BATAM – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada 2026 membawa kabar menggembirakan bagi industri perhotelan. Laporan terbaru dari SiteMinder menunjukkan tren positif berupa kenaikan tarif kamar hotel, durasi menginap yang semakin panjang, serta peningkatan pemesanan hotel menjelang September 2026.
Berdasarkan laporan SiteMinder’s Hotel Booking Trends pertengahan tahun, yang menganalisis masa menginap periode 1 Juni hingga 30 September 2026, pemesanan hotel pada September diperkirakan meningkat 2,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: Batam di Malam Hari Ternyata Semeriah Ini! Rekomendasi Rooftop, Beach Club dan Kuliner Malam
Analisis tersebut didasarkan pada sekitar 135 juta pemesanan yang diproses setiap tahun melalui platform SiteMinder di lebih dari 53 ribu hotel di seluruh dunia.
Meski permintaan hotel sempat melemah selama Juni hingga Agustus sehingga secara keseluruhan turun 3,9 persen, kondisi tersebut dinilai tidak mencerminkan keseluruhan performa industri perhotelan Indonesia.
Menurut Country Manager SiteMinder Indonesia, Fifin Prapmasari, permintaan dari wisatawan internasional tetap kuat. Bahkan harga kamar dan lama menginap terus mengalami peningkatan.
Baca juga: Indonesia Pangkas Bebas Visa, Kini Tinggal 16 Negara yang Bisa Masuk Tanpa Visa
“Periode pertengahan tahun masih menyimpan peluang yang besar bagi hotel-hotel di Indonesia,” ujar Fifin dalam keterangan tertulis pada 24 Juni 2026.
Wisman Rela Bayar Lebih Mahal
Seiring meningkatnya jumlah wisatawan asing, rata-rata tarif hotel di Indonesia juga ikut naik.
Laporan tersebut mencatat wisatawan mancanegara mengeluarkan rata-rata Rp4.031.840 per malam, meningkat sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Puncak kenaikan tarif terjadi pada Juli 2026, ketika rata-rata harga kamar hotel mencapai Rp4.299.440 per malam.
Indonesia Jadi Negara dengan Lama Menginap Terpanjang di Asia
Tak hanya rela membayar lebih mahal, wisatawan asing juga menghabiskan waktu lebih lama selama berlibur di Indonesia.
Rata-rata durasi menginap mencapai 3,1 malam, naik sekitar 3 persen dibandingkan tahun lalu.
Pencapaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan durasi menginap hotel terpanjang di Asia, sejajar dengan Thailand.
Tren ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan internasional yang mencari pengalaman liburan lebih lama dengan kualitas layanan perhotelan yang semakin baik. (dr)
Sumber: tempo

Comments