SINGAPURA – Pemerintah Singapura mengambil langkah cepat menyusul meningkatnya ketegangan global akibat konflik di Timur Tengah. Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan Singapura (ICA) resmi memperketat pemeriksaan keamanan di seluruh pintu masuk negara tersebut sejak 28 Februari 2026.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas situasi keamanan internasional yang memanas setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel serta balasan dari Iran.
“Mengingat situasi keamanan global yang meningkat, termasuk perkembangan terkini di Timur Tengah, ICA telah meningkatkan pemeriksaan keamanan terhadap pelancong, kargo, dan kendaraan di pos pemeriksaan darat, udara, dan laut sejak 28 Februari 2026,” demikian pernyataan resmi ICA yang dikutip dari The Straits Times.

Akibat kebijakan ini, para pelancong diminta bersiap menghadapi waktu tunggu yang lebih lama saat proses pemeriksaan imigrasi. Otoritas Singapura juga mengimbau wisatawan untuk datang lebih awal agar tidak tertinggal penerbangan atau perjalanan lanjutan.
Pemeriksaan yang diperketat mencakup seluruh pintu masuk utama negara tersebut, termasuk Bandara Changi, pelabuhan cruise, hingga perbatasan darat dengan Malaysia.
Dengan pengawasan yang lebih intensif terhadap setiap penumpang, kendaraan, dan barang bawaan, antrean di pos pemeriksaan diperkirakan akan lebih panjang dibandingkan hari-hari biasa.
Tidak hanya berdampak pada pemeriksaan imigrasi, eskalasi konflik di Timur Tengah juga memengaruhi operasional maskapai penerbangan Singapura.
Sebanyak 26 penerbangan yang dioperasikan oleh Singapore Airlines dan anak usahanya, Scoot, dibatalkan untuk periode 28 Februari hingga 7 Maret 2026.
Pembatalan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menghindari wilayah udara berisiko tinggi di jalur penerbangan menuju Eropa dan sebagian kawasan Asia Barat.
Selain itu, Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) juga mengeluarkan travel advisory pada Minggu (1/3) yang meminta warganya menunda seluruh perjalanan ke kawasan Timur Tengah. Peringatan tersebut mencakup 15 destinasi yang dinilai memiliki risiko keamanan tinggi.
Langkah tegas Singapura ini menunjukkan dampak luas konflik Iran-Israel terhadap sektor transportasi dan keamanan internasional, termasuk di kawasan Asia Tenggara.
Bagi warga negara Indonesia yang berencana transit atau berkunjung ke Singapura dalam waktu dekat, pemeriksaan ketat ini kemungkinan akan membuat durasi perjalanan menjadi lebih lama dari biasanya.
Informasi lebih lanjut untuk paket liburan Singapura, bisa hubungi Travel Batam. (dr)
Sumber: cnnindonesia

Comments