BATAM – Vietnam kini menjelma menjadi salah satu destinasi wisata paling diminati di Asia Tenggara, khususnya bagi wisatawan dari Singapura. Laporan The Straits Times mencatat lonjakan minat ini terlihat jelas, baik dari tren media sosial maupun pertumbuhan pesat sektor pariwisata Vietnam dalam beberapa tahun terakhir.

Data dari Vietnam National Administration of Tourism menunjukkan perkembangan luar biasa. Pendapatan pariwisata Vietnam melonjak drastis dari hanya 1,34 miliar VND pada 1990 menjadi 355.000 miliar VND pada 2010, dan diproyeksikan mencapai sekitar 840.000 miliar VND pada 2024.

Pemulihan Tercepat Pasca Pandemi

Vietnam juga mencatat salah satu pemulihan pariwisata tercepat di Asia Tenggara setelah pandemi. Jumlah wisatawan internasional bahkan telah mencapai sekitar 98% dari level sebelum pandemi tahun 2019.

Menurut Gareth Leather, stabilitas politik, sistem pendidikan yang kuat, serta pembangunan infrastruktur menjadi fondasi utama pertumbuhan sektor ini.

Daya Tarik: Murah, Indah, dan Kaya Budaya

Pasar tradisional di Vietnam (ist)

Vietnam menawarkan kombinasi yang sulit ditandingi: sejarah yang kaya, lanskap alam yang memukau, serta biaya liburan yang relatif terjangkau.

Mulai dari hiruk-pikuk Ho Chi Minh City, pantai eksotis di Phu Quoc, hingga pesona pesisir Nha Trang—semuanya menjadi magnet bagi wisatawan muda, terutama dari Singapura.

Selain itu, kuliner jalanan, kafe estetik, hingga layanan kesehatan dan kecantikan dengan harga ramah kantong membuat Vietnam semakin viral di kalangan traveler.

Seorang wisatawan asal Singapura, Nadia Lim, bahkan mengaku telah dua kali mengunjungi Ho Chi Minh City dalam enam bulan terakhir. Ia menyebut Vietnam sebagai destinasi yang “dekat, murah, dan menyenangkan untuk belanja serta kuliner.”

Investasi Besar & Infrastruktur Melesat

Pemerintah Vietnam menargetkan 50 juta wisatawan internasional pada 2030. Untuk mencapai target ini, berbagai proyek besar terus dikembangkan, termasuk pembangunan hotel dan resor oleh jaringan global seperti Melia Hotels International dan Hilton Hotels & Resorts.

Destinasi seperti Phu Quoc dan Vung Tau menjadi fokus utama pengembangan, sementara tren wisata kesehatan juga berkembang pesat di wilayah Vietnam Utara dan Tengah.

Akses Makin Mudah, Wisatawan Meningkat

Peningkatan konektivitas udara turut mendorong lonjakan wisatawan. Maskapai Scoot misalnya, telah membuka rute langsung ke Phu Quoc sejak Desember 2024 dan ke Nha Trang pada November 2025.

VNAT memperkirakan jumlah wisatawan dari Singapura akan meningkat hingga 15,5% pada 2025.

Tantangan Tetap Ada

Meski prospeknya cerah, sejumlah risiko tetap mengintai. Ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga energi global dapat memengaruhi daya beli wisatawan.

Namun demikian, Vietnam tetap mencatat performa impresif. Pada kuartal pertama 2026 saja, negara ini berhasil menarik 6,76 juta wisatawan internasional—naik 12,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Vietnam kini bukan sekadar alternatif—melainkan bintang baru pariwisata Asia Tenggara. Dengan harga terjangkau, destinasi beragam, dan akses yang semakin mudah, tak heran jika wisatawan Singapura dan dunia mulai beralih ke negara ini.

Jika tren ini terus berlanjut, Vietnam berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata terbesar di Asia dalam beberapa tahun ke depan.

Untuk informasi paket tour Vietnam, bisa hubungi Travel Batam. (dr)

Sumber: vietnam.vn