BATAM – Ketika Singapura bersiap kehilangan seluruh lapangan golfnya pada 2035, Batam justru tampil sebagai bintang baru di kancah golf tourism Asia Tenggara.

Di tengah keterbatasan lahan Negeri Singa, Palm Springs Golf & Country Club di Nongsa, Batam, kini menjadi magnet utama bagi wisatawan golf dari Singapura, Malaysia, hingga Korea Selatan.

Empat lapangan golf ternama Singapura—Mandai Executive, Warren Golf & Country Club, Orchid Country Club, dan Tanah Merah Garden Course—akan ditutup permanen.

Baca juga: Liburan ke China Murah! 9 Hari Explore Zhangjiajie, Fenghuang & Chongqing Mulai Rp10,9 Juta

Pemerintah Singapura berencana mengalihkan lahan tersebut untuk perumahan dan infrastruktur, meninggalkan lebih dari 50 ribu pegolf aktif tanpa ruang hijau favorit mereka.

Namun, krisis ini justru menjadi peluang emas bagi Batam.

Menurut Steven Japari, Head of Indonesia Golf Division Sinarmas Land, Palm Springs mencatat lonjakan hingga 40 ribu pegolf per tahun.

“Batam kini jadi pilihan utama, terutama setelah Marina Bay Golf Course ditutup. Potensinya luar biasa,” ujarnya seperti dikutip tribunbatam, Rabu (17/9/2025).

Baca juga: Liburan Hemat ke Thailand! 4H3M Bangkok–Pattaya Mulai Rp1,9 Juta, Berangkat Setiap Hari dari Batam

Palm Springs: Surga Baru Pegolf Internasional

Batam Jadi Surga Baru Golf Asia Tenggara Usai Singapura Tutup Semua Lapangan Tahun 2035

Lapangan ini dirancang legenda golf, Larry Nelson, inilah Palm Spring (palm spring)

Berdiri megah di atas lahan 244 hektare dengan 27 hole, Palm Springs dirancang legenda golf Larry Nelson bersama IMG. Keindahan pemandangan pantai, fasilitas resort kelas dunia, serta kawasan hunian Nuvasa Bay dengan konsep resort living menambah nilai eksklusifnya.

Keunggulan Batam bukan hanya dari kualitas lapangan, tetapi juga layanan caddy personal—fasilitas yang tidak ada di Singapura maupun Malaysia. Bahkan, anak-anak Korea Selatan rutin menjalani pelatihan golf musim dingin di Palm Springs.

Dengan dukungan penerbangan langsung Batam–Incheon dan kebijakan bebas visa kunjungan, sektor golf tourism di Kepulauan Riau diprediksi akan terus melonjak.

Meski tantangan seperti harga tiket feri yang relatif tinggi masih ada, Batam kini tidak lagi sekadar pelabuhan transit. Ia telah menjelma sebagai destinasi golf premium Asia Tenggara, mengisi kekosongan yang ditinggalkan Singapura dan menawarkan pengalaman bermain tak tertandingi. (dr)

Sumber: tribunbatam