BATAM – Masjid Agung Raja Hamidah di Kota Batam kini menjadi pusat perhatian masyarakat. Hal itu setelah menjalani revitalisasi besar-besaran dengan anggaran mencapai Rp170 miliar.

Revitalisasi yang dimulai pada Juli 2022. Menjadikan masjid yang sebelumnya dikenal sebagai Masjid Agung Batam Center sebagai sebuah bangunan megah dan modern. Kapasitas masjid ini dapat menampung hingga 10.000 jemaah.

Masjid ini resmi dibuka untuk umum pada September 2024 dan menjadi ikon baru Kota Batam. Tour Batam menjadikannya sebagai destinasi wisata religi.

Baca juga: Nagoya Hill Mall Batam: Surga Belanja, Kuliner, dan Hiburan di Pusat Kota

Sejarah Nama Baru

Masjid Agung Raja Hamidah: Ikon Baru Batam

Pelataran Masjid Agung Raja Hamidah (dok mc batam)

Masjid Agung Batam Center kini memiliki nama baru, yaitu Masjid Agung Raja Hamidah. Nama diambil untuk menghormati tokoh sejarah Melayu, Engku Puteri Raja Hamidah.

Nama baru ini memiliki makna historis yang mendalam, terkait dengan peran penting Raja Hamidah dalam menjaga kedaulatan Kesultanan Riau-Lingga.

Raja Hamidah dikenal sebagai sosok perempuan tangguh yang berperan besar dalam mempertahankan simbol kedaulatan kerajaan, yaitu Regalia, dari penjajahan Belanda dan Inggris.

Engku Hamidah juga dikenal sebagai simbol emansipasi perempuan di masa itu, yang terlibat aktif dalam politik, sosial, budaya, dan pertahanan.

Menurut sejarawan Abdul Malik dari Universitas Maritim Raja Ali Haji, Engku Hamidah juga dikenal sebagai tokoh pluralisme yang mampu menyatukan berbagai etnis di bawah satu payung kerajaan.

Dalam pernikahan Tan Tek Seng, seorang pemimpin Kapitan Tionghoa, Engku Hamidah memperlihatkan sikap pluralis dengan menggabungkan adat Tionghoa dan Melayu.

Masjid Agung Raja Hamidah: Ikon Baru Batam

Suasana di dalam Masjid Agung Raja Hamidah (foto antara)

Selain aspek historis, pemilihan nama Masjid Agung Raja Hamidah juga dilandasi oleh pertimbangan geografis dan filosofis.

Baca juga: Jadwal dan Harga Tiket Kapal Roro Telaga Punggur Hari Ini

Masjid ini terletak di Jalan Engku Putri, yang juga merujuk pada nama Raja Hamidah, dan dalam bahasa Arab, “Raja Hamidah” memiliki makna “orang yang selalu memuji Allah,” yang menambah kekuatan religius pada nama masjid ini.

Penamaan masjid ini diharapkan juga menciptakan sinergi dengan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, yang merupakan simbol dari pasangan tokoh penting lainnya dalam sejarah Kesultanan Riau-Lingga.

Dengan pembaruan dan penamaan yang penuh makna ini, Masjid Agung Raja Hamidah tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol kekuatan perempuan Melayu dan perjuangan sejarah yang harus terus dikenang oleh generasi sekarang dan mendatang. (dr)