BATAM – Berlibur ke luar negeri selalu menjadi pengalaman yang menyenangkan. Mulai dari menjelajahi tempat baru, mencicipi kuliner khas, hingga mengenal budaya yang berbeda dari negara asal.
Namun, ada satu hal penting yang sering luput dari perhatian wisatawan: etiket budaya di negara tujuan. Tanpa disadari, beberapa kebiasaan yang dianggap wajar di Indonesia justru bisa dinilai tidak sopan di negara lain.
Setiap negara memiliki norma sosial dan budaya yang berbeda. Jika tidak memahami aturan tersebut, turis berisiko menyinggung warga lokal atau bahkan mencoreng citra negaranya sendiri.
Melansir HuffPost, sejumlah ahli etiket dan profesional perjalanan mengungkap beberapa kebiasaan turis yang sering dianggap tidak sopan saat bepergian ke luar negeri.
Berikut beberapa perilaku yang sebaiknya dihindari saat traveling ke negara lain.
- Menganggap semua orang bisa berbahasa Inggris
Bahasa Inggris memang sering digunakan saat bepergian. Namun, tidak semua orang di negara tujuan bisa atau nyaman berbicara menggunakan bahasa tersebut.
Karena itu, wisatawan disarankan mempelajari beberapa frasa dasar dalam bahasa lokal seperti “terima kasih”, “tolong”, atau “permisi”.
Presiden Mannersmith Etiquette Consulting, Jordi R.R. Smith, mengatakan wisatawan sebaiknya tidak langsung berasumsi semua orang bisa berbicara bahasa Inggris.
- Datang tanpa melakukan riset budaya
Kesalahan umum yang sering dilakukan turis adalah datang ke suatu negara tanpa memahami budaya setempat.
Padahal, dengan mencari informasi terlebih dahulu, wisatawan bisa mengetahui apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
“Belajar tentang etiket budaya adalah bagian dari perjalanan yang lancar,” kata ahli etiket Nick Leighton.
- Berbicara terlalu keras di tempat umum
Di beberapa negara, berbicara terlalu keras di ruang publik dianggap tidak sopan dan mengganggu.
Tertawa berlebihan, berteriak, atau membanting pintu mobil juga bisa membuat wisatawan terlihat tidak menghargai lingkungan sekitar.
- Tidak memahami budaya memberi tip

Memberi tip memang lazim dilakukan di beberapa negara, tetapi aturan ini tidak berlaku di semua tempat.
Di sebagian negara, tip dianggap bentuk penghargaan atas pelayanan. Namun di tempat lain justru bisa dianggap tidak pantas.
Blogger perjalanan Rocky Trifari menyebut setiap negara memiliki standar tip yang berbeda, sehingga wisatawan perlu memahaminya terlebih dahulu.
- Bersikap seolah berada di negara sendiri
Sebagian wisatawan tetap membawa kebiasaan dari rumah tanpa menyesuaikan diri dengan budaya lokal.
Padahal, pelancong sebaiknya berusaha beradaptasi dengan lingkungan baru dan menghargai aturan setempat.
“Jangan berharap seluruh negara akan beradaptasi dengan Anda,” ujar blogger perjalanan Claire Summers.
- Sembarangan tersenyum atau menatap orang asing
Di Indonesia, tersenyum kepada orang asing dianggap sebagai bentuk keramahan.
Namun di beberapa negara, kontak mata atau senyuman kepada orang yang tidak dikenal bisa dianggap aneh atau bahkan tidak sopan.
- Berpakaian tidak sesuai budaya lokal
Pakaian juga menjadi bagian penting dari etiket saat traveling.
Beberapa tempat, terutama situs keagamaan, mengharuskan pengunjung mengenakan pakaian sopan seperti menutup bahu atau mengenakan pakaian panjang.
- Tidak menjaga sikap di tempat ibadah
Kuil, masjid, dan gereja sering menjadi tujuan wisata. Namun wisatawan tetap harus menjaga perilaku saat berada di tempat suci.
Berbicara keras, bercanda berlebihan, atau terlalu sibuk berfoto dapat mengganggu orang yang sedang beribadah.
- Menawar harga di tempat yang tidak tepat
Tawar-menawar memang umum dilakukan di pasar tradisional. Namun tidak semua negara atau tempat memperbolehkan praktik tersebut.
Di beberapa toko atau pasar modern, menawar harga justru dianggap tidak sopan.
- Tidak menghargai waktu
Ketepatan waktu sangat dijunjung tinggi di banyak negara.
Datang terlambat ke pertemuan atau reservasi restoran bisa dianggap sebagai bentuk ketidakhormatan.
- Menyapa orang dengan cara yang salah
Cara menyapa orang berbeda di setiap budaya.
Ada negara yang terbiasa berjabat tangan, ada yang menggunakan anggukan kepala, dan ada pula yang menyapa dengan ciuman di pipi.
Karena itu, wisatawan perlu memahami cara menyapa yang sesuai agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Traveling Bukan Sekadar Liburan
Memahami etiket dasar di negara tujuan bukan hanya membantu wisatawan menghindari kesalahan sosial.
Lebih dari itu, menghormati budaya lokal juga membuat pengalaman perjalanan terasa lebih menyenangkan dan bermakna.
Saat bepergian, ingatlah bahwa wisatawan adalah tamu di negeri orang. Dengan bersikap sopan dan menghargai tradisi setempat, perjalanan akan terasa jauh lebih berkesan. (dr)
Sumber: cnnindonesia

Comments