BATAM – Perjalanan menggunakan kapal laut menawarkan pengalaman tersendiri, terutama bagi masyarakat yang hendak bepergian antarpulau. Namun, di balik kenyamanan perjalanan, penumpang perlu memahami prosedur keselamatan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di tengah laut.

Kondisi darurat di kapal bisa muncul sewaktu-waktu, mulai dari gangguan teknis, kebakaran, hingga situasi yang mengharuskan penumpang melakukan evakuasi. Dalam keadaan seperti ini, kepanikan justru dapat memperburuk situasi dan menghambat proses penyelamatan.

Baca juga: Tak Perlu Urus Visa di Kedutaan! 27 Negara Ini Berikan VoA untuk Pemegang Paspor Indonesia

Karena itu, setiap penumpang perlu mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat di atas kapal. Pengetahuan ini bukan hanya penting untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu menjaga keselamatan penumpang lainnya.

Salah satu hal mendasar yang perlu diingat adalah tetap tenang, dengarkan pengumuman, dan ikuti instruksi awak kapal. Jangan mengambil tindakan sendiri tanpa memahami situasi yang sedang terjadi.

Baca juga: Paspor Malaysia Tembus Peringkat 2 Terkuat Dunia 2026, Setara Singapura, Indonesia Perangkat Berapa?

Lantas, apa saja yang harus dilakukan penumpang ketika alarm darurat berbunyi atau terjadi situasi tidak biasa selama pelayaran?

Berikut delapan panduan keselamatan di kapal laut yang wajib diketahui sebelum bepergian.

1. Kenali Bunyi Alarm Keadaan Darurat

Salah satu tanda keadaan darurat di kapal adalah bunyi alarm umum berupa tujuh kali atau lebih bunyi pendek yang diikuti satu bunyi panjang.

Jika digambarkan, bunyinya kurang lebih seperti, “Tet, tet, tet, tet, tet, tet, tet, teeeeeet.”

Ketika mendengar sinyal tersebut, penumpang harus segera memperhatikan pengumuman dan bersiap mengikuti arahan awak kapal.

Jangan mengabaikan alarm atau menganggapnya sebagai bunyi biasa. Perhatikan informasi yang disampaikan melalui sistem pengeras suara untuk mengetahui situasi dan tindakan yang perlu dilakukan.

Jika diperlukan evakuasi, awak kapal akan mengarahkan penumpang menuju lokasi yang telah ditentukan sesuai prosedur keselamatan.

2. Tetap Tenang dan Jangan Panik

Bunyi alarm atau klakson kapal yang terdengar tiba-tiba tentu dapat membuat penumpang khawatir. Namun, penting untuk diketahui bahwa tidak semua bunyi klakson menandakan keadaan darurat.

Setiap sinyal suara kapal memiliki fungsi berbeda, bergantung pada pola bunyi dan situasinya. Karena itu, jangan langsung mengambil kesimpulan sebelum mendapatkan informasi resmi.

Jika mendengar bunyi yang tidak biasa, tetap tenang dan tunggu arahan awak kapal. Hindari berlari, berdesakan, atau melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Sikap tenang membantu penumpang berpikir lebih jernih sehingga dapat memahami instruksi dan mengikuti prosedur keselamatan dengan tertib.

3. Dengarkan Pengumuman dari Awak Kapal

Jangan Panik! 8 Hal yang Wajib Dilakukan Penumpang Kapal Saat Darurat, Nomor 6 Sering Diabaikan

Latihan penyelamatan di atas kapal (ilustrasi)

Setelah alarm berbunyi, perhatikan sistem pengeras suara yang digunakan awak kapal untuk menyampaikan informasi.

Pengumuman tersebut berisi penjelasan mengenai kondisi yang sedang terjadi serta langkah-langkah yang harus dilakukan penumpang.

Jangan mengabaikan instruksi atau langsung mengikuti informasi yang belum dipastikan kebenarannya dari sesama penumpang.

Awak kapal memiliki prosedur dan informasi operasional yang diperlukan untuk menentukan tindakan sesuai kondisi di lapangan.

Ingat prinsip sederhana ini: dengar alarm, perhatikan pengumuman, kemudian ikuti arahan awak kapal.

4. Ketahui Lokasi Muster Station Sejak Awal Perjalanan

Muster station merupakan titik berkumpul yang telah ditentukan di kapal untuk digunakan dalam keadaan darurat.

Setiap penumpang sebaiknya mengetahui lokasi tersebut sebelum kapal meninggalkan pelabuhan. Informasinya biasanya disampaikan melalui pengarahan keselamatan atau tersedia pada papan petunjuk di area penumpang.

Luangkan waktu untuk memperhatikan petunjuk lokasi muster station, termasuk jalur yang harus dilalui untuk mencapainya.

Dengan mengetahui lokasi titik berkumpul sejak awal, penumpang dapat bergerak lebih terarah ketika menerima instruksi untuk berkumpul atau melakukan evakuasi.

5. Gunakan Alat Keselamatan Sesuai Petunjuk

Kapal dilengkapi berbagai peralatan keselamatan, termasuk jaket pelampung dan perlengkapan darurat lainnya.

Penumpang perlu mengetahui lokasi penyimpanan peralatan tersebut serta memahami cara penggunaannya.

Jika diminta mengenakan jaket pelampung, pastikan alat dipakai sesuai petunjuk awak kapal. Jangan hanya menggantungkan jaket di tubuh atau menggunakannya dengan cara yang tidak benar.

Hindari mengambil atau menggunakan peralatan keselamatan tanpa arahan jika belum diperlukan, agar perlengkapan tetap tersedia dan dapat digunakan sesuai prosedur.

Memahami fungsi dan cara penggunaan alat keselamatan sejak awal perjalanan akan sangat membantu ketika menghadapi situasi darurat.

6. Jangan Langsung Meninggalkan Kapal

Mendengar alarm darurat bukan berarti penumpang harus langsung meninggalkan kapal.

Jangan mencoba melompat ke laut, menuju sekoci tanpa instruksi, atau mencari jalan keluar sendiri. Tindakan tersebut justru dapat meningkatkan risiko keselamatan, terutama jika kondisi laut tidak memungkinkan.

Keputusan untuk meninggalkan kapal dilakukan berdasarkan penilaian situasi dan instruksi nakhoda melalui prosedur keselamatan yang berlaku.

Jika evakuasi diperlukan, awak kapal akan mengarahkan penumpang menuju lokasi penyelamatan dan memberikan petunjuk yang harus diikuti.

Karena itu, tetap berada di area yang diarahkan sambil menunggu instruksi merupakan langkah penting untuk menghindari kepanikan dan tindakan yang membahayakan.

7. Bantu Penumpang yang Membutuhkan Pertolongan

Dalam keadaan darurat, kepedulian terhadap penumpang lain juga diperlukan.

Jika bepergian bersama keluarga, pastikan mengetahui keberadaan anggota rombongan. Namun, jangan sampai upaya mencari keluarga membuat kamu mengabaikan instruksi keselamatan atau menghambat pergerakan penumpang lain.

Penumpang juga dapat membantu orang di sekitar yang membutuhkan pertolongan, seperti anak-anak, lansia, atau penyandang disabilitas.

Lakukan bantuan sesuai kemampuan dan tetap ikuti arahan awak kapal. Jangan memaksakan diri melakukan tindakan yang justru membahayakan keselamatan pribadi.

Prinsip utamanya, pastikan keselamatan diri sendiri terlebih dahulu agar kamu dapat membantu orang lain dengan lebih baik.

8. Tetap di Titik Berkumpul hingga Ada Instruksi Berikutnya

Setelah tiba di muster station, jangan langsung meninggalkan lokasi meskipun keadaan terlihat sudah tenang.

Tetap perhatikan pengumuman dan tunggu instruksi selanjutnya dari awak kapal. Penumpang mungkin diminta tetap berada di titik berkumpul, berpindah ke lokasi lain, atau mengikuti tahapan keselamatan berikutnya.

Jangan mengambil keputusan sendiri sebelum situasi dinyatakan aman oleh pihak yang berwenang di kapal.

Kedisiplinan mengikuti arahan sangat penting agar proses penanganan keadaan darurat dapat berlangsung tertib dan terkoordinasi.

Pahami Keselamatan Sebelum Kapal Berangkat

Mengetahui prosedur keselamatan di kapal laut merupakan bekal penting bagi setiap penumpang, baik yang bepergian untuk urusan pekerjaan, pulang kampung, maupun berwisata.

Sebelum kapal berangkat, sempatkan untuk memperhatikan pengarahan keselamatan, mengenali bunyi alarm, mengetahui lokasi muster station, serta memahami cara menggunakan jaket pelampung.

Jangan menganggap remeh informasi keselamatan yang disampaikan awak kapal. Dalam situasi darurat, pengetahuan dan ketenangan dapat membantu penumpang mengambil tindakan yang tepat.

Ingat, keselamatan selama pelayaran bukan hanya tanggung jawab awak kapal, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan kedisiplinan seluruh penumpang.

Selamat menikmati perjalanan dan semoga selalu tiba di tujuan dengan aman! (dr)

Sumber: idntimes