BATAM – Menunggu waktu boarding sering kali membuat penumpang tergoda untuk berbelanja. Mulai dari air minum, camilan, buku, hingga parfum, semuanya terlihat menarik. Tapi hati-hati, kebiasaan “lapar mata” di bandara bisa membuat dompet terkuras sebelum liburan benar-benar dimulai.

Bandara bukan hanya tempat untuk menunggu pesawat. Deretan toko, minimarket, gerai makanan, toko buku, hingga duty free shop kerap menjadi godaan tersendiri bagi para pelancong.

Baca juga: Jelang Formula 1 Oktober 2026, Singapura Waspadai Kabut Asap dari Sumatera dan Kalimantan

Saat menunggu boarding, rasa bosan sering membuat seseorang berkeliling dan akhirnya membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Padahal, membeli barang secara spontan di bandara bisa membuat anggaran perjalanan membengkak. Uang yang seharusnya digunakan untuk menikmati destinasi tujuan justru habis sebelum pesawat lepas landas.

Melansir Travel + Leisure, seorang pramugari berpengalaman selama 12 tahun membagikan sejumlah barang yang sebaiknya tidak dibeli di bandara jika ingin perjalanan tetap hemat.

Baca juga: Ingin Healing di Bintan? Resor Ini Punya Pantai, Kuliner, Spa hingga Aktivitas Keluarga

Berikut 7 barang yang sebaiknya tidak dibeli di bandara sebelum terbang.

1. Air Minum, Barang Sederhana yang Bisa Menguras Kantong

Air minum mungkin terlihat sebagai kebutuhan kecil. Namun, harga minuman di bandara sering kali terasa lebih mahal dibandingkan di toko biasa.

Agar lebih hemat, bawalah botol minum kosong yang dapat diisi ulang setelah melewati pemeriksaan keamanan.

Beberapa bandara telah menyediakan fasilitas pengisian air minum gratis bagi penumpang.

Dengan begitu, uang yang seharusnya digunakan untuk membeli sebotol air bisa disimpan untuk kebutuhan lain selama liburan.

Tips: Pastikan botol minum dalam keadaan kosong saat melewati pemeriksaan keamanan, lalu isi kembali di area keberangkatan jika tersedia fasilitas pengisian air.

2. Selimut untuk Pesawat

Suhu di dalam kabin pesawat terkadang terasa dingin, bahkan ketika sudah mengenakan jaket.

Kondisi ini bisa membuat penumpang tergoda membeli selimut atau perlengkapan tambahan di bandara.

Menurut saran pramugari tersebut, pilihan yang lebih praktis adalah membawa packable sheet atau kain tipis yang mudah dilipat dan dimasukkan ke dalam tas.

Selain lebih hemat, barang pribadi seperti ini juga bisa digunakan berulang kali untuk perjalanan berikutnya.

3. Buku yang Harganya Bisa Lebih Mahal

Membaca buku memang menjadi salah satu cara terbaik untuk menghabiskan waktu selama perjalanan.

Berbeda dengan media sosial atau hiburan daring, buku fisik tidak bergantung pada sinyal internet.

Namun, membeli buku secara mendadak di bandara bisa membuat pengeluaran bertambah.

Jika sudah tahu akan memiliki waktu panjang di pesawat atau ruang tunggu, sebaiknya siapkan bacaan sejak dari rumah.

Alternatif lainnya adalah membawa e-reader atau mengunduh buku digital sebelum berangkat.

Dengan begitu, kamu tetap punya hiburan tanpa harus mengeluarkan uang tambahan saat berada di bandara.

4. Parfum Ukuran Penuh di Duty Free

Lupa membawa parfum memang bisa membuat panik, terutama jika perjalanan berlangsung cukup lama.

Namun, kebutuhan untuk tetap wangi tidak selalu berarti harus membeli parfum ukuran penuh di bandara.

Sebelum bepergian, lebih baik membawa parfum ukuran mini atau travel size yang praktis dimasukkan ke dalam tas.

Selain menghemat uang, membawa ukuran kecil juga membantu mengurangi berat bawaan.

Jadi, jangan langsung tergoda membeli parfum hanya karena melihat label duty free. Pertimbangkan dulu apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan selama perjalanan.

5. Perlengkapan Mandi yang Sebenarnya Bisa Disiapkan dari Rumah

Toko di bandara memang memahami kebutuhan penumpang.

Tak heran jika berbagai perlengkapan mandi, mulai dari pasta gigi, sabun, sampo, hingga produk perawatan kulit, tersedia dengan mudah.

Masalahnya, produk yang dijual sering kali berupa kemasan ukuran penuh yang bisa menambah berat tas dan pengeluaran.

Agar lebih praktis, siapkan perlengkapan mandi dalam wadah kecil sebelum berangkat.

Gunakan kemasan travel size dan bawa hanya produk yang benar-benar dibutuhkan.

Selain hemat, tas pun menjadi lebih ringan.

6. Camilan, Godaan Paling Sulit Ditolak Saat Menunggu Boarding

Ini mungkin menjadi salah satu pengeluaran paling sering terjadi di bandara.

Saat waktu boarding masih lama, rasa bosan dan lapar bisa membuat penumpang membeli berbagai camilan tanpa berpikir panjang.

Padahal, camilan favorit yang sama mungkin bisa didapatkan dengan harga lebih murah sebelum masuk ke area bandara.

Pramugari tersebut juga melihat banyak penumpang membawa tas tambahan yang berisi makanan ringan hasil belanja di bandara.

Cara lebih hemat adalah menyiapkan camilan sendiri dari rumah dan membawanya dalam kotak bekal.

Dengan begitu, kamu bisa tetap ngemil selama perjalanan tanpa harus mengeluarkan uang lebih banyak.

7. Tas Belanja Tambahan karena Terlalu Banyak Barang

Belanja spontan di bandara bisa menimbulkan masalah baru, yakni barang bawaan yang semakin banyak.

Ketika tas sudah penuh, sebagian penumpang akhirnya membeli tas belanja tambahan untuk membawa barang yang baru dibeli.

Alih-alih praktis, hal tersebut justru menambah pengeluaran dan membuat perjalanan semakin merepotkan.

Solusinya cukup sederhana: selalu siapkan tas lipat di dalam koper atau tas kabin.

Tas ini bisa digunakan kapan saja jika barang bawaan bertambah selama perjalanan.

Ukurannya kecil, ringan, dan bisa menjadi penyelamat ketika belanjaan mulai melebihi kapasitas.

Jangan Sampai Dompet Menipis Sebelum Pesawat Lepas Landas

Bandara memang penuh dengan godaan belanja. Ketika menunggu boarding, membeli air minum, camilan, buku, atau barang lainnya terasa seperti cara mudah untuk mengusir kebosanan.

Namun, sebelum mengambil dompet, coba tanyakan satu hal: apakah barang ini benar-benar dibutuhkan, atau hanya dibeli karena tergoda?

Dengan membawa botol minum, camilan, bacaan, parfum travel size, perlengkapan mandi, hingga tas lipat dari rumah, kamu bisa menghemat cukup banyak pengeluaran.

Uang yang tersisa tentu bisa digunakan untuk hal yang lebih menyenangkan di tempat tujuan.

Jadi, saat berada di bandara nanti, jangan sampai kebiasaan lapar mata membuat anggaran liburan jebol bahkan sebelum perjalanan benar-benar dimulai! (dr)

Sumber: cnnindonesia