BATAM – Siapa sangka, di balik gemerlap Kota Batam yang dikenal sebagai bandar dunia madani, terdapat sebuah pulau kecil dengan pesona luar biasa. Pulau Karas Kecil, atau lebih dikenal dengan sebutan Pulau Lampu, menyimpan keindahan alam dan sejarah yang jarang diketahui wisatawan.

Pulau seluas 15 hektare yang berada di Kecamatan Galang ini menawarkan pantai berpasir putih, air laut sebening kaca, hingga mercusuar peninggalan Belanda yang berdiri kokoh sejak tahun 1886.

Baca juga: Marc Marquez Bidik Juara MotoGP 2025 di Mandalika! The Baby Alien Ungkap Rencana Perayaan Gelar

Keunikan inilah yang membuat Pulau Karas Kecil menjadi destinasi eksotik nan bersejarah di Batam.

Akses Menuju Pulau Karas Kecil

Mercusuar peninggalan Belanda (mc pemprov kepri)

Untuk mencapai pulau ini, wisatawan perlu menyeberang dari Pelabuhan Sembulang Tanjung, Pulau Rempang, dengan kapal angkut seharga Rp40 ribu per orang menuju Pulau Karas Besar.

Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan kapal warga setempat selama lima menit untuk sampai ke Pulau Karas Kecil.

Pulau ini dikelola oleh Busri alias Bujang (45 tahun). Wisatawan biasanya menghubunginya lebih dulu, baik untuk sekadar bermain di pantai maupun bermalam dengan mendirikan tenda di area padang rumput yang luas.

Baca juga: Mulai 17 Agustus 2025, WNI Bisa Belanja Pakai QRIS di Jepang dan China! Simak Daftar Negaranya

Pesona Alam dan Penyu Bertelur

Hamparan padang rumput dua kali lapangan sepak bola menjadi daya tarik tersendiri. Menariknya, lokasi ini juga menjadi tempat penyu bertelur pada bulan Mei hingga Oktober. Saat musim tersebut tiba, Bujang menutup sementara akses wisata demi menjaga proses alami penetasan penyu.

“Kalau penyu sedang naik bertelur, saya tutup sementara untuk wisatawan,” ujar Bujang.

Mercusuar Belanda di Pulau Lampu

Daya tarik utama lainnya adalah mercusuar berusia hampir 137 tahun. Untuk mencapainya, wisatawan harus menaiki sekitar 100 anak tangga menuju bukit. Dari puncak, terlihat bangunan operasional khas Belanda dengan pintu dan jendela bergaya arsitektur kolonial. Inilah alasan pulau ini disebut Pulau Lampu.

Dengan perpaduan keindahan pantai, sejarah kolonial, hingga konservasi penyu, Pulau Karas Kecil layak menjadi pilihan wisatawan yang ingin merasakan suasana berbeda di Batam. (dr)

Sumber: tempo