BATAM – Tren membungkus paspor dengan aluminium foil belakangan ramai diperbincangkan di kalangan wisatawan. Kebiasaan ini muncul karena kekhawatiran terhadap keamanan data pribadi yang tersimpan dalam chip elektronik paspor.
Sebagian traveler menganggap aluminium foil dapat menjadi “perisai” sederhana untuk mencegah data paspor dibaca oleh perangkat tertentu. Namun, benarkah paspor perlu dibungkus aluminium foil setiap kali bepergian ke luar negeri?
Baca juga: Tak Perlu ke Luar Negeri! 7 Destinasi Indonesia Ini Punya Panorama Kelas Dunia
Dilansir dari Euronews dan El Cronista, Rabu (23/9/2026), kekhawatiran terhadap pencurian data melalui chip paspor memang berkaitan dengan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) yang digunakan pada paspor elektronik.
Mengapa Paspor Elektronik Memiliki Chip?
Paspor elektronik atau e-passport dilengkapi chip yang digunakan untuk menyimpan informasi identitas serta data biometrik pemegang dokumen.
Baca juga: Hati-Hati Traveler! Ulasan Hotel Bintang 5 Bisa Jadi Buatan AI
Teknologi tersebut membantu otoritas perbatasan melakukan verifikasi identitas secara lebih cepat dan aman. Chip inilah yang kemudian menjadi perhatian sebagian wisatawan karena bekerja dengan teknologi nirkabel.
Kekhawatirannya sederhana: jika chip dapat dibaca tanpa kontak fisik, apakah seseorang bisa mencuri data paspor hanya dengan mendekati pemiliknya?
Aluminium Foil Disebut Bisa Menghambat Sinyal RFID
Aluminium merupakan material yang dapat menghambat atau memantulkan gelombang radio. Karena itu, membungkus paspor dengan aluminium foil secara teori dapat memberikan penghalang tambahan terhadap komunikasi nirkabel pada chip.
Cara ini kemudian dianggap bisa mengurangi kemungkinan chip dibaca menggunakan perangkat tertentu ketika paspor berada di dalam tas atau saku.
Meski demikian, fungsi aluminium foil lebih tepat dipahami sebagai lapisan perlindungan tambahan, bukan jaminan bahwa data paspor otomatis aman dari seluruh bentuk pencurian.
Benarkah Data Paspor Bisa Dicuri dari Jarak Jauh?
Inilah bagian yang sering disalahpahami.
Pembacaan chip paspor secara ilegal tidak semudah seseorang berjalan melewati wisatawan lalu langsung mengambil seluruh informasi di dalam paspor. Perangkat pembaca harus berada dalam jarak yang relatif dekat dan terdapat mekanisme keamanan tertentu pada sistem e-passport.
Dengan kondisi tersebut, risiko pembacaan chip paspor tanpa izin dalam aktivitas perjalanan sehari-hari dinilai relatif rendah.
Artinya, wisatawan tidak perlu panik setiap kali membawa paspor elektronik di bandara, terminal, stasiun, pusat perbelanjaan, maupun kawasan wisata yang ramai.
Jadi, Perlukah Membungkus Paspor dengan Aluminium Foil?
Bagi wisatawan yang ingin menambah lapisan perlindungan, aluminium foil dapat digunakan sebagai tindakan pencegahan sederhana.
Namun, kebiasaan tersebut bukan kewajiban saat bepergian dan bukan pula persyaratan pemeriksaan imigrasi.
Paspor tetap harus dikeluarkan ketika diperlukan untuk pemeriksaan identitas, sehingga wisatawan yang menggunakan aluminium foil perlu membuka bungkusnya terlebih dahulu.
Selain itu, terlalu sering melipat dan membuka aluminium foil juga kurang praktis ketika harus berpindah negara atau melewati pemeriksaan perbatasan.
Keamanan Paspor Bukan Hanya Soal Chip
Daripada hanya khawatir terhadap chip elektronik, wisatawan justru perlu memperhatikan risiko yang lebih umum selama perjalanan.
Paspor sebaiknya:
- Disimpan di tempat yang aman dan mudah diawasi.
- Tidak ditinggalkan sembarangan di hotel atau tempat umum.
- Tidak diberikan kepada orang yang tidak berkepentingan.
- Dijaga agar tidak basah, robek, atau rusak.
- Segera dilaporkan jika hilang.
- Tidak difoto dan dibagikan sembarangan di media sosial.
Foto halaman biodata paspor yang diunggah ke internet juga berpotensi membuka informasi pribadi kepada pihak yang tidak berkepentingan.
Aluminium Foil Boleh, Tapi Bukan Keharusan
Tren membungkus paspor dengan aluminium foil pada dasarnya berangkat dari kekhawatiran terhadap teknologi RFID. Material tersebut memang dapat menjadi penghalang terhadap gelombang radio dalam kondisi tertentu.
Namun, risiko pembacaan chip paspor tanpa izin dalam aktivitas perjalanan sehari-hari tergolong rendah. Karena itu, penggunaan aluminium foil lebih tepat dianggap sebagai perlindungan tambahan bagi traveler yang merasa lebih nyaman menggunakannya, bukan kebutuhan wajib.
Bagi wisatawan, langkah paling penting tetap menjaga paspor secara fisik, membatasi akses terhadap data pribadi, serta tidak sembarangan membagikan foto dokumen perjalanan.
Jadi, sebelum ikut-ikutan tren paspor dibungkus aluminium foil, traveler perlu tahu: perlindungan tambahan boleh saja, tetapi keamanan paspor tidak hanya bergantung pada selembar aluminium foil. (dr)
Sumber: kompas

Comments