menunjukkan performa impresif. Negara tersebut menerima 12,3 juta wisatawan asing, atau meningkat 14,9 persen dibandingkan semester pertama 2025.

Di posisi berikutnya, Singapura membukukan 8,12 juta kunjungan wisatawan internasional. Namun, jumlah tersebut turun 1,7 persen akibat melambatnya kunjungan dari pasar utama seperti Indonesia dan India.

Indonesia Masuk Lima Besar Destinasi Wisata ASEAN

Indonesia juga mencatatkan kinerja positif di sektor pariwisata. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 7,45 juta kunjungan, meningkat 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Capaian tersebut menempatkan Indonesia di peringkat kelima sebagai negara dengan kunjungan wisatawan internasional terbanyak di ASEAN.

Menariknya, wisatawan asal Malaysia menjadi penyumbang kunjungan terbesar ke Indonesia pada Juni 2026 dengan porsi 18,66 persen, diikuti Singapura sebesar 12,25 persen, serta Australia sebesar 12,08 persen.

Peringkat Negara ASEAN dengan Wisatawan Internasional Terbanyak Semester I 2026

1. Malaysia – 21,12 juta wisatawan
2. Thailand – 16,7 juta wisatawan
3. Vietnam – 12,3 juta wisatawan
4. Singapura – 8,12 juta wisatawan
5. Indonesia – 7,45 juta wisatawan

Keberhasilan Malaysia mempertahankan posisi puncak menunjukkan bahwa strategi promosi yang konsisten, kemudahan akses transportasi, serta pengembangan destinasi wisata mampu menarik jutaan wisatawan dari berbagai belahan dunia.

Persaingan pariwisata di kawasan ASEAN pun diperkirakan akan semakin ketat hingga akhir 2026, seiring meningkatnya mobilitas wisatawan internasional dan pemulihan industri perjalanan global.

Untuk informasi paket wisata di Kuala Lumpur Malaysia, bisa hubungi nadif Travel Batam. (dr)