BATAM – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkapkan sejumlah faktor yang menyebabkan harga tiket pesawat di Indonesia tetap tinggi. Dalam keterangannya, Anggota KPPU Budi Joyo Santoso menyebutkan bahwa tingginya harga avtur menjadi penyebab utama kenaikan harga tiket pesawat.

“Avtur sendiri menyumbang 40 persen dalam pembentukan harga tiket pesawat, sehingga ketika harga avtur mahal, dampaknya sangat besar terhadap harga tiket,” ujarnya kepada media di Jakarta, Jumat (20/8/2024).

Selain mahalnya avtur, Budi juga mengungkapkan bahwa distribusi avtur yang terbatas hanya pada PT Pertamina Patraniaga turut menjadi kendala.

Hingga saat ini, Pertamina Patraniaga menjadi satu-satunya perusahaan yang memiliki mandat untuk menyalurkan avtur di Indonesia. Menurut KPPU, situasi ini perlu diatasi dengan membuka peluang bagi swasta melalui sistem Multi Provider.

Baca juga: Tips Keamanan Traveling: Lindungi Barang Berharga dari Pencurian dengan Trik Ritsleting

“Kami sudah merekomendasikan kepada pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) untuk menerapkan sistem Multi Provider, yang bisa menjadi solusi untuk mengurangi monopoli dalam distribusi avtur,” jelas Budi seperti dikutip kompas, Sabtu (21/9/2024).

Faktor ketiga yang disoroti adalah pajak impor suku cadang pesawat. Komponen suku cadang pesawat yang mayoritas diimpor terkena biaya masuk antara 22 hingga 25 persen, yang turut berkontribusi pada mahalnya operasional maskapai.

“Impor suku cadang pesawat masih dikenai bea masuk yang cukup tinggi, antara 22 persen hingga 25 persen,” tambahnya.

KPPU berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi kebijakan terkait penurunan harga tiket pesawat. Terlebih, pemerintah telah membentuk Satgas Penurunan Harga Tiket Pesawat untuk menangani masalah ini secara komprehensif.

Baca juga: Pulau Belakang Padang: Destinasi Wisata Tersembunyi yang Wajib Dikunjungi di Batam

“Kami, sesuai dengan fungsi KPPU, memberikan saran agar kebijakan terkait ini dievaluasi lebih lanjut,” tutup Budi.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno juga memastikan bahwa pemerintah telah membentuk satuan tugas khusus untuk menurunkan harga tiket pesawat, bekerja sama dengan berbagai kementerian terkait.

Satgas ini diharapkan mampu menciptakan solusi efektif guna menurunkan harga tiket pesawat yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. (dr)