SINGAPURA – Bandara Changi kembali menjadi perbincangan di media sosial. Kali ini, bukan karena fasilitas mewah atau penghargaan internasional yang diraihnya, melainkan lantai berkarpet yang dinilai seorang turis menyulitkan pergerakan penumpang.
Keluhan tersebut memicu perdebatan di media sosial. Sebagian pengguna mempertanyakan kenyamanan lantai berkarpet untuk menarik koper, sementara yang lain justru membela desain Bandara Changi yang dikenal mengutamakan kenyamanan penumpang.
Baca juga: Kereta Johor Bahru–Singapura Mulai Uji Coba di Tengah Kabut Asap, Kapan Resmi Dibuka?
Perdebatan ini bermula dari unggahan pengguna X bernama Neflorious pada 9 Oktober 2026. Ia mengkritik pengalaman yang dirasakannya selama berada di bandara internasional Singapura tersebut.
Turis Sebut Bandara Changi Menyulitkan Penumpang
Dalam unggahannya, Neflorious menyarankan calon penumpang datang lebih awal sebelum jadwal penerbangan. Menurutnya, berbagai tahapan di bandara terasa lebih rumit akibat kondisi yang ditemuinya.
Ia bahkan melontarkan kritik keras dengan menyebut Changi sebagai bandara paling tidak kompeten yang pernah dikunjunginya.
Baca juga: 3 Pantai Indonesia Masuk Terbaik Asia 2026, Nomor 2 Pernah Jadi Lokasi Film Hollywood!
“Pastikan datang lebih awal saat akan terbang karena mereka akan membuat semuanya terasa sulit di setiap tahapnya,” tulisnya, seperti dikutip AsiaOne pada Kamis (15/10/2026).
Unggahan tersebut kemudian menarik perhatian warganet, termasuk warga Singapura yang memberikan tanggapan berbeda terhadap kritik tersebut.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah penggunaan karpet pada sebagian lantai bandara.
Bagi sebagian penumpang, permukaan karpet dianggap membuat koper lebih sulit ditarik dibandingkan lantai keras yang biasa ditemukan di sejumlah bandara.
Namun, tidak semua pengguna media sosial sepakat dengan keluhan tersebut.
Mengapa Lantai Bandara Changi Menggunakan Karpet?
Di tengah perdebatan tersebut, KinMun Theodore Lee, satiris dan podcaster Singapura yang dikenal dengan nama Mrbrown, ikut memberikan penjelasan.
Menurutnya, salah satu alasan penggunaan karpet adalah untuk mengurangi kebisingan yang muncul dari aktivitas penumpang, khususnya suara roda koper yang bergesekan dengan lantai.
“Untuk menjawab pertanyaan pertamanya, alasannya adalah kebisingan. Tidak ada yang ingin mendengar suara ribuan koper diseret di atas lantai,” tulisnya.
Ia juga menyebut bahwa penumpang yang mengalami kesulitan menarik koper di atas karpet dapat memanfaatkan troli yang tersedia secara gratis di bandara.
Penjelasan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah warganet. Sebagian menilai suasana bandara yang tenang merupakan bagian penting dari kenyamanan perjalanan, terutama di tengah tingginya aktivitas penumpang.
Di sisi lain, keluhan mengenai karpet menunjukkan bahwa desain fasilitas publik bisa memberikan pengalaman berbeda bagi setiap orang. Apa yang dianggap nyaman oleh sebagian penumpang belum tentu praktis bagi penumpang lainnya.
Karpet Bandara Changi Bukan Pertama Kali Diperdebatkan
Perdebatan mengenai lantai berkarpet di Bandara Changi ternyata bukan hal baru.
Pada September tahun sebelumnya, seorang turis mengunggah foto lantai berkarpet di bandara tersebut melalui platform media sosial China, Xiaohongshu. Unggahan itu juga memunculkan beragam komentar dari pengguna internet.
Sebagian warganet memuji karpet karena dianggap membuat suasana bandara terlihat lebih nyaman dan elegan. Namun, ada pula yang mempertanyakan kebersihannya, terutama setelah beredar foto penumpang yang terlihat berbaring di atas lantai.
Perbedaan pendapat ini memperlihatkan bahwa fasilitas bandara tidak hanya dinilai berdasarkan tampilannya, tetapi juga dari sisi kebersihan, kemudahan mobilitas, dan pengalaman pengguna.
Bagi wisatawan yang membawa koper besar atau bepergian bersama anak-anak dan lansia, kemudahan berpindah dari satu area ke area lain tentu menjadi pertimbangan tersendiri.
Bandara Changi Tetap Mendapat Pengakuan Internasional
Terlepas dari perdebatan mengenai karpet, Bandara Changi Singapura tetap menjadi salah satu bandara yang mendapat pengakuan internasional.
Dalam ajang 2026 World Airport Awards yang diselenggarakan Skytrax, Changi dinobatkan sebagai bandara terbaik di dunia. Penghargaan ini menambah panjang catatan prestasi bandara tersebut di tingkat internasional.
Namun, hasil berbeda muncul dalam Readers’ Choice Awards yang diselenggarakan majalah perjalanan Condé Nast Traveller. Berdasarkan pemilihan yang melibatkan sekitar 800.000 pembaca, Istanbul Airport di Turki menempati posisi teratas dalam kategori bandara terbaik dunia pada tahun tersebut.
Perbedaan hasil ini menunjukkan bahwa penilaian terhadap bandara dapat bervariasi bergantung pada penyelenggara, metode pemungutan suara, dan preferensi responden.
Karena itu, satu keluhan di media sosial tidak serta-merta menggambarkan kualitas seluruh layanan sebuah bandara.
Tips bagi Wisatawan yang Akan Terbang dari Bandara Changi
Bagi wisatawan Indonesia yang akan melakukan perjalanan melalui Singapura, ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan agar perjalanan lebih nyaman.
1. Datang lebih awal ke bandara
Sisihkan waktu untuk proses check-in, pemeriksaan keamanan, imigrasi jika diperlukan, serta perjalanan menuju gerbang keberangkatan.
2. Manfaatkan troli untuk koper berat
Jika membawa koper besar atau beberapa tas sekaligus, troli bandara bisa membantu memudahkan mobilitas di area tertentu.
3. Periksa lokasi gerbang keberangkatan
Bandara yang luas membutuhkan waktu untuk berpindah antarterminal atau menuju gerbang tertentu. Periksa informasi penerbangan dan petunjuk arah agar tidak terburu-buru.
4. Siapkan waktu transit yang cukup
Bagi penumpang yang melanjutkan penerbangan ke negara lain, pastikan durasi transit memadai dan periksa ketentuan maskapai terkait perpindahan terminal maupun bagasi.
Perdebatan Karpet Tak Menghapus Daya Tarik Changi
Ramainya perbincangan mengenai karpet memperlihatkan bagaimana detail kecil dalam desain bandara bisa memicu perdebatan di media sosial.
Bagi sebagian penumpang, lantai berkarpet mungkin terasa kurang praktis ketika membawa koper. Namun, bagi pihak lain, material tersebut justru memberikan suasana yang lebih tenang karena membantu meredam suara.
Pada akhirnya, pengalaman di bandara sangat bergantung pada kebutuhan dan preferensi masing-masing wisatawan. Bagi calon penumpang, memahami fasilitas yang tersedia dan mempersiapkan perjalanan dengan baik tetap menjadi langkah penting sebelum terbang melalui Bandara Changi Singapura. (dr)
Sumber: detik

Comments