BATAM – Dunia pariwisata mengalami perubahan besar di tahun 2026. Liburan tak lagi sekadar mengunjungi tempat ikonik atau bersantai di hotel mewah. Kini, para pelancong—terutama generasi milenial dan Gen Z—lebih mengutamakan pengalaman yang mendalam, autentik, dan penuh makna.

Hal ini terungkap dalam laporan American Express Travel bertajuk 2026 Global Travel Trends Report. Survei terhadap lebih dari 8.000 responden di berbagai negara menunjukkan bahwa traveling telah menjadi kebutuhan utama. Bahkan, 64 persen generasi muda rela menerima gaji lebih kecil demi memiliki waktu liburan yang fleksibel.

Lalu, seperti apa tren wisata yang sedang booming di 2026? Ini dia 4 gaya traveling yang wajib kamu tahu!

  1. Sight-Doing: Liburan Sambil Belajar Skill Baru

Tren pertama adalah sight-doing, evolusi dari sightseeing yang selama ini hanya fokus melihat-lihat.

Kini, wisatawan lebih tertarik untuk terlibat langsung dalam aktivitas lokal. Mulai dari ikut kelas memasak, belajar membatik, hingga membuat kerajinan tangan khas daerah.

Data menunjukkan hampir 80 persen milenial dan Gen Z memilih aktivitas seperti:

  • Belajar kayak di Filipina
  • Membuat alat musik tradisional di Indonesia
  • Melukis ubin khas di Portugal

Sebanyak 76 persen responden bahkan menganggap pengalaman ini jauh lebih berharga dibanding membeli oleh-oleh. Liburan bukan lagi soal foto, tapi soal pengalaman nyata yang bisa dibawa pulang.

  1. Lore Chasing: Berburu Momen Tak Terduga

Selanjutnya ada tren lore chasing, yaitu gaya traveling yang penuh spontanitas.

Wisatawan kini lebih suka:

  • Jalan tanpa itinerary ketat
  • Menemukan hidden gems
  • Bertemu warga lokal secara tak sengaja

Sebanyak 82 persen responden mengaku senang mencoba hal di luar kebiasaan demi pengalaman unik.

Bahkan, lebih dari 90 persen memilih menginap di tempat yang tidak biasa, seperti:

  • Bangunan bersejarah
  • Kereta mewah
  • Penginapan unik dengan cerita tersendiri

Bagi mereka, pengalaman tak terencana justru jadi kenangan paling berharga.

  1. Snackpacking: Wisata Rasa yang Lagi Naik Daun

Kuliner kini jadi pusat dari perjalanan lewat tren snackpacking.

Sebanyak 89 persen wisatawan mengaku wajib mencoba jajanan lokal saat traveling. Menariknya, mereka tidak hanya berburu restoran mahal, tapi juga:

  • Street food
  • Pasar tradisional
  • Toko roti lokal

Sebanyak 69 persen bahkan langsung menuju kaki lima untuk merasakan cita rasa autentik.

Beberapa contoh jajanan favorit dunia:

  • Chimney cake di Hungaria
  • Falafel di Mesir
  • Hotteok di Korea Selatan

Setiap gigitan bukan sekadar makan, tapi cara memahami budaya lokal secara lebih dalam.

  1. Milestone Travel: Liburan Sekalian Rayakan Momen Spesial

Tren terakhir adalah milestone travel, yaitu menjadikan momen penting sebagai alasan untuk liburan panjang.

Mulai dari:

  • Pernikahan
  • Ulang tahun
  • Reuni

Sebanyak 82 persen orang memilih menambah durasi perjalanan hingga 3–4 hari saat menghadiri acara tersebut.

Artinya, satu perjalanan kini punya dua tujuan: merayakan momen sekaligus menjelajah destinasi impian.

Liburan Kini Lebih Personal dan Bermakna

Tren wisata 2026 menunjukkan perubahan besar dalam cara orang bepergian. Liburan bukan lagi tentang seberapa banyak destinasi yang dikunjungi atau foto yang diunggah ke media sosial.

Kini, fokusnya adalah:
✔ Pengalaman langsung
✔ Koneksi dengan budaya lokal
✔ Cerita unik yang tak terlupakan

Jadi, kamu tim traveler yang mana? Sight-doing, lore chasing, snackpacking, atau milestone travel?

Yang jelas, satu hal pasti: liburan di 2026 harus punya cerita, bukan sekadar dokumentasi. (dr)

Sumber: tempo