SINGAPURA – Singapura bukan hanya soal Marina Bay Sands, Orchard Road, dan Gardens by the Bay. Di balik gemerlap kota modernnya, negara ini menyimpan jejak panjang sejarah Islam yang bisa ditelusuri melalui masjid-masjid bersejarah, kawasan budaya Muslim, hingga situs ziarah yang dihormati.

Menariknya, Singapura dikenal sebagai salah satu destinasi paling ramah Muslim di dunia untuk kategori negara non-OKI (Organisasi Kerja Sama Islam). Predikat tersebut membuat Singapura semakin menarik bagi wisatawan Muslim yang ingin menikmati liburan sekaligus mengenal sejarah perkembangan Islam di Asia Tenggara.

Baca juga: Wisata Barelang Batam Ternyata Selengkap Ini! Pantai Eksotis, Seafood hingga Kampung Vietnam

Bagi wisatawan Muslim dari Indonesia, perjalanan ke Singapura pun tidak harus berhenti di pusat perbelanjaan dan destinasi ikonik. Ada sejumlah kawasan yang menawarkan pengalaman berbeda: menyusuri kampung bersejarah, melihat arsitektur masjid berusia ratusan tahun, mencicipi kuliner halal, hingga berziarah ke makam tokoh agama yang dihormati.

Berikut sejumlah destinasi wisata religi Islam di Singapura yang menarik untuk masuk dalam itinerary perjalanan.

1. Kampong Glam, Jantung Sejarah Muslim Singapura

Jika ingin mengenal wajah Islam di Singapura, Kampong Glam menjadi salah satu tempat yang paling tepat untuk memulai perjalanan.

Baca juga: 820 Ribu Wisman Serbu Batam, Sekali Liburan Bisa Habiskan Hingga Rp6 Juta

Kawasan ini merupakan salah satu pusat sejarah dan budaya Melayu-Muslim di Singapura. Suasananya memadukan bangunan bersejarah, toko tekstil, parfum, restoran halal, kafe, serta berbagai destinasi religi dalam satu kawasan.

Daya tarik Kampong Glam semakin kuat karena wisatawan dapat berjalan kaki dari satu lokasi ke lokasi lainnya sambil menikmati atmosfer kawasan yang memiliki sejarah panjang.

Masjid Sultan, Ikon Kampong Glam

Di tengah kawasan tersebut berdiri Masjid Sultan, salah satu masjid paling terkenal di Singapura.

Masjid ini memiliki sejarah sejak 1824 dan berkaitan erat dengan Sultan Hussain Shah. Dua kubah emas berukuran besar menjadi ciri khas bangunan yang mudah dikenali dari kejauhan.

Salah satu detail menarik pada bagian dasar kubah adalah penggunaan botol kaca yang dikumpulkan dari masyarakat Muslim berpenghasilan rendah ketika masjid mengalami renovasi.

Bagi wisatawan, Masjid Sultan bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga salah satu landmark sejarah Islam yang penting di Singapura.

Bussorah Street

Tidak jauh dari Masjid Sultan terdapat Bussorah Street, kawasan pedestrian yang populer di kalangan wisatawan.

Deretan toko dan restoran di sepanjang kawasan ini menawarkan tekstil, suvenir, parfum non-alkohol, serta berbagai pilihan makanan halal.

Suasananya semakin hidup ketika sore hingga malam hari, sehingga cocok dimasukkan ke itinerary setelah mengunjungi Masjid Sultan.

2. Masjid Jamae Chulia, Jejak Muslim Tamil di Chinatown

Beranjak ke Chinatown, wisatawan akan menemukan Masjid Jamae Chulia, salah satu masjid tertua di Singapura.

Masjid ini berdiri sejak 1826 dan memiliki kaitan erat dengan komunitas Muslim Tamil yang datang dan berkembang di Singapura.

Yang membuatnya menarik adalah arsitekturnya yang memperlihatkan perpaduan berbagai pengaruh budaya. Karakter Islam berpadu dengan unsur arsitektur yang berkaitan dengan tradisi India Selatan.

Lokasinya juga unik karena berada di tengah kawasan Chinatown.

Hal tersebut menjadikan Masjid Jamae Chulia sebagai bukti bahwa perkembangan Islam di Singapura memiliki sejarah yang beragam dan melibatkan komunitas dari berbagai latar belakang.

3. Masjid Abdul Gafoor, Perpaduan Arsitektur yang Memukau

Jarang Diketahui Wisatawan, Ini 6 Jejak Sejarah Islam yang Tersembunyi di Singapura

Masjid bersejarah ini dikenal dengan perpaduan gaya arsitektur Moor, Romawi, dan Renaisans (muslimsg)

Berada di kawasan Little India, Masjid Abdul Gafoor menawarkan pengalaman berbeda.

Masjid bersejarah ini dikenal dengan perpaduan gaya arsitektur Moor, Romawi, dan Renaisans. Bagian bangunannya dihiasi berbagai ornamen geometris, motif bintang dan bulan sabit, serta kaca patri yang menarik perhatian.

Keunikan tersebut membuat masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi yang menarik bagi wisatawan yang menyukai sejarah dan arsitektur.

Mengunjungi masjid ini sekaligus memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk menjelajahi Little India, kawasan yang terkenal dengan warna, kuliner, dan budaya India yang kuat.

4. Masjid Al-Falah, Masjid di Tengah Orchard Road

Tidak ingin meninggalkan agenda belanja di Orchard Road tetapi tetap ingin menunaikan salat?

Masjid Al-Falah bisa menjadi pilihan.

Masjid ini berada di kawasan Orchard, tepatnya di 22 Bideford Road, sehingga lokasinya sangat strategis bagi wisatawan yang sedang menikmati pusat perbelanjaan Singapura.

Keberadaan masjid di kawasan bisnis dan wisata tersebut menjadi salah satu kemudahan bagi wisatawan Muslim.

Bahkan, lokasi ini kerap menjadi pilihan pelancong dan pebisnis Muslim dari Indonesia ketika membutuhkan tempat untuk beribadah di tengah aktivitas mereka di pusat kota.

5. Makam Habib Nuh, Situs Ziarah yang Sarat Sejarah

Jarang Diketahui Wisatawan, Ini 6 Jejak Sejarah Islam yang Tersembunyi di Singapura

Kawasan pedestrian Busorrah Street yang populer di kalangan wisatawan, ada kuliner halal dan souvenir (ura.gov)

Bagi wisatawan yang tertarik dengan sejarah ulama di Asia Tenggara, kompleks Makam Habib Nuh merupakan destinasi yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tersendiri.

Makam Habib Nuh bin Alwi Al-Habsyi berada di kawasan Palmer Road dan berdampingan dengan Masjid Haji Muhammad Salleh.

Habib Nuh dikenal sebagai ulama dan tokoh agama yang sangat dihormati di kawasan Asia Tenggara.

Lokasinya berada di atas sebuah bukit kecil di tengah kawasan perkotaan Singapura. Kontras antara situs ziarah yang tenang dengan gedung-gedung modern di sekitarnya justru menjadi salah satu daya tarik tempat ini.

Bagi sebagian peziarah, kunjungan ke makam tersebut menjadi bagian dari perjalanan spiritual ketika berada di Singapura.

6. Wisata Kuliner Halal di Sekitar Kawasan Muslim

Wisata religi tentu akan semakin lengkap dengan pengalaman kuliner.

Kawasan Kampong Glam dan sejumlah area di sekitar pusat komunitas Muslim menawarkan beragam pilihan makanan halal, mulai dari kuliner Melayu dan Timur Tengah hingga hidangan modern.

Wisatawan dari Indonesia juga relatif mudah menemukan makanan yang sesuai dengan kebutuhan Muslim, sehingga perjalanan tidak hanya memberikan pengalaman sejarah tetapi juga pengalaman gastronomi.

Singapura, Lebih dari Sekadar Wisata Modern

Banyak wisatawan mengenal Singapura melalui gedung pencakar langit, pusat belanja, taman futuristis, dan destinasi keluarga.

Namun, di balik wajah modern tersebut terdapat sejarah Islam yang panjang dan beragam.

Mulai dari Kampong Glam dan Masjid Sultan, jejak Muslim Tamil di Masjid Jamae Chulia, arsitektur unik Masjid Abdul Gafoor, kemudahan beribadah di Masjid Al-Falah, hingga perjalanan spiritual ke Makam Habib Nuh.

Semua itu menunjukkan bahwa wisata Muslim di Singapura bukan sekadar persoalan mencari makanan halal atau tempat salat.

Ia juga merupakan perjalanan untuk melihat bagaimana Islam tumbuh, berinteraksi, dan menjadi bagian dari sejarah masyarakat Singapura.

Bagi wisatawan Indonesia, destinasi-destinasi tersebut bisa menjadi alternatif menarik untuk membuat perjalanan ke Singapura terasa lebih bermakna, bukan hanya datang untuk berbelanja dan berfoto, tetapi juga menelusuri jejak Islam di balik kota modern Asia Tenggara. (dr)