BATAM – Bayangkan liburan ke pedesaan indah di Korea Selatan dengan biaya hanya separuh harga. Bukan promo musiman biasa, pemerintah setempat benar-benar menyiapkan strategi “half-price travel” alias diskon 50 persen demi menghidupkan kembali desa-desa yang mengalami penurunan populasi.
Dilansir dari The Korea Times, program ini akan berjalan sebagai proyek percontohan pada April hingga Juni 2026. Strategi ini digagas oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan bersama Korea Tourism Organization.
Diskon 50 Persen, Bagaimana Skemanya?

Wisatawan yang berkunjung ke salah satu dari 16 wilayah pedesaan terpilih akan mendapatkan pengembalian biaya perjalanan sebesar 50 persen.
Wilayah yang masuk program tersebar di beberapa provinsi, di antaranya:
- PyeongChang, Yeongwol, dan Hoengseong (Provinsi Gangwon)
- Jecheon (Chungbuk)
- Gochang (Jeolla Utara)
- Gangjin, Haenam, Namhae dan wilayah lainnya di Jeolla Selatan serta Gyeongsang Selatan.
Daerah-daerah ini dikenal dengan lanskap alam yang masih asri, pantai yang tenang, pegunungan hijau, hingga desa tradisional yang autentik.
Tapi… Apakah Turis Indonesia Bisa Ikut?
Nah, ini bagian yang mungkin bikin sedikit kecewa.
Program diskon 50 persen ini hanya berlaku untuk warga Korea Selatan berusia 18 tahun ke atas.
Peserta wajib:
- Mengajukan rencana perjalanan ke pemerintah daerah setempat.
- Menyerahkan bukti pengeluaran setelah perjalanan.
- Menunggu verifikasi sebelum menerima pengembalian biaya.
Dana yang dikembalikan bukan berupa uang tunai, melainkan voucher regional digital.
Maksimal Refund dan Cara Pakainya
- Maksimal 100.000 won per orang
- Maksimal 200.000 won untuk kelompok dua orang atau lebih
Voucher digital ini bisa digunakan hingga akhir tahun di toko mitra lokal atau marketplace yang menjual produk khas daerah tersebut. Artinya, uangnya tetap berputar untuk mendukung ekonomi desa.
Total anggaran yang disiapkan pemerintah mencapai sekitar 6,5 miliar won untuk tahap awal.
Strategi Selamatkan Desa dari Krisis Populasi
Program ini bukan sekadar promo wisata. Pemerintah Korea Selatan ingin:
- Menghidupkan kembali ekonomi pedesaan
- Mendorong pergerakan wisata domestik
- Mengatasi tantangan penurunan populasi desa
Jika proyek percontohan ini sukses, pemerintah berencana memperluasnya ke lebih banyak wilayah dan membuka partisipasi lebih luas secara nasional di tahun berikutnya.
Insight untuk Traveler Indonesia
Walau turis Indonesia belum bisa menikmati diskon 50 persen ini, program ini memberi sinyal penting:
Korea Selatan mulai serius mengembangkan wisata pedesaan dan slow travel.
Artinya, destinasi alternatif di luar Seoul dan Busan bisa jadi tren baru dalam beberapa tahun ke depan.
Siapa tahu, jika program ini sukses, bukan tak mungkin ke depannya wisatawan mancanegara juga ikut kebagian potongan harga.
Jadi, apakah Anda tertarik menjelajahi desa-desa cantik Korea Selatan yang masih jarang dijamah turis? Hubungi Travel Batam untuk info paket liburan ke Korea Selatan. (dr)
Sumber: kompas

Comments