BATAM – Kepulauan Riau (Kepri) semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia, terutama bagi wisatawan mancanegara dari kawasan Asia Tenggara. Kota Batam masih menjadi pintu masuk utama turis asing dengan kontribusi mencapai sekitar 81 hingga 85 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke provinsi tersebut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisman ke Provinsi Kepulauan Riau pada September 2026 mencapai 200.584 kunjungan. Angka ini mengalami penurunan 11,26 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca juga: Gratis! Singapura Siapkan Shuttle Tanpa Sopir di Sentosa Tahun 2027, Wisatawan Bisa Keliling Pulau

Meski demikian, peluang peningkatan kunjungan wisatawan pada penghujung tahun masih terbuka. Sejumlah agenda berskala internasional dan kegiatan budaya telah disiapkan untuk menarik lebih banyak pelancong, baik dari dalam maupun luar negeri.

Batam menjadi daerah yang paling diuntungkan dari tingginya mobilitas wisatawan tersebut. Letaknya yang strategis, berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, serta didukung akses transportasi laut internasional menjadikan kota ini sebagai destinasi favorit wisatawan regional.

Baca juga: Merlion Singapura Ditutup Sementara 24-26 November 2026, Ini Alternatif Spot Foto bagi Wisatawan

Batam Sumbang Mayoritas Kunjungan Turis Asing ke Kepri

Dominasi Batam dalam industri pariwisata Kepri terlihat dari tingginya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2026.

Hingga Agustus 2026, jumlah wisman yang berkunjung ke Batam mencapai 1.147.738 kunjungan. Angka tersebut sudah mendekati target tahunan sebanyak 1,7 juta wisatawan asing.

Berdasarkan catatan kunjungan bulanan, Januari 2026 mencatat 126.620 kunjungan, kemudian meningkat menjadi 131.308 kunjungan pada Februari.

Pada Maret, jumlah kunjungan mencapai 114.837, sedangkan April tercatat 113.784 kunjungan.

Memasuki Mei, arus wisatawan meningkat signifikan menjadi 169.477 kunjungan. Tren positif berlanjut pada Juni dengan 160.871 kunjungan dan Juli sebanyak 143.523 kunjungan.

Puncaknya terjadi pada Agustus 2026 dengan 183.281 kunjungan, menjadi angka tertinggi sepanjang delapan bulan pertama tahun ini.

Dengan target 1,7 juta wisman, Batam masih membutuhkan sekitar 552.262 kunjungan hingga akhir Desember 2026. Artinya, kota ini perlu mempertahankan rata-rata sekitar 138 ribu kunjungan setiap bulan selama empat bulan terakhir tahun ini.

Singapura dan Malaysia Masih Mendominasi

Kedekatan geografis menjadi salah satu faktor utama yang membuat Batam terus diminati wisatawan asing.

Singapura masih menjadi negara penyumbang wisman terbesar. Pada Agustus 2026, kontribusinya mencapai sekitar 39,72 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam.

Selain Singapura, wisatawan asal Malaysia juga menjadi pasar penting bagi pariwisata Batam. Sejumlah negara lainnya yang turut menyumbang kunjungan antara lain China, India, dan Filipina.

Kemudahan akses melalui jalur laut, pilihan hotel yang beragam, wisata belanja, kuliner, hingga destinasi rekreasi menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari negara-negara tersebut.

Kepri Mulai Genjot Pemerataan Wisata ke Bintan dan Tanjungpinang

Meski Batam masih mendominasi, pemerintah daerah berupaya memperluas sebaran wisatawan ke sejumlah daerah lain di Kepulauan Riau.

Bintan, Tanjungpinang, dan Karimun memiliki potensi wisata yang tidak kalah menarik, mulai dari pantai, wisata bahari, sejarah Melayu, hingga kuliner khas daerah.

Tanjungpinang, misalnya, memiliki Pulau Penyengat yang dikenal sebagai salah satu pusat sejarah dan kebudayaan Melayu. Sementara Bintan menawarkan kawasan wisata pantai dan resort internasional yang menjadi daya tarik bagi wisatawan asing.

Namun, pemerataan kunjungan masih menghadapi sejumlah tantangan. Tanjungpinang tercatat baru memperoleh sekitar 31.698 kunjungan wisman, sementara target yang ingin dicapai mencapai 100.000 kunjungan.

Pembenahan layanan transportasi, termasuk transparansi tarif taksi dan porter di kawasan pelabuhan, menjadi salah satu aspek penting untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan.

MoonRun 2026 hingga Penyengat Heritage Jadi Andalan November

Memasuki November 2026, sejumlah agenda pariwisata disiapkan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kepulauan Riau.

Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah BTN KEPRI MoonRun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 13–14 November 2026 di Kota Tanjungpinang.

Ajang lari malam tersebut diperkirakan diikuti sekitar 3.100 pelari dari berbagai daerah, termasuk peserta mancanegara. Kehadiran ribuan peserta diharapkan memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan usaha pariwisata lokal.

Selain itu, terdapat dua agenda budaya yang turut dipersiapkan, yakni Kemilau Nusantara Kepri 2026 dan Penyengat Heritage.

Kedua kegiatan tersebut mengangkat kekayaan budaya dan sejarah Melayu sebagai daya tarik wisata. Konsep wisata budaya ini diharapkan dapat memperkenalkan Kepri tidak hanya sebagai tujuan wisata belanja dan rekreasi, tetapi juga sebagai destinasi sejarah dan warisan budaya.

Akhir Tahun Jadi Momentum Kebangkitan Wisata Kepri

Dengan total kunjungan wisman Kepri secara kumulatif yang dilaporkan telah mencapai sekitar 1,6 juta hingga September 2026, peluang untuk meningkatkan angka kunjungan pada penghujung tahun masih terbuka.

Batam diperkirakan tetap menjadi motor utama pariwisata, terutama dengan dukungan akses langsung dari Singapura dan Malaysia.

Di sisi lain, pengembangan wisata Bintan, Tanjungpinang, Karimun, dan daerah lainnya menjadi pekerjaan penting agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih merata.

Kombinasi wisata bahari, kuliner, belanja, sejarah Melayu, serta agenda berskala internasional menjadi modal Kepri untuk menarik lebih banyak pelancong.

Bagi wisatawan yang sedang merencanakan liburan November hingga Desember 2026, Kepulauan Riau menawarkan beragam pilihan destinasi. Mulai dari menikmati suasana kota dan wisata kuliner di Batam, menjelajahi pantai Bintan, hingga menyusuri jejak sejarah Melayu di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. (dr)