BATAM – Saat liburan, banyak wisatawan khawatir akan mendapat harga yang lebih mahal dari pedagang lokal. Fenomena “harga turis” memang sering terjadi, baik saat berlibur ke luar negeri maupun ketika berkunjung ke kota lain di dalam negeri.

Mulai dari pasar tradisional, toko oleh-oleh, hingga penyedia transportasi lokal, praktik tawar-menawar hampir selalu menjadi bagian dari pengalaman traveling.

Negosiasi sebenarnya adalah strategi penting agar wisatawan bisa mendapatkan harga terbaik saat membeli barang atau menggunakan jasa. Sayangnya, keterbatasan bahasa atau rasa tidak enak sering membuat turis kesulitan menawar harga.

Padahal, ada beberapa trik sederhana yang bisa membantu wisatawan bernegosiasi dengan lebih percaya diri.

Berikut 10 tips tawar-menawar yang bisa kamu coba saat liburan, seperti dirangkum dari Life is Travel.

  1. Gunakan “Hello Effect”

Kesan pertama sangat menentukan proses tawar-menawar. Dalam psikologi dikenal dengan istilah Hello Effect, yaitu kesan awal yang terbentuk ketika seseorang pertama kali bertemu.

Karena itu, pastikan kamu tersenyum, bersikap sopan, dan menunjukkan sikap menghargai penjual. Jika suasana sudah lebih cair, pedagang biasanya akan lebih mudah diajak bernegosiasi.

  1. Jangan Sebut Harga Lebih Dulu

Jika kamu belum tahu harga barang, jangan terburu-buru menyebut angka terlebih dahulu.

Biarkan penjual menyebutkan harga awal. Bisa saja harga yang mereka tawarkan sebenarnya lebih murah dari yang kamu bayangkan. Jika kamu menyebut angka tinggi lebih dulu, ruang untuk menawar jadi lebih kecil.

  1. Lakukan Riset Harga

Sebelum membeli sesuatu, ada baiknya melakukan riset harga terlebih dahulu.

Kamu bisa mencari referensi harga di internet atau membandingkan harga dari beberapa pedagang di lokasi yang sama. Cara ini membantu kamu mengetahui kisaran harga wajar untuk barang tersebut.

  1. Gunakan Sedikit Bahasa Lokal

Jika liburan ke luar negeri, belajar beberapa kata dalam bahasa lokal bisa sangat membantu.

Misalnya kata-kata seperti “berapa harganya?”, “terlalu mahal”, atau “boleh kurang?”. Pedagang biasanya lebih menghargai pembeli yang mencoba berbicara dengan bahasa mereka.

  1. Jangan Perlihatkan Uang yang Dibawa

Saat bernegosiasi, sebaiknya jangan memperlihatkan uang tunai atau dompet yang kamu bawa.

Dompet yang terlihat tebal bisa membuat pedagang menganggap kamu mampu membayar mahal. Lebih baik keluarkan uang setelah harga benar-benar disepakati.

  1. Tetap Sabar dan Jangan Terburu-buru

Jika kamu terlihat sangat ingin membeli barang tersebut, penjual biasanya akan enggan menurunkan harga.

Karena itu, tetaplah sabar dan jangan memaksa. Sikap santai justru bisa membuat penjual lebih fleksibel dalam menurunkan harga.

  1. Tawar dari Harga Lebih Rendah

Strategi klasik dalam negosiasi adalah menawar dari harga yang lebih rendah dari target.

Misalnya harga barang Rp100 ribu dan kamu ingin mendapatkannya di Rp65 ribu, cobalah membuka tawaran di Rp50 ribu. Biasanya harga akan naik sedikit saat proses negosiasi.

  1. Bandingkan dengan Toko Lain

Jika penjual tetap bersikeras dengan harga tinggi, kamu bisa mengatakan bahwa toko lain menjual barang serupa dengan harga lebih murah.

Strategi ini sering membuat penjual mempertimbangkan kembali harga yang mereka tawarkan.

  1. Beri Pujian kepada Penjual

Sedikit pujian bisa menjadi strategi ampuh dalam tawar-menawar.

Misalnya memuji toko yang rapi, barang yang menarik, atau keramahan penjual. Sikap ini bisa mencairkan suasana dan membuat penjual lebih mudah memberikan diskon.

  1. Konsisten dengan Harga Tawaran

Saat menawar, jangan terlihat plin-plan.

Jika kamu sudah menentukan harga yang ingin dicapai, tetaplah konsisten. Pembeli yang terlihat ragu biasanya membuat penjual yakin bahwa barang tersebut tetap akan dibeli meski dengan harga mahal.

Dengan menerapkan strategi tawar-menawar yang tepat, wisatawan tidak hanya bisa menghemat pengeluaran, tetapi juga menikmati pengalaman berbelanja yang lebih menyenangkan selama liburan.

Kalau dilakukan dengan sopan dan santai, negosiasi harga bahkan bisa menjadi bagian seru dari petualangan traveling. (dr)

Sumber: cnnindonesia