BATAM – Saat bepergian ke destinasi wisata, seringkali kita tergoda untuk mencoba berbagai restoran yang menjanjikan pengalaman kuliner baru. Namun, beberapa restoran di tempat wisata terkenal seringkali memanfaatkan ketertarikan turis untuk meraih keuntungan.
Para chef menyarankan agar wisatawan waspada terhadap restoran yang bisa saja menjebak.
Chef Hector Santiago mengingatkan bahwa restoran trap turis sering kali menyajikan makanan yang dianggap sesuai dengan selera wisatawan, seperti pizza yang tidak autentik.
“Tempat wisata sering menyajikan makanan yang mereka kira diinginkan, alih-alih menciptakan pengalaman kuliner yang sebenarnya,” ujar Santiago, seperti dilansir dari Huffington Post.
Baca juga: Singapura Jadi Pilihan Utama Wisatawan Muslim: Kuliner Halal dan Fasilitas Ibadah Terbaik
Berikut adalah tanda-tanda restoran yang sebaiknya dihindari:
Tanda-Tanda Menyambut yang Berlebihan
Waspadalah terhadap restoran yang mempromosikan diri secara berlebihan dengan dekorasi mencolok dan sambutan berlebihan. Okan Kizilbayir dari The Ritz-Carlton mengingatkan bahwa restoran yang terlalu menonjolkan diri sering kali lebih fokus pada promosi daripada kualitas makanan.
Jared Hucks juga menambahkan bahwa menu multibahasa dengan gambar-gambar sering kali menandakan restoran yang menargetkan turis.
Lokasi
Chef Claudia Martinez merekomendasikan untuk mencari restoran di luar pusat keramaian. Restoran yang terletak di area wisata utama sering kali lebih fokus pada pemasaran daripada penyajian kuliner lokal yang autentik.
Baca juga: Tips Memilih Kursi Pesawat: Hindari Kursi Belakang dan Baris Pintu Keluar
Ukuran Menu
Menu yang terlalu besar sering kali mengindikasikan bahwa restoran tersebut tidak memiliki fokus pada kualitas makanan.
Chef Piero Premoli memperingatkan bahwa menu yang penuh dengan pilihan makanan yang digoreng biasanya merupakan tanda restoran yang lebih memilih makanan beku dan murah.
Makanan Penutup dan Minuman
Menurut Claudia Martinez, jika makanan penutup dipajang atau ditampilkan dengan gambar, terutama di restoran besar, ini bisa menjadi indikasi bahwa makanan tersebut tidak dibuat oleh koki pastry profesional.
Baca juga: Bawah Reserve: Liburan Mewah di Surga Tersembunyi Kepulauan Anambas
Aspek Hiburan
Restoran yang terlalu banyak menampilkan hiburan atau barang dagangan mungkin lebih fokus pada penampilan daripada kualitas makanan. Santiago dan Kizilbayir menyarankan agar pengunjung berhati-hati dengan restoran yang mengutamakan pertunjukan daripada makanan yang disajikan.
Tur Grup
Kizilbayir menyarankan untuk menghindari restoran yang melayani tur grup besar. Menyajikan makanan berkualitas untuk banyak orang secara bersamaan sering kali mengakibatkan penggunaan bahan makanan yang lebih murah atau metode memasak yang tidak optimal.
Dengan memperhatikan tanda-tanda ini, wisatawan dapat menghindari restoran yang mungkin mengecewakan dan memastikan pengalaman kuliner mereka saat bepergian tetap memuaskan dan autentik.
Selamat berlibur dan selamat menikmati kuliner lokal yang sebenarnya!
Sumber: tempo

Comments