BATAM – Batam tidak hanya ramai oleh kunjungan wisatawan mancanegara, tetapi juga menikmati perputaran uang besar dari aktivitas para pelancong tersebut.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, sekitar 820 ribu wisatawan mancanegara atau wisman tercatat berkunjung ke Batam. Mayoritas datang dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Baca juga: Traveler Wajib Tahu! Paspor Kurang 6 Bulan Berisiko Ditolak Maskapai dan Imigrasi

Jumlah kunjungan yang besar tersebut turut memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi Kota Batam.

Sebab, wisatawan yang datang tidak hanya menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan. Selama berada di Batam, mereka membelanjakan uang untuk hotel, makanan, transportasi, belanja, hingga berbagai aktivitas wisata dan hiburan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan angka kunjungan tersebut mengacu pada data Badan Pusat Statistik dan otoritas keimigrasian.

Baca juga: Mulai September 2026, Bagasi Garuda Indonesia Tak Lagi Bisa Digabung Sesuka Hati

Sekali Liburan Bisa Habiskan Rp5 hingga Rp6 Juta

Menurut Ardiwinata, rata-rata wisatawan asing yang datang ke Batam dapat menghabiskan sekitar Rp5 juta hingga Rp6 juta selama masa kunjungan.

Nilai tersebut bahkan bisa lebih besar, tergantung jenis aktivitas dan paket wisata yang diikuti.

Wisatawan asal Singapura dan Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam.

Rata-rata mereka menghabiskan waktu sekitar tiga hingga empat hari untuk menikmati berbagai fasilitas dan destinasi yang tersedia di kota industri tersebut.

Selama berada di Batam, wisatawan membelanjakan uang untuk berbagai kebutuhan.

Mulai dari menginap di hotel, berburu kuliner, menggunakan transportasi, berbelanja di pusat perbelanjaan, hingga mengikuti berbagai kegiatan wisata dan hiburan.

Jika dikalikan secara sederhana, angka kunjungan yang mencapai sekitar 820 ribu orang dengan rata-rata pengeluaran Rp5 juta per wisatawan menunjukkan betapa besarnya potensi perputaran ekonomi yang tercipta dari sektor pariwisata.

Namun, besaran belanja setiap wisatawan tentu berbeda tergantung lama tinggal dan aktivitas yang dilakukan.

Event Bisa Bikin Pengeluaran Wisatawan Melonjak

Ardiwinata mengatakan kegiatan wisata berbasis event menjadi salah satu sektor yang mampu meningkatkan belanja wisatawan.

Dalam kegiatan tertentu, pengeluaran peserta bahkan dapat mencapai angka yang cukup fantastis.

Ia menyebut, dalam salah satu kegiatan wisata, pengeluaran peserta bisa mencapai sekitar Rp137 juta hanya dalam waktu dua hari.

Angka tersebut menunjukkan bahwa Batam memiliki peluang besar untuk mengembangkan wisata berbasis event, terutama untuk menarik wisatawan dengan tingkat pengeluaran yang lebih tinggi.

“Wisatawan datang ke Batam untuk banyak tujuan. Tidak hanya satu jenis kegiatan,” ujar Ardiwinata.

Menurutnya, wisatawan yang datang ke Batam memiliki beragam pilihan aktivitas.

Tidak hanya menikmati wisata belanja atau kuliner, tetapi juga mengikuti kegiatan olahraga, event, wisata bahari, pertemuan bisnis hingga berbagai atraksi lainnya.

Batam Tak Hanya Andalkan Hiburan Malam

Besarnya kunjungan wisatawan mancanegara juga menjadi bukti bahwa kekuatan pariwisata Batam tidak hanya bergantung pada satu jenis hiburan.

Destinasi wisata, event, kuliner, pusat perbelanjaan dan aktivitas rekreasi lainnya menjadi bagian dari daya tarik Batam.

Ardiwinata menegaskan bahwa wisatawan datang ke Batam dengan berbagai tujuan.

Karena itu, keberadaan beragam pilihan aktivitas wisata menjadi penting untuk menjaga minat wisatawan agar terus datang.

Penertiban terhadap usaha yang diduga melanggar ketentuan, menurutnya, tidak serta-merta membuat Batam kehilangan daya tarik sebagai destinasi wisata.

“Wisatawan datang ke Batam untuk banyak tujuan. Tidak hanya satu jenis kegiatan,” katanya.

Wisatawan Singapura dan Malaysia Masih Jadi Andalan

Kedekatan geografis menjadi salah satu keuntungan terbesar Batam dalam menarik wisatawan dari Singapura dan Malaysia.

Akses kapal feri yang relatif cepat membuat Batam menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan singkat.

Dalam waktu perjalanan yang tidak terlalu lama, wisatawan sudah bisa menikmati suasana berbeda dengan pilihan hotel, kuliner, pusat perbelanjaan dan berbagai tempat hiburan.

Namun, tingginya jumlah kunjungan juga menjadi tantangan bagi Batam.

Pemerintah dan pelaku industri pariwisata perlu terus menghadirkan pengalaman baru agar wisatawan tidak hanya datang sekali, tetapi tertarik untuk kembali.

Semakin lama wisatawan tinggal, semakin besar pula potensi belanja yang masuk ke berbagai sektor ekonomi.

Mulai dari hotel, restoran, transportasi, pusat perbelanjaan hingga pelaku UMKM.

Dengan sekitar 820 ribu wisatawan mancanegara dalam enam bulan pertama 2026, sektor pariwisata kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu penggerak penting ekonomi Batam.

Bagi Batam, wisatawan bukan sekadar angka kunjungan.

Di balik ratusan ribu pelancong yang datang, ada perputaran uang, aktivitas ekonomi dan peluang besar yang terus bergerak dari hotel hingga warung makan, dari mal hingga destinasi wisata.

Dan dengan semakin banyak pilihan aktivitas yang ditawarkan, Batam berharap wisatawan tidak hanya datang untuk singgah sebentar, tetapi tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak uang di kota ini. (dr)