BATAM – Kabar mengejutkan datang dari industri pariwisata Thailand. Menjelang Festival Songkran April 2026, sejumlah hotel mewah di Negeri Gajah Putih menawarkan diskon besar-besaran hingga 70 persen demi menarik wisatawan domestik.

Langkah ini diambil di tengah melemahnya kunjungan wisatawan internasional akibat konflik di Timur Tengah yang berdampak langsung pada sektor penerbangan global.

Salah satu contoh paling mencolok adalah Mandarin Oriental Bangkok, hotel ikonik di tepi Sungai Chao Phraya yang biasanya mematok harga hingga US$1.000 (sekitar Rp17 juta) per malam. Kini, kamar di hotel mewah tersebut bisa dinikmati dengan harga di bawah US$300 atau sekitar Rp5 juta per malam.

Menurut laporan Bangkok Post, operator hotel di berbagai kota wisata mulai memberikan potongan harga antara 20 hingga 40 persen. Bahkan, untuk pasar domestik dan ekspatriat, diskon bisa mencapai 70 persen, terutama di hotel-hotel bintang lima.

Tak hanya di Bangkok, hotel dan resor mewah di Thailand selatan juga ikut banting harga. Beberapa properti kini menawarkan tarif mulai sekitar US$430 (Rp7,3 juta) per malam—hampir setengah dari harga normal.

Fenomena ini terjadi setelah banyak wisatawan Eropa membatalkan perjalanan mereka. Asosiasi Hotel Thailand menyebutkan bahwa turis Eropa yang biasanya menyumbang sekitar 30 persen kunjungan ke Chiang Mai pada periode ini terpaksa membatalkan pemesanan karena kesulitan mendapatkan penerbangan.

Dampak Perang di Iran

Situasi semakin diperparah oleh penutupan wilayah udara yang berkaitan dengan konflik di Iran, yang mengganggu jalur penerbangan utama antara Eropa dan Asia. Akibatnya, perjalanan ke Thailand menjadi lebih rumit dan mahal.

Kondisi ini diperkirakan tidak akan pulih dalam waktu dekat. Asosiasi Hotel Thailand memperkirakan dampaknya bisa berlangsung hingga enam bulan ke depan, dengan minimnya pemesanan baru dari pasar Eropa dan Timur Tengah.

Dilaporkan oleh VnExpress, Kementerian Pariwisata Thailand bahkan memperkirakan potensi kehilangan hingga 596.000 wisatawan dan pendapatan sebesar 40,9 miliar baht (sekitar Rp21,2 triliun) jika konflik terus berlanjut lebih dari delapan minggu.

Padahal, Thailand menargetkan kedatangan 37 juta wisatawan asing pada 2026, meningkat lebih dari 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga pertengahan Maret, jumlah kunjungan tercatat mencapai 7,9 juta wisatawan, dengan Tiongkok, Malaysia, dan Rusia masih menjadi pasar utama.

Meski tantangan besar menghadang, promo besar-besaran ini justru menjadi peluang emas bagi wisatawan lokal dan regional untuk menikmati pengalaman menginap di hotel mewah dengan harga yang jauh lebih terjangkau selama momen Songkran.

Jika anda merencanakan liburan ke Bangkok saat ini, bisa hubungi Travel Batam. (dr)

Sumber: tempo