BATAM – Kota Batam mengalami lonjakan wisatawan internasional yang sangat signifikan selama libur panjang akhir Mei hingga awal Juni 2026. Arus wisatawan dari Singapura dan Malaysia membuat pelabuhan internasional di Batam dipadati penumpang, bahkan hotel, ferry, hingga transportasi umum dilaporkan penuh.

Berdasarkan data harian dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) yang dilansir melalui Kabar SDGs, puncak pergerakan penumpang internasional terjadi pada 30 Mei 2026 dengan jumlah mencapai 24.562 orang.

Baca juga: Wisata Religi di Bintan: Destinasi Spiritual yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan Sekolah

Lonjakan tersebut dipicu kombinasi libur panjang nasional Indonesia dan musim libur sekolah di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Pergerakan Penumpang

Berikut rincian pergerakan penumpang internasional di pelabuhan Batam selama periode libur panjang:

28 Mei 2026: 10.040 penumpang
29 Mei 2026: 15.914 penumpang
30 Mei 2026: 24.562 penumpang (puncak arus)
31 Mei 2026: 14.527 penumpang
1 Juni 2026: 11.422 penumpang

Jumlah tersebut melonjak tajam dibanding hari normal. Sebagai perbandingan, pada 18 Mei 2026, jumlah penumpang internasional di pelabuhan Batam hanya sekitar 5.997 orang.

Baca juga: Mau Bawa Bekal ke Pesawat? Simak Dulu Makanan yang Boleh dan Dilarang Dibawa

Kepala KSOP Khusus Batam, M. Takwim Masuku, mengatakan selama periode 26 Mei hingga 1 Juni 2026, total pergerakan penumpang domestik dan internasional mencapai 255.406 orang.

Angka itu meningkat signifikan dibanding periode 18 hingga 24 Mei 2026 yang hanya mencatat 149.693 penumpang.

“Selama periode libur panjang terjadi peningkatan sekitar 41 persen. Kenaikan paling besar berasal dari pergerakan penumpang internasional,” kata Takwim di Batam, Rabu.

Menurutnya, tingginya arus wisatawan terutama didorong oleh kunjungan warga negara Singapura dan Malaysia yang memanfaatkan momen libur untuk berwisata ke Batam.

Pelabuhan Internasional Batam Centre masih menjadi pintu utama masuk dan keluar wisatawan asing. Selain itu, kepadatan juga terlihat di Pelabuhan Harbour Bay, Nongsa, Sekupang, hingga Gold Coast Bengkong.

Sementara itu, dampak lonjakan wisatawan juga dirasakan langsung oleh pelaku industri pariwisata lokal.

Batam Tumpah Ruah

Direktur Nadif Travel Batam, M. Ishaq, mengungkapkan Batam benar-benar “tumpah ruah” selama masa libur sekolah Malaysia.

“Karena cuti liburan sekolah di Malaysia, Batam penuh. Hotel penuh, ferry penuh, transportasi juga susah dicari,” ujar Ishaq.

Ia mengatakan perusahaannya menerima cukup banyak pesanan grup wisata asal Malaysia selama periode tersebut.

“Kurang lebih ada sekitar delapan grup wisata Malaysia dengan total sekitar 250 orang. Kami sampai kewalahan meng-handle tamu,” katanya.

Fenomena ini menunjukkan Batam masih menjadi destinasi favorit wisatawan dari negara tetangga, terutama untuk liburan singkat karena jaraknya yang dekat, pilihan wisata lengkap, serta biaya liburan yang relatif terjangkau dibanding destinasi lain di kawasan Asia Tenggara. (dr)