JOHOR BAHRU – Kabar gembira datang dari jalur lintas negara Asia Tenggara. Kereta pertama Johor Bahru–Singapore Rapid Transit System Link atau RTS Link resmi menjalani uji coba pada Rabu (4/2/2026). Kereta bernomor RTSO 1 itu tiba dengan mulus di Stasiun Woodlands North, Singapura, pada hari yang sama.
Mengutip keterangan Land Transport Authority (LTA), kedatangan kereta ini menjadi tonggak penting menuju pengoperasian penuh RTS Link.
Proyek lintas batas ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026, dengan waktu tempuh super singkat, hanya lima menit dari Bukit Chagar, Johor Bahru, ke Woodlands North, Singapura.
Kapasitas Besar, Solusi Baru Perjalanan Johor–Singapura

RTS Link dirancang untuk mengangkut sekitar 10.000 penumpang setiap jam, menjadikannya solusi andalan bagi para pekerja dan pelintas harian.
Proyek ini menelan anggaran sekitar S$3,24 miliar, dengan Singapura menanggung 61 persen biaya dan Malaysia sebesar 39 persen.
Selama ini, mayoritas masyarakat mengandalkan bus untuk perjalanan darat antara Johor Bahru dan Singapura. Namun, pada jam sibuk—terutama sore hingga malam—antrean panjang di pos pemeriksaan imigrasi kerap tak terhindarkan. Banyak pekerja yang tinggal di Johor Bahru demi efisiensi biaya hidup, namun bekerja setiap hari di Singapura.
Tak jarang, penumpang bus harus turun di cekpoin imigrasi, membawa koper dan barang bawaan, lalu naik kembali ke bus yang sama setelah pemeriksaan. Proses ini membuat waktu perjalanan semakin panjang dan melelahkan.
RTS Link Pangkas Waktu Tempuh Drastis
Kehadiran RTS Link diyakini menjadi jawaban atas persoalan klasik di Johor–Singapore Causeway, yang setiap harinya dilalui sekitar 300.000 orang.
Jika selama ini waktu tempuh Johor Bahru–Singapura berkisar 25 menit hingga satu jam, bahkan lebih lama saat macet, RTS Link memangkasnya menjadi hitungan menit saja.
RTS Link dioperasikan oleh RTS Operations (RTSO), perusahaan patungan antara Prasarana Malaysia dan SMRT Corporation.
100 Gerbang Imigrasi Elektronik, Perjalanan Makin Cepat
Tak hanya keretanya yang cepat, fasilitas pendukung pun disiapkan maksimal. Kompleks Imigrasi, Bea Cukai, dan Karantina Terpadu (ICQ) Bukit Chagar akan dilengkapi 100 jalur gerbang imigrasi elektronik. Teknologi ini memungkinkan proses pemeriksaan berlangsung lebih singkat dan efisien bagi para penumpang.
Dengan uji coba yang sukses dan persiapan akhir yang terus dimatangkan, RTS Link digadang-gadang bakal menjadi game changer transportasi lintas negara. Akhir drama macet Johor Bahru–Singapura tampaknya tinggal menunggu waktu.
Yuuk liburan ke Johor Bahru dan Singapura bersama Travel Batam. (dr)

Comments