KUALA LUMPUR – Predikat Malaysia sebagai destinasi nomor satu dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2025 kembali mencuri perhatian, apalagi di momentum Ramadan tahun ini. Negeri jiran tersebut resmi dinobatkan sebagai Top Muslim-Friendly Destination of the Year 2025, sekaligus menandai 10 tahun berturut-turut Malaysia memimpin peringkat wisata muslim global.

GMTI sendiri disusun oleh CrescentRating sebagai barometer utama kesiapan negara dalam melayani wisatawan Muslim, mulai dari akses makanan halal, fasilitas ibadah, hingga keamanan dan kenyamanan keluarga.

Lalu, apa sebenarnya rahasia Malaysia bisa begitu konsisten menjadi kiblat wisata muslim dunia?

Bukan Sekadar Halal, Ini Konsep Wisata Muslim yang Sesungguhnya

Wisata muslim atau halal tourism bukan hanya soal makanan halal. Konsep ini mencakup:

  • Ketersediaan ruang salat dan arah kiblat
  • Fasilitas wudu yang memadai
  • Lingkungan yang menghormati nilai Islam
  • Layanan ramah keluarga
  • Keamanan bagi wisatawan Muslimah

Malaysia sejak lama memposisikan diri sebagai destinasi yang memadukan identitas Islam dengan layanan pariwisata modern. Standar yang jelas serta dukungan penuh pemerintah membuat ekosistem wisata muslim di negara ini berjalan sistematis dan terpercaya.

Standar Sertifikasi Halal yang Diakui Dunia

Malaysia memiliki sistem sertifikasi halal paling kredibel di dunia melalui Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM).

Tak hanya makanan, sertifikasi juga mencakup hotel, agen perjalanan, hingga destinasi wisata. Program seperti:

  • MS 2610 oleh SIRIM
  • MFAR (Muslim-Friendly Tourism and Hospitality Assurance and Recognition)

Membuat wisatawan Muslim merasa aman dan tidak perlu ragu saat memilih layanan.

Fasilitas Ibadah Mudah Ditemukan di Mana-Mana

Di Malaysia, ruang ibadah tersedia hampir di setiap tempat:

  • Bandara internasional
  • Pusat perbelanjaan
  • Destinasi wisata
  • Hotel berbintang

Bandara utama seperti Kuala Lumpur International Airport bahkan memiliki musala luas dan nyaman.

Hampir seluruh hotel menyediakan penunjuk arah kiblat serta perlengkapan salat di kamar. Infrastruktur ini membuat perjalanan terasa bebas hambatan.

Aman dan Nyaman untuk Muslimah

Malaysia juga dikenal sebagai destinasi yang sangat ramah bagi wisatawan Muslimah. Tidak ada diskriminasi terhadap busana hijab, bahkan tersedia:

  • Spa khusus perempuan
  • Layanan kecantikan privat
  • Pantai dan taman hiburan ramah keluarga

Kota-kota seperti George Town hingga Kuala Lumpur menjadi contoh lingkungan urban modern yang tetap inklusif terhadap nilai Islam.

Surga Kuliner Halal Tanpa Ribet

Malaysia adalah surganya kuliner halal.

Dari nasi kandar di Penang hingga restoran internasional di Kuala Lumpur, hampir semua bersertifikat halal. Wisatawan tidak perlu repot bertanya atau mengecek ulang karena standar halal sudah menjadi bagian dari sistem nasional.

Saat Ramadan, bazar Ramadan di berbagai kota justru menjadi daya tarik wisata religi dan kuliner tersendiri.

Budaya Lokal yang Ramah dan Inklusif

Faktor terakhir yang sering terlupakan adalah keramahan masyarakat lokal. Wisatawan Muslim merasa diterima sejak pertama kali menginjakkan kaki di Malaysia.

Lingkungan aman, informasi mudah diakses, serta dukungan pemerintah yang konsisten menjadikan Malaysia bukan hanya destinasi, tetapi ekosistem wisata muslim yang matang dan berkelanjutan.

Malaysia Sulit Dikalahkan?

Sepuluh tahun memimpin GMTI bukan kebetulan. Ini hasil strategi panjang, regulasi jelas, serta kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku industri pariwisata.

Di tengah persaingan negara-negara lain yang mulai mengembangkan wisata halal, Malaysia masih menjadi benchmark global.

Pertanyaannya sekarang:
Apakah negara lain, termasuk Indonesia, siap menyaingi dominasi Malaysia di wisata muslim dunia? (dr)

Sumber: detik