BATAM — Di tengah geliat industri dan lalu lintas dagang yang sibuk di Kota Batam, berdiri sebuah bangunan mencolok yang kerap membuat orang menoleh dua kali. Dengan warna merah terang berpadu emas, sekilas bangunan ini seperti sebuah kelenteng Tionghoa.

Namun siapa sangka, inilah Masjid Cheng Ho, salah satu masjid paling unik dan memesona di Kepulauan Riau.

Terletak di kawasan Golden City, Tanjung Buntung, Bengkong, masjid ini tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi yang sarat makna dan nilai budaya.

Masjid Cheng Ho Batam: Ketika Warna Merah dan Kaligrafi Arab Berpadu Memikat Wisatawan

Masjid Cheng Ho ini juga sering dimanfaatkan wisatawan yang berkunjung ke Golden City, Bengkong, untuk shalat Magrib (ist)

Dibangun di atas lahan seluas 6.400 meter persegi dan diresmikan pada tahun 2015, Masjid Cheng Ho langsung mencuri perhatian karena tampilannya yang jauh dari konvensional.

Baca juga: Menjelajahi Sejarah dan Alam dalam Paket Wisata 4H3M Batam, Pulau Penyengat, dan Bintan

“Awalnya saya kira ini bukan masjid. Saya pikir tempat ibadah agama lain karena arsitekturnya sangat mirip kelenteng,” ujar Ilham, seorang warga Batam yang kerap melintas di kawasan tersebut.

“Tapi begitu tahu ini masjid, saya langsung masuk. Dan ternyata… indah sekali!”

Keunikan masjid ini terletak pada arsitekturnya yang memadukan dua budaya besar: Tionghoa dan Islam. Pilar-pilar dan dindingnya dihiasi ornamen naga, lampion khas negeri Tirai Bambu, dan ukiran kayu rumit yang memikat mata. Namun di balik itu semua, kaligrafi Arab dan simbol-simbol Islam menegaskan identitas religiusnya.

Pengalaman spiritual di masjid ini pun terasa berbeda. Ukuran ruang utamanya memang hanya sekitar 600 meter persegi, namun justru memberikan suasana intim dan khusyuk. Ditambah dengan halaman luas, suasananya begitu tenang dan damai—baik untuk beribadah maupun sekadar mencari ketenangan.

Baca juga: 5 Tempat Wisata di Bandung yang Wajib Dikunjungi di 2025 — Cocok untuk Liburan Keluarga dan Gen Z!

Tak heran jika banyak wisatawan menjadikan Masjid Cheng Ho sebagai agenda wajib kunjung. Bukan hanya karena keindahan visualnya, tetapi karena kisah akulturasi budaya yang melekat erat padanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti, waktu itu, menyebut masjid ini sebagai satu-satunya masjid bernuansa Tionghoa di Provinsi Kepulauan Riau.

“Masjid ini punya daya tarik tersendiri, khususnya bagi wisatawan dari Tiongkok maupun wisatawan domestik yang ingin melihat kekhasan arsitektur dan budaya,” ujarnya.

Bagi wisatawan muslim, Masjid Cheng Ho menjadi tempat yang pas untuk beribadah sembari berwisata. Bagi non-muslim, masjid ini tetap menarik untuk dikunjungi, menyuguhkan potret indah dari harmoni antarbudaya yang hidup berdampingan di Batam.

Di balik bangunannya yang mencolok, Masjid Cheng Ho menyampaikan pesan yang kuat: bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan dirayakan dalam keindahan. (dr)