BATAM – Buat kamu pencinta kuliner sarapan yang autentik dan penuh cita rasa lokal, ada kabar bahagia nih! Kopi Ameng, kedai kopi legendaris yang dulu hanya bisa dinikmati di Pulau Belakang Padang, kini sudah buka cabang di Pulau Batam! Gak perlu lagi naik kapal kayu menyeberang laut demi menyeruput teh tarik terenak se-Batam!

Dari Pulau ke Kota: Perjalanan Legenda Kopi Ameng
Sejak 1980-an, Kopi Ameng dikenal sebagai tempat sarapan favorit warga Belakang Padang.

Tapi seiring waktu, popularitasnya menembus pulau! Kini, kamu bisa menemukan cabangnya di berbagai lokasi strategis di Batam, mulai dari Tiban, Sagulung, hingga Paragon Hill Batam Center—hanya 15 menit dari Bandara Hang Nadim!

Baca juga: Bikin Lupa Waktu! 5 Tempat Wisata di Little India Singapore Ini Wajib Masuk Bucket List Kamu!

Ramai Setiap Hari, Apalagi Weekend!

Coba mampir ke Kopi Ameng Paragon Hill pagi-pagi, dan kamu akan langsung merasakan vibes kedai penuh kenangan ini. Jangan heran kalau harus antre demi mi lendir, teh tarik dingin, atau bakwan goreng khas Melayu yang jadi incaran banyak pengunjung.

“Setiap hari ramai, apalagi hari libur. Tapi antreannya enggak lama kok,” ujar Ficka, pengunjung setia yang bahkan rela datang dari ujung kota demi sarapan di sini.

Baca juga: Liburan Sekolah 2025? 7 Destinasi Murah di Batam Ini Bikin Liburanmu Hemat Tapi Super Seru!

Menu Favorit yang Bikin Ketagihan

Kopi Ameng, Sarapan Legendaris Asli Belakang Padang yang Kini Jadi Primadona Batam!

Selain Kopi O, Teh Tarik milik Kopi Ameng itu juara (ilustrasi)

1. Teh Tarik Dingin: Banyak yang bilang ini teh tarik terenak di Batam

2. Mi Lendir & Mi Laksa: Kental, gurih, dan kaya bumbu khas Melayu

3. Bakwan Goreng Melayu: Renyah di luar, lembut di dalam, dan harus antre kalau mau kebagian!

4. Ikan Asam Pedas & Nasi Dagang: Cita rasa autentik Melayu yang sulit ditemukan di tempat lain

Harga menu? Mulai dari Rp15.000-an aja! Gak bikin kantong jebol tapi bikin perut bahagia!

Kuliner Sekaligus Budaya

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, kehadiran Kopi Ameng di Batam turut mendongkrak pariwisata kuliner lokal.

Menu khas seperti mi lendir, laksa, dan teh tarik bukan sekadar makanan, tapi juga warisan budaya dan kearifan lokal Melayu yang kini bisa dinikmati lebih luas.

“Kuliner seperti ini bisa mengenalkan budaya dan mempromosikan Batam sebagai destinasi wisata,” kata Ardi.

Jadi, tunggu apa lagi?

Kalau kamu ke Batam dan belum sarapan di Kopi Ameng, kamu belum benar-benar liburan! Yuk, buruan cobain sensasi sarapan legendaris yang bikin semua orang balik lagi keesokan harinya! (dr)