BATAM – Kabar gembira bagi Anda yang berencana berlibur ke Thailand. Pemerintah Negeri Gajah Putih tengah menyiapkan sistem baru yang akan membuat proses masuk ke negara tersebut jauh lebih cepat dan praktis.

Melalui aplikasi Thailand Immigration Management (THIM), wisatawan asing nantinya dapat mengisi seluruh data kedatangan secara digital sebelum keberangkatan. Dengan cara ini, antrean panjang di konter imigrasi bandara diharapkan bisa berkurang secara signifikan.

Saat ini THIM masih dalam tahap uji coba di perangkat iOS dan Android. Pemerintah Thailand menargetkan aplikasi tersebut resmi diluncurkan antara Agustus hingga Oktober 2026.

Baca juga: Rekomendasi Wisata Kepri Terbaik: Pantai, Sejarah Melayu, Resort Mewah hingga Air Terjun Eksotis

Apa Itu Aplikasi THIM?

THIM merupakan aplikasi digital yang dikembangkan khusus untuk mempermudah proses pemeriksaan imigrasi bagi wisatawan asing.

Melalui aplikasi ini, pelancong cukup mengisi informasi penting sebelum berangkat, seperti:

* Data paspor
* Rencana perjalanan
* Nomor penerbangan
* Alamat hotel atau penginapan
* Lama tinggal di Thailand

Aplikasi ini terhubung langsung dengan sistem Thailand Digital Arrival Card (TDAC) yang mulai diberlakukan sejak 2025. Sebelumnya, pengisian TDAC hanya dapat dilakukan melalui situs web.

Kini seluruh proses dapat dilakukan langsung melalui ponsel sehingga jauh lebih praktis.

Baca juga: Mengungkap Sejarah Pulau Penyengat, Destinasi Wisata Religi dan Budaya Terpopuler di Kepri

Paspor Bisa Dipindai, Tak Perlu Lagi Mengetik Data

Salah satu fitur unggulan THIM adalah teknologi Optical Character Recognition (OCR) berbasis kecerdasan buatan (AI).

Cukup arahkan kamera ponsel ke paspor, aplikasi akan secara otomatis membaca:

* Halaman identitas
* Machine Readable Zone (MRZ)
* Chip elektronik paspor

Dengan teknologi ini, wisatawan tidak perlu lagi mengetik sebagian besar informasi secara manual sehingga proses menjadi lebih cepat dan meminimalkan kesalahan pengisian data.

Bisa Daftarkan Hingga 10 Orang Sekaligus

THIM juga menghadirkan fitur pendaftaran kelompok.

Satu akun dapat mengirimkan data hingga 10 wisatawan sekaligus. Fitur ini sangat membantu keluarga maupun rombongan yang bepergian bersama ke Thailand.

Bagi wisatawan yang sering berkunjung, aplikasi juga memungkinkan penyimpanan profil. Pada perjalanan berikutnya, pengguna hanya perlu memperbarui informasi seperti nomor penerbangan, hotel, atau jadwal kepulangan tanpa harus mengisi formulir dari awal.

Tak Perlu Lagi Menunjukkan QR Code

Keunggulan lain THIM adalah kemudahan saat tiba di bandara Thailand.

Wisatawan cukup menyerahkan paspor kepada petugas imigrasi.

Setelah paspor dipindai, seluruh data yang sebelumnya telah diisi melalui aplikasi akan langsung muncul di sistem sehingga pelancong tidak perlu lagi menunjukkan QR Code secara terpisah.

Pemerintah Thailand memperkirakan proses pembaruan data untuk kunjungan berikutnya hanya membutuhkan waktu sekitar 1–2 menit.

Meski demikian, THIM tidak menggantikan kewajiban pengajuan visa bagi wisatawan yang memang diwajibkan memiliki visa sesuai aturan yang berlaku.

Ditargetkan Layani 30 Juta Wisatawan

THIM dibangun menggunakan layanan komputasi awan Amazon Web Services (AWS) dengan sistem keamanan enkripsi end-to-end untuk melindungi data pribadi pengguna.

Deputy Commissioner Thailand Immigration Bureau, Pratya Prasarnsuk, mengatakan aplikasi tersebut menjadi bagian penting transformasi digital layanan imigrasi Thailand.

Selain mempercepat pemeriksaan di bandara, THIM juga dirancang meningkatkan keamanan nasional melalui sistem berbasis cloud yang mampu menangani lonjakan data selama musim liburan.

Saat ini aplikasi mendukung empat bahasa, yaitu:

* Inggris
* Jepang
* Mandarin
* Rusia

Ke depan, pemerintah Thailand berencana menambahkan sedikitnya 15 bahasa lainnya agar semakin mudah digunakan wisatawan dari berbagai negara.

Akan Hadir Fitur Layanan Imigrasi Lengkap

Pengembangan THIM tidak berhenti pada kartu kedatangan digital.

Di masa mendatang, aplikasi ini juga akan menyediakan berbagai layanan lain, seperti:

* Pengajuan dokumen imigrasi
* Reservasi layanan kantor imigrasi
* Informasi izin tinggal
* Akses layanan darurat Tourist Police selama 24 jam

Pemerintah Thailand menargetkan THIM mampu melayani sekitar 30 juta wisatawan internasional setiap tahun, seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Negeri Gajah Putih.

Dengan hadirnya aplikasi ini, pengalaman liburan ke Thailand diperkirakan akan menjadi lebih cepat, praktis, dan nyaman, terutama bagi wisatawan yang ingin menghindari antrean panjang di bandara. (dr)

Sumber: cnnindonesia