SINGAPURA – Pengalaman menjelajahi Pulau Sentosa di Singapura bakal semakin menarik. Wisatawan nantinya bisa berpindah dari satu tempat wisata ke destinasi lainnya menggunakan shuttle tanpa pengemudi alias kendaraan otonom yang dijadwalkan mulai diuji coba pada awal 2027.

Kabar menariknya, layanan transportasi futuristik tersebut bisa dinikmati secara gratis selama masa uji coba. Pengunjung hanya perlu melakukan pemesanan melalui aplikasi Tada untuk menggunakan kendaraan yang dirancang mengangkut hingga delapan penumpang tersebut.

Baca juga: Mau Liburan Natal dan Tahun Baru? Simak 5 Cara Mendapatkan Diskon Tiket Pesawat Nataru 2026

Dilansir dari The Straits Times, Jumat (30/10/2026), layanan ini merupakan hasil kolaborasi Sentosa Development Corporation (SDC) dengan perusahaan transportasi Tada.

Pada tahap awal, dua unit shuttle otonom akan dioperasikan setiap hari mulai pukul 13.00 hingga 19.00 waktu setempat.

Baca juga: Thailand Siapkan Aturan Baru untuk Turis, Hotel yang Tak Sesuai Iklan Wajib Kembalikan Uang!

Kehadiran layanan ini diharapkan mempermudah wisatawan menjangkau berbagai objek wisata, pantai, restoran, hingga hotel yang tersebar di kawasan Sentosa.

21 Titik Pemberhentian, Termasuk Pantai Siloso dan Palawan

Wisatawan yang ingin mencoba shuttle tanpa sopir ini nantinya memiliki sejumlah pilihan titik penjemputan dan penurunan penumpang.

Pada tahap pertama, sebanyak 21 titik pemberhentian disiapkan di kawasan barat Sentosa.

Beberapa lokasi yang masuk dalam rute tersebut meliputi:

1. Mega Adventure Park
2. Ola Beach Club
3. Siloso Beach Resort
4. Pantai Siloso
5. Pantai Palawan

Kendaraan otonom tersebut memiliki kapasitas delapan penumpang dan menggunakan teknologi dari perusahaan kendaraan tanpa pengemudi WeRide.

Tidak berhenti di kawasan barat, jumlah titik pemberhentian direncanakan bertambah menjadi 27 lokasi pada tahap berikutnya dengan menjangkau kawasan timur Sentosa.

Namun, rencana perluasan rute tersebut masih membutuhkan persetujuan Land Transport Authority (LTA), otoritas transportasi darat Singapura.

Cara Pesan Shuttle Gratis di Sentosa Lewat Aplikasi Tada

Bagi wisatawan Indonesia yang berencana mengunjungi Sentosa pada 2027, layanan ini bisa menjadi alternatif transportasi untuk menjelajahi kawasan wisata.

Pemesanan perjalanan dilakukan melalui aplikasi Tada.

Pengunjung dapat menggunakan aplikasi tersebut untuk memesan perjalanan sesuai titik penjemputan dan tujuan yang tersedia.

Selama periode uji coba, layanan ini tidak dikenakan biaya alias gratis.

Adapun jadwal operasional yang direncanakan adalah:

* Hari operasional: Setiap hari.
* Jam layanan: 13.00–19.00 waktu Singapura.
* Kapasitas: Delapan penumpang per kendaraan.
* Jumlah kendaraan awal: Dua unit.
* Biaya perjalanan: Gratis selama masa uji coba.

Wisatawan tetap perlu memperhatikan informasi ketersediaan layanan dan titik pemberhentian melalui aplikasi Tada.

Meski Tanpa Sopir, Tetap Ada Petugas Keselamatan

Walaupun menggunakan teknologi kendaraan otonom, shuttle tersebut tidak sepenuhnya berjalan tanpa pengawasan manusia.

Setiap kendaraan tetap dilengkapi petugas keselamatan atau safety operator yang bertugas memantau perjalanan dan mengambil alih kendali apabila terjadi kondisi darurat.

Sebelum mulai bertugas, para petugas akan menjalani pelatihan selama satu bulan.

Materi pelatihan mencakup pengoperasian kendaraan, penanganan keadaan darurat, hingga teknik mengemudi defensif.

Petugas keselamatan tersebut berasal dari TTS, perusahaan yang telah berpengalaman mengoperasikan layanan bus di kawasan Sentosa.

Selain pengawasan langsung, kendaraan juga akan dipantau dari jarak jauh selama beroperasi.

Waktu Tunggu Shuttle Diperkirakan 5-7 Menit

Rencana pengoperasian kendaraan otonom ini mendapat sambutan positif dari industri perhotelan di Sentosa.

General Manager Shangri-La Rasa Sentosa, Allen Khoo, menilai kehadiran shuttle tersebut akan membantu tamu hotel menjangkau restoran, klub pantai, dan berbagai atraksi wisata di pulau tersebut.

Ia juga menilai waktu tunggu sekitar lima hingga tujuh menit masih dapat diterima oleh pengunjung.

Untuk mendukung kelancaran perjalanan, rute shuttle dirancang melewati jalan umum dan jalur khusus kendaraan layanan, termasuk jalur yang biasa digunakan kendaraan pengiriman barang.

Pengaturan rute tersebut diharapkan dapat membantu mempersingkat waktu perjalanan wisatawan.

Bukan Menggantikan Pengemudi, Ini Tujuan Uji Coba Shuttle Otonom

Tada menyebut kerja sama dengan Sentosa Development Corporation sebagai langkah awal untuk memperluas pemanfaatan kendaraan otonom di kawasan wisata.

Teknologi ini bukan dimaksudkan untuk menggantikan pengemudi atau layanan transportasi yang sudah tersedia.

Sebaliknya, shuttle tanpa sopir akan menjadi pilihan tambahan bagi pengunjung yang ingin bepergian di sekitar Sentosa.

Selama masa uji coba, SDC dan Tada akan mengevaluasi sejumlah aspek, mulai dari waktu tunggu, kepastian perjalanan, hingga integrasi dengan layanan transportasi lainnya.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan untuk mengetahui tingkat kebutuhan dan penggunaan kendaraan otonom oleh wisatawan.

Bagi wisatawan Indonesia, khususnya dari Batam dan Kepulauan Riau, inovasi ini bisa menjadi pengalaman baru saat berlibur ke Singapura.

Selain menikmati pantai dan berbagai wahana hiburan di Sentosa, pengunjung juga berkesempatan mencoba teknologi transportasi masa depan tanpa harus mengeluarkan biaya perjalanan selama periode uji coba. (dr)