BATAM – Belakang Padang menjadi salah satu destinasi wisata unik di Kota Batam yang menyimpan sejarah panjang, keindahan alam, hingga legenda yang masih dipercaya masyarakat setempat. Pulau yang berada di ujung barat Batam dan berbatasan langsung dengan Singapura melalui Selat Malaka ini dikenal dengan julukan romantis, Pulau Penawar Rindu.
Julukan tersebut bukan tanpa alasan. Konon, siapa saja yang pernah minum air di pulau ini akan merasakan kerinduan untuk kembali datang ke Belakang Padang. Meski hanya mitos turun-temurun, banyak wisatawan mengaku selalu ingin kembali menikmati suasana tenang dan hangat khas kampung Melayu di pulau ini.
Tak hanya terkenal karena cerita mistisnya, Belakang Padang juga memiliki nilai sejarah penting bagi perkembangan Batam. Dahulu, kawasan ini sempat menjadi pusat pemerintahan Batam sebelum wilayah industri modern berkembang seperti sekarang.
Akses menuju pulau ini juga cukup mudah. Wisatawan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit menggunakan kapal kayu atau pompong dari Pelabuhan Pancung dekat Sekupang. Selama perjalanan, pengunjung akan disuguhkan panorama laut yang indah dan lalu lintas kapal di Selat Malaka.
Di sebelah timur Belakang Padang terdapat Pulau Sambu yang memiliki sejarah penting sejak era kolonial Belanda. Pada tahun 1897, Belanda membangun pangkalan minyak di pulau tersebut yang menjadikannya kawasan strategis pengelolaan minyak bumi di wilayah Kepulauan Riau.
Asal Usul Nama Belakang Padang

Asal-usul nama Belakang Padang juga memiliki cerita menarik. Salah satu versi menyebut nama tersebut berasal dari seorang tokoh Bugis bernama Daeng Demak yang menemukan kawasan luas menyerupai padang di balik pepohonan lebat. Dari situlah nama Belakang Padang mulai dikenal masyarakat.
Selain sejarahnya, pulau ini juga menawarkan pesona wisata alam yang memikat. Pantai berpasir putih dengan suasana tenang menjadi tempat favorit wisatawan untuk bersantai sambil menikmati angin laut.
Perairan di sekitar pulau juga memiliki terumbu karang yang indah dan kaya biota laut, cocok untuk snorkeling maupun diving.
Tak hanya itu, kawasan hutan mangrove di Belakang Padang juga menjadi daya tarik tersendiri. Wisatawan dapat menyusuri area mangrove menggunakan kayak atau berjalan kaki menikmati suasana alami yang masih terjaga.
Bagi pecinta aktivitas laut, memancing menjadi salah satu kegiatan favorit di pulau ini. Warga setempat juga menyediakan perahu dan perlengkapan memancing bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi memancing di perairan sekitar pulau.
Wajib Masuk Daftar Kunjungan ke Batam
Dengan kombinasi sejarah, budaya Melayu, panorama alam, dan cerita legenda yang unik, Belakang Padang menjadi destinasi wisata yang layak masuk daftar kunjungan saat berada di Batam.
Pulau kecil yang tenang ini membuktikan bahwa pesona wisata tak selalu tentang gemerlap kota, tetapi juga tentang ketenangan yang membuat hati terus rindu untuk kembali.
Segera hubungi Travel Batam jika kamu tertarik liburan ke Pulau Penawar Rindu. (dr)

Comments