BATAM — Penutupan sejumlah tempat hiburan malam, pub, hingga gelanggang permainan (gelper) di Batam belakangan menjadi perhatian. Namun, pemerintah daerah memastikan penertiban tersebut tidak serta-merta membuat wisatawan mancanegara (wisman) kehilangan alasan untuk berkunjung ke kota yang dikenal sebagai salah satu gerbang wisata Indonesia di kawasan perbatasan Singapura dan Malaysia.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan karakter wisatawan yang datang ke Batam tidak semata-mata bergantung pada keberadaan tempat hiburan malam, apalagi aktivitas yang melanggar aturan.
Baca juga: Jelang Formula 1 Oktober 2026, Singapura Waspadai Kabut Asap dari Sumatera dan Kalimantan
Menurut dia, Batam memiliki magnet wisata yang jauh lebih beragam. Mulai dari kuliner, belanja, wisata religi dan budaya, olahraga, golf, hingga kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
“Tidak berdampak. Wisatawan yang berkunjung ke Batam tidak dikemas untuk hal seperti itu,” kata Ardiwinata kepada Batam Pos, Selasa, 25 Agustus 2026.
Bukan Judi, Ini Alasan Wisman Datang ke Batam
Ardiwinata menegaskan wisatawan mancanegara memiliki beragam alasan ketika memilih Batam sebagai destinasi.
Ada wisatawan yang datang untuk mencicipi kuliner, berbelanja, menikmati destinasi wisata, mengikuti kegiatan budaya dan religi, menghadiri pertemuan bisnis, hingga mengikuti berbagai agenda olahraga.
Baca juga: Singapura Juara Transportasi Umum Terbaik Dunia, Jakarta Ada di Peringkat Berapa?
Golf menjadi salah satu daya tarik yang cukup kuat, terutama bagi wisatawan dari negara-negara tetangga.
“Tujuannya macam-macam. Ada yang cari makan, meeting, religi, olahraga, golf, belanja, dan kegiatan lainnya,” ujarnya.
Karena itu, menurut Ardiwinata, penertiban tempat hiburan dan gelanggang permainan yang diduga melanggar ketentuan tidak secara otomatis membuat wisatawan asing berhenti datang ke Batam.
“Bukan ada orang datang ke Batam itu untuk berjudi. Tidak berpengaruh,” katanya.
Kunjungan Wisman Batam Tembus 820 Ribu Orang
Optimisme tersebut juga didukung angka kunjungan wisatawan mancanegara.
Berdasarkan data yang disampaikan Ardiwinata, sekitar 820 ribu wisman berkunjung ke Batam sepanjang Januari hingga Juni 2026. Data tersebut, kata dia, mengacu pada catatan Badan Pusat Statistik (BPS) dan otoritas keimigrasian.
Wisatawan asal Singapura dan Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisman ke Batam.
Rata-rata mereka menghabiskan waktu sekitar tiga hingga empat hari di Batam. Selama berada di kota ini, pengeluaran wisatawan tersebar ke berbagai sektor, mulai dari hotel, restoran, transportasi, pusat perbelanjaan hingga destinasi wisata.
Sekali Liburan, Wisatawan Bisa Habiskan Rp6 Juta
Ardiwinata memperkirakan seorang wisatawan dapat menghabiskan sekitar Rp5 juta hingga Rp6 juta selama berada di Batam. Nilainya bahkan bisa lebih besar tergantung aktivitas dan jenis perjalanan yang dilakukan.
Potensi belanja tersebut semakin besar ketika wisatawan datang untuk mengikuti kegiatan berbasis acara atau event.
Ardiwinata mencontohkan salah satu kegiatan wisata yang mampu menghasilkan pengeluaran peserta hingga sekitar Rp137 juta hanya dalam waktu dua hari.
Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor pariwisata Batam tidak hanya mengandalkan wisatawan yang datang untuk hiburan malam.
Hotel, restoran, pusat belanja, transportasi, lapangan golf, destinasi wisata, hingga penyelenggara event turut mendapatkan manfaat dari perputaran uang wisatawan.
Batam Punya Modal Wisata yang Lebih Besar
Penertiban tempat hiburan yang melanggar aturan pada akhirnya tidak harus dilihat sebagai ancaman terhadap pariwisata Batam.
Justru, kondisi tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat citra Batam sebagai destinasi wisata perbatasan yang menawarkan pengalaman lebih beragam.
Dengan posisi geografis yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, Batam memiliki modal besar untuk mengembangkan wisata kuliner, belanja, golf, bahari, religi, budaya, serta MICE.
Artinya, ketika wisatawan datang ke Batam, tujuan mereka tidak berhenti pada satu jenis hiburan.
Ada yang datang untuk menikmati makanan, berbelanja, bermain golf, mengikuti pertemuan bisnis, menghadiri event, berwisata religi, maupun sekadar menikmati suasana kota.
“Wisatawan datang ke Batam untuk banyak tujuan. Tidak hanya satu jenis kegiatan,” ujar Ardiwinata.
Dengan jumlah kunjungan wisman yang telah mencapai sekitar 820 ribu orang hanya dalam enam bulan pertama 2026, Batam masih memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di kawasan Kepulauan Riau.
Bagi wisatawan dari Singapura dan Malaysia, Batam pun tetap menawarkan satu paket perjalanan yang menarik: dekat, mudah dijangkau, pilihan kuliner beragam, pusat belanja lengkap, serta semakin banyak pilihan wisata dan aktivitas. (dr)
Sumber: batampos

Comments